“Bakso Tulang” Pak Agus, Tempat Nyaman Bukan Jaminan

Bakso! Banyak orang yang menjadikan makanan ini sebagai makanan favorit. Termasuk saya! Tak sedikit pula yang mengatakan kalau bakso itu enak juga dijadikan camilan. Tapi bukan bakso lengkap yang tersaji dalam mangkuk. Melainkan bakso bakar atau bakso ayam. :mrgreen:

Dua tahun yang lalu, hampir tiap minggu aku makan bakso atau mie ayam. Ngga sehat banget tubuh ini. Aku melihat penampakan dalam sebuah cermin, kalau tubuhku begitu membengkak. Sampai akhirnya aku bertekad untuk tidak menggila dengan si bakso.

Karena aku memaksimalkan sebulan satu kali makan bakso, jadi aku harus terus mencari bakso yang enak di lidahku. Secara, ya, moment sebulan sekali masak mau disuguhi dengan yang biasa saja. Munimal ya citarasnya sekelas dengan Bakso Tulang milik Pak Agus. 😉

“Ehh…cah ayu. Baru pulang kerja, ya?” Pak Agus menyapaku dengan kontak matanya yang begitu khas dan memberi senyumnya yang menurutku cukup sangar. Seperti senyumnya Pak Raden di serial televisi Unyil versi lawas.

Beliau memang mempunyai kebiasaan baik, yaitu ramah dan selalu menyapa tiap pembeli perempuan yang sekiranya masih gadis dengan sapaan “cah ayu”. Aku seringkali mendengarnya. Begitu juga kalau ada pembeli laki-laki. Cah nGganteng, Mas Ganteng, atau sapaan lain yang membuat pembeli merasa percaya diri untuk mendekati gerobaknya.

Ini bukan kode lho, ya. Melainkan bentuk perhatian kepada para calon pembeli bakso. Tapi, jika pembeli merasa GR, atau menjadi salah tingkah, ya sah-sah saja, sih. Hihihi

Gerobak bakso milik Pak Agus standby di Jl. Veteran mulai pukul 15.00 WIB. Ya! meski menggunakan gerobak, namun ia tidak menjualnya secara berkeliling. Tetap anggun berdiri di depan Toko Obral Swiss yang menjadi lapaknya.

Bakso Tulang! Teman-teman tidak usah membayangkannya, ya. :mrgreen:

Bakso tulang yang aku maksud di sini bukanlah bakso yang terbuat dari tulang sapi. Bakso yang disajikan mirip sekali dengan bakso malang; ada pangsitnya. Hanya saja Pak Agus menambahkan beberapa tulang sapi pada tiap porsinya. Tulang yang menjadi bagian dalam porsi bakso yaitu tulang yang masih ada sedikit sisa daging pada tiap dindingnya dan atau tulang sum-sum.

BAKSO TULANG
Keliatan tulangnya, kan?

Seporsi bakso seharga Rp 10.000, berisi dua bakso seukuran bola tenis meja, satu bakso kecil, satu pangsit, mie kuning, tulang sapi dan taburan seledri serta berambang. Kuah bakso ini tanpa penyedap rasa. Namun, tidak mengurangi kesegaran dan gurihnya kuah.

Ini bukan hoak, lho, Temans. Selain sudah sering mengecapnya, Bakso Tulang sudah berdiri di tempat yang sama sejak tahun 2002. Berkat tindak tanduk beliau yang baik, ramah, jujur, maka tidak heran kalau pelangganya tiap hari makin bertambah. Padahal beliau bukan warga asli Banjarnegara, lho. Tempat tinggalnya di Jaraksari, Wonosobo.

Para penikmat bakso Pak Agus rata-rata orang cuek, tidak pemalu. Kenapa? Karena, tidak sedikit pembeli menikmati baksonya di teras toko sambil menggigit tulang sum-sum. Ya! Di teras, tempat terbuka.

Pak Agus memang tidak menyediakan tempat tertutup untuk para penggemar Baksonya. Jangankan tempat tertutup, kursi pun tidak disediakan. Hanya terdapat dua bangku memanjang tepat di belakang gerobak bakso dan di depan teras yang dimanfaatkan sebagai meja.

BAKSO ENAK DI BANJARNEGARA
Cukup nyaman bagi yang bisa menikmati…

Tempat terbuka yang disediakan alakadarnya, ternyata tidak mempengaruhi niat para pembeli untuk menikmati bakso di tempat. Sebab, tempatnya cukup bersih dan juga nyaman bagi jiwa yang bisa menikmati.

Sebagian besar pedagang kaki lima yang sering aku jumpai, tampaknya memang tidak menomorsatukan tempat jualan. Terpenting bagi mereka yaitu mendapat lapak untuk berjualan yang sekiranya bersih. Di mana saja, asal masih bisa dijangkau oleh pembeli.

Dengan satu asisten, terkadang Pak Agus terlihat kewalahan. Pengunjung terus berdatangan silih berganti. Sering antre. Ada yang ingin dimakan di tempat, ada juga yang memilih untuk bungkus. Seakan semua pembeli ingin dinomor satukan. Ingin dilayani dengan cepat.

Nah, bagi teman-teman yang ingin menikmati bakso tulang milik Pak Agus, bisa datang langsung ke Banjarnegara. Ingin dapat traktiran dari aku? Boleh banget, terpenting jangan hari Jum’at, ya. Karena tiap Jum’at Pak Agus tidak berjualan. Ada baiknya juga datang sebelum pukul 16.00 WIB, supaya bisa mendapat tulang yang berlimpah. :mrgreen:

36 Comments

  1. Setelah lihat foto bakso tulang, saya paham sekarang kenapa dirimu bisa tergila-gila dengan bakso… memang menarik untuk disantap, hahaha

    Weeeks!! 😛

  2. saya belum pernah ke banjarnegara. dan boleh juga mampir ke bakso pak agus ini kalau suatu saat kesana. itu tempat makannya unik ya. yang makan duduknya di undakan toko orang, dan bangkunya yg jadi meja makan mini… 🙂 salam kenal

    Kapan2 mampir sini, Mas. 😀 Salam kenal kembali, ya.

  3. tempatnya seru sih,jejer gitu makan baksonya,kayak waktu di malang dulu. Terkenal baksonya,tp makannya dimana2 hahaha…sekali makan bakso tulang waktu di jember,enak,nyesep2 gitu hahah

    Nyeseeep nyess. . 😀

  4. hwaaa ada sumsumnya… duh jd kepingin…
    itu tdny bangkunya buat duduk kali… tp biar ga usah megang mangkok panas, mending bangkunya djadiin meja, trus dudukny d trotoar… gt bukan yah 😀

    Hahaha…dari dulu sudah jadi meja, Mbak. 😀

  5. kalau ditambah tulang gitu jadi tambah guriiih dong…
    kreatip nih pak agusnya…
    bakso pkl rasa restoran, hehe

    Bagi yang suka balungan, bakal sedep pisaan. 😀

  6. Assalaamu’alaikum wr.wb, idah…. apa khabar ? lama tidak bersilaturahmi kemari. Bunda juga suka sup tulang. Jika memang sedap buatan supnya tiak menjadi masalah kalau tempatnya tidak nyaman. yang penting sedap kok. Salam manis dari sarikei, Sarawak. 🙂

    Wa’alaikumsalaam wr.wb, Bunda. Alhamdulilah baik. Iyaaa, terpenting citarasanya, ya. 😀

  7. wah foto makan bersamnya enak banget mbak Idah hehe… kangen suasana makan bakso bareng… jng gila sama bakso lho mbak gilai pedagang bakso nya aja menuju milyarder tuhh hehe pizzz

    Saya ngga mau gila, Mas. 😀

  8. Nah, ini namanya strategi marketing yang oke banget… hihihi.. top deh pak Agus.. 😀

    Idaaah apa kabar nduk?
    Semoga sehat selalu yaa.. aamiin… 😀

    Alhamdulillaah baik, Mbak. Semoba Mama Vania juga sehat, ya.

  9. walaupun tempatnya sederhana, tapi kalau rasanya enak, gak masalah ya Idah… 🙂
    Saya juga suka bakso, dan Farras juga ketularan saya hihihi

    Kapan2 kita makan bakso bertiga, ya. 😀

  10. Kayaknya asyik nih makan bakso di situ ya Idah..
    Memang ya, tempat yang nyaman belum jaminan untuk enak tidaknya sebuah makanan..

    Demii..asyik banget, Uda. 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *