Semangat Juang Adipati Mangunyudo

Adipati Mangunyudo I adalah nama besar dalam khasanah sejarah Permerintahan Kab. Banjarnegara dalam periodesasi babad dan sejarah pemerintah Banjarnegara. Juga salah satu pahlawan dimana jasa-jasanya akan selalu dikenang dan tidak akan pernah terlupakan oleh masyarakat Banjarnegara. Semangat berjuang beliau, sikap tanggungjawab, rela berkorban dan masih banyak sifat baik beliau yang patut dicontoh.

Sudah lama saya ingin menulis tentang semangat juang Adipati Mangunyudo I. Namun, karena belum mendapat informasi dari sumbernya, akhirnya tertunda. Sebenarnya keterangan mengenai Adipati Mangunyudo I, Banjar Watulembu dan isi sejarah tentang Banjarnegara bisa didapat dari situs resmi PEMKAB Banjarnegara. Meski sudah membaca dan belajar dari situs-situs resmi, tapi rasanya masih saja kurang puas. Akhirnya, saya pun berniat ke Banjar Watulembu atau yang sekarang lebih dikenal sebagai Banjarkulon untuk melihat dan belajar sejarah tentang Adipati Mangunyudo I dan Banjar Watulembu. Saya ditemani Adik Manis dan Ara.

Peta Desa BanjarkulonBerangkat dari rumah sore hari, kira-kira pukul 15.00 WIB. Jarak dari rumah saya menuju Banjarkulon kurang lebih 20 km atau 20 menit jika ditempuh dengan sepeda motor. Kami langsung menuju rumah Bapak Suratman, sesuai petunjuk dari Bapak. Beliau teman Adik saya yang berdomisili di Banjarkulon. Katanya untuk mempermudah komunikasi dan mendapat informasi. Dan ternyata memang benar.

Adipati Mangunyudo I dan Watulembu menjadi sasaran utama saya untuk belajar lebih detail tentangnya. Sebelum menjadi sebuah Kabupaten Banjarnegara, dahulu namanya adalah Kadipaten Banjar Watulembu, yang kemudian menjadi Kadipaten Banjarpetambakan.

Alkisah, Adipati Mangunyudo I adalah sosok pemimpin yang tekenal sangat keras dan gigih melawan penjajah, anti dengan penjajahan. Adipati Mangunyudo I dulu memimpin sebuah perang dengan pasukan Belanda di Kartasura. Kebenciannya terhadap Belanda ditunjukan sewaktu ada perang Pracino (pecinan) yaitu pemberontakan oleh bangsa Tionghoa kepada VOC saat Mataram dipimpin Paku Buwono II.

Perang Pecinan di Kartasura pada tahun 1743, merupakan puncak perlawanan Mangunyudo I kepada Belanda. Beliau memimpin langsung prajuritnya dengan menyerang benteng (loji) VOC di Kartasura. Namun, dalam penyerangan itu ia meninggal dibunuh oleh Paku Buwono II. Adipati Mangunyudo I dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sidoloji, Petambakan. Dari sini lah saya mulai penasaran dengan lingkungan Banjar Watulembu beserta isinya. :mrgreen:

Ibu Sunarso dan Anaknya

Kami mendatangi rumah Alm. Bapak Sunarso yang beralamat di Gang Mangunyudo. Ya, nama Adipati Mangunyudo I sekarang digunakan sebagai nama Gang di Banjarkulon. Alhamdulillaah, kami bisa bertemu langsung dengan Ibu Sunarso. Bu Sunarso memang tidak tahu banyak mengenai Adipati Mangunyudo I beserta sejarah atau peninggalannya, karena yang masih ada keturunan Adipati Mangunyudo I adalah Alm. Bapak Sunarso. Alm. Bapak Sunarso meninggal bulan April tahun 2013. Keterangan-keterangan tentang Adipati Mangunyudo I malah saya dapat dari Bapak Mulyono, Sekdes Banjarkulon.

Baju Adipati Mangunyuda Dalam Kotak Kaca

Di sana kami melihat beberapa pakaian Adipati Mangunyudo I yang telah hangus terbakar. Ceritanya, dulu rumah Adipati Mangunyudo I sempat kebakaran. Hampir seluruh isi rumah terbakar, namun ada beberapa barang yang masih sedikit berwujud, diantaranya Baju, Celana dan Gorden kamar. Ketiga barang tersebut sampai sekarang diletakkan di dalam kotak berkaca. Ada sedikit mitos, dahulu kotak berkaca ini sempat dipindahkan ke Kantor Bupati, namun di sana tidak nyaman. Si kotak berkaca selalu bergerak. Mitosnya (lagi), setiap malam jum’at kliwon, barang-barang yang ada di kotak mengeluarkan darah segar. Believe it or not!!

Baju Adipati Mangunyuda yang terbakar
Separo yang terbakar. . .

Setelah Mangunyudo I meninggal, pemerintahan diturunkan kepada puteranya. Mangunyudo II. Kemudian, sejak saat itu pusat pemerintahan dipindah ke sebelah barat aliran Sungai Merawu (Jembatan Clangap) dengan nama Kabupaten Banjar Watulembu. Masa pemeritahan kabupaten Banjar Watulembu masih terus berjalan, tidak berhenti pada Manguyudo II. Masih ada Mangunsubroto dan Wiroyudo yang turut memimpin Banjar Watulembu pada saat itu.

Tepat pada tanggal 22 Agustus 1831 Raden Tumenggung Dipoyudho IV resmi menjabat Bupati Banjar Watulembu. Semangat juang Adipati Mangunyudo I tetap temurun pada generasi penerusnya, seperti R. T. Dipayudo IV ini. Beberapa saat setelah pengangkatannya, Raden Tumenggung Dipoyudho IV meminta ijin kepada Paku Buwana VII di Kasunanan Surakarta untuk memindahkan kota kabupaten ke sebelah selatan Sungai Serayu. Setelah permintaan tersebut dikabulkan, dimulailah pembangunan kota kabupaten yang semula berupa daerah persawahan yang luas.

Untuk mengenang asal mula Kota Kabupaten baru yang berupa persawahan dan telah dibangun menjadi kota, Kabupaten Baru tersebut diberi nama “BANJARNEGARA”. Mempunyai arti Banjar = Sawah, Negara = Kota, mempunyai maksud lahan yang dulunya merupakan sawah, sekarang sudah menjadi kota, pusat pemerintahan. Meski diartikannya terpisah perkata, namun penulisannya tidak terpisah. Tetap tersambung, BANJARNEGARA bukan BANJAR NEGARA.

Raden Tumenggung Dipoyudo IV mempersiapkan segala sesuatu yang menjadi keperluan Kabupaten baru ini. Bupati beserta semua pegawai Kabupaten pindah dari Banjar Watulembu ke kota yang baru Banjarnegara. Dikarenakan pada saat pengangkatannya status Kabupaten Bajar Watulembu yang terdahulu otomatis telah dihapus. Oleh sebab itu, Raden Tumenggung Dipoyudho IV dikenal sebagai Bupati Banjarnegara Pertama. Nama Dipoyudho pun diabadikan menjadi nama Jalan di Kabupaten Banjarnegara, Jalan Dipayuda.

Peristiwa Pengangkatan Raden Tumenggung Dipoyudho IV pada tanggal 22 Agustus 1831 sebagai Bupati Banjarnegara inilah yang dijadikan dasar penetapan Hari Jadi Kabupaten Banjarnegara. Sesuai dengan Keputusan Hari Jadi Kabupaten Banjarnegara tanggal 1 Juli 1981 dan Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Banjarnegara Nomor 3 Tahun 1994 Tentang Hari Jadi Kabupaten Banjarnegara.

Hari Jadi Banjarnegara ke 186
Tema Hari Jadi Banjarnegara Tahun 2013

Sekarang, hari ini, 22 Agustus 2013 Banjarnegara sedang memperingati hari jadinya yang ke 182. Hari jadi diisi dengan acara wajib, yaitu kirab atau arak-arakan. Kegiatan rutin berupa kirab ini dilaksanakan oleh Bupati, Wakil Bupati berserta jajarannya, seluruh Kepala Instansi, Camat dan Kepala Desa Kab. Banjarnegara. Beliau-beliau menaiki kuda mulai dari Banjarkulon sampai Banjarnegara. Kemudian dilanjutkan dengan beberapa kegiatan seni dan aneka lomba di Alun-Alun Banjarnegara. Banjarnegara, tetaplah Gilar-Gilar. Semoga selalu menjadi kota yang damai, sejuk dan tentram. Tambah maju di segala sektor atau bidang usaha.  Siap rebutan tumpeng dan aneka macam hasil bumi di Alun-Alun Banjarnegara. . . :mrgreen:

Referensi: http://www.banjarnegarakab.go.id/v2/index.php/berita/pemerintahan/

24 Comments

  1. pertamax gak ya???
    🙂

    Idah.. nyong milu lah ngana.. akeh jajan mbok..

    met hari jadi ya.. umure separo yak karo Kab Pekalongan.. Kab Pekalongan wis 386 nek ora salah 🙂

    Pekalongan udah tua bangeett, ya? ^_*

  2. Wah,,,,,, sayang saya sudah pulang dari sana kemarin. kalau masih di daerah banjarnegara pasti mampir ke alun-alun ikut rebutan tumpeng sambil, makan es dawet.

    Selamat Hari Jadi Kota Banjarnegara untuk warga dan seluruh staff pemerintahan kota Banjarnegara, semoga semakin sukses dan dapat terus bersinerji untuk mengangkat perekonomian kerakyatan di segala sektor bidang yangada.

    Salam wisata,

    Terima Kasih ya, Pak. Ammiin Ya Rabb. .. ^_*

  3. selamat hari jadi banjarnegara 😀
    enak ya punya hari jadi, sedangkan kabupaten Jombang masih belum jelas hari jadinya kapan 😀

    Coba, ditelusur dari sejarah, Mas. 😀 ^_*

  4. Namanya kok Mangun Yudo ya…
    Padahal Mangun itu membangun, Yudo itu perang.
    Berarti menciptakan perang…
    Kalau Mangun Projo gitu membangun negara.
    Mbah saya namanya juga Mangun, Mangun Kartiko…

    Tapi insya Allah tidak ada maksud untuk membangun perang ya, Pak. ^_*

  5. Adipati mangunyudo…brarti setara dgn Bupati ya kalau skrg?
    Selamat hari jadi Banjarnegara yaa…semoga misi dan visinya terwujud dgn sukses

    Benar, Mba. Karena dulu pemerintahannya masih Kadipaten, jadi masih Adipati. Terima kasih doanya, Mba. . .^_*

  6. walau telat saya turut mengucapak selamat hari jadi untuk kabupaten Banjarnegara…semoga semakin jaya..rakyatnya makin damai,aman tentram dan sejahtera….salam 🙂

    Terima Kasih ucapan dan doanya, Pak Is. 🙂 ^_*

  7. langkah yang patut dicontoh nih, menulis dengan berburu langsung pada sumbernya.
    Ada nggak alasannya, kenapa penulisan banjarnegara harus disambung. Padahal lebih keren kalo banjar negara

    Kalau dipisah, nanti dikira sebuah negara dong, Pak. Hihihihi. Sambung menyambung tuh kan baik, Pak. Supaya selalu akrab. 🙂 Tidak tahu persis, Pak. ^_*

  8. Wow, postingan yg super lengkap, jadi tahu deh ttg tokoh yang satu ini. Trimakasih Idah.
    Eh iya, selamat hari jadi, Banjarnegara! Sukses dan berjaya selalu yaaa.

    Terima Kasih atas ucapan dan doanya, Mba. 🙂 ^_*

  9. banjar kulon apa sama ma desa sarean? coba da silsilahnya anak kturunan dr mangun yudo mpe skrng. pengen tau d mana ja anak cucunya.

    Sarean itu Dusun, Pak. Masih ada koq, di Banjarkulon. Beberapa bulan yang lalu saya berkunjung ke sana. ^_*

  10. Mf pak saya mau tanya seputar banjarnegara boleh?
    Saya murid SMA 1 Banjarnegara,,
    mau tanya bpk tau gk monumen2 bersejarah yang ada di Banjarnegara apa aja dan dimana tempatnya,,mksih 🙂

    Coba ke Desa Joho, Gumiwang. Di sana ada Monumen hasil Perjanjian Renville . Terus, ke Dieng. Disana ada monumen juga, Soeharto Whitlam. 🙂 ^_*

  11. wah makasih banget yak, lagi cari2 artikel sejarah banjarnegara. ben keton wong banjar sing mbanjari.. hehehe

    salam kenal

    Salam kenal kembali. Makasih sudah berkunjung, ya.

  12. Halo, saya dari SMA N 1 Banjarnegara mau tanya rumahnya bapak Mulyono sama Bapak Suratman itu dimana ya? soalnya saya juga mendapat tugas untuk sejarah tentang perjuangan Mangunyudo,saya juga sudah ke rumah Ibu Ruminah
    Mohon bantuannya, terimakasih 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *