Dieng Culture Festival, Banjarnegara

Kompleks Candi Dieng Beserta Isinya

Kompleks Candi Dieng. Berbicara tentang Kompleks Candi Dieng Beserta Isinya, sudah pasti akan menilik peninggalan candi beserta sejarahnya. Saya memang bukan pemburu sejarah tulen, namun saya senang belajar sejarah. Jadi, tidak ada salahnya jika saya belajar sejarah dari buku dan informasi dari orang-orang yang sekiranya relevan kemudian saya bagikan melalui catatan online ini. Rangkuman sejarah yang terbaik, adalah yang tertulis dan diabadikan. Namun, karena keterbatasan, mereka (dulu) ada yang belum menulisnya. Sampai akhirnya, sekarang hanya tertinggal sebuah cerita yang bersifat “konon katanya“.

Konon katanya bisa diartikan cerita-cerita yang tercipta melalui lisan yang bisa didapat dari keterangan warga setempat, para peneliti dan para pakar yang ahli dalam bidangnya. Seperti halnya Candi Dieng. Menurut salah satu Bapak yang berjaga di Museum Dieng Kailasa, masih susah untuk bercerita mengenai sejarahnya secara tepat dan benar. Mereka adalah generasi penerus, dimana mereka berbekal pada sebuah buku yang sudah disusun dan yang masih “konon katanya” juga.

Ketika saya jeng-jeng bersama beberapa teman, juga mendapat beberapa informasi “catatan sejarah” dari pedagang yang berada di sekitar kompleks Candi. Candi Dieng merupakan kumpulan candi Hindu yang terletak di dataran tinggi Dieng. Candi yang beraliran siwa ini diperkirakan dibangun pada akhir abad ke-8. Namun, para ahli memperkirakan bahwa kumpulan candi ini dibangun atas perintah raja-raja dari Wangsa Sanjaya. Wangsa Sanjaya adalah Dinasti yang berkuasa di Kerajaan Medang periode Jawa Tengah, yang lazimnya disebut Kerajaan Mataram Kuno.

Kompleks Candi Dieng termasuk kawasan candi yang cukup luas. Dimana didalamnya terdapat beberapa candi dengan berbagai ukuran. Secara Administratif, Dieng berada di wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Dieng termasuk kawasan dataran tinggi, yang memiliki ketinggian kurang lebih 2000m dpl dengan suhu rata-rata 13-17ΒΊ C. Kalau menurut saya, sebagai orang Banjarnegara (bagian tengah), rentang suhu di atas termasuk dingin. Maklum, tempat saya bersuhu sedang, tidak dingin dan tidak terlalu panas pula.

Situs peninggalan purbakala berupa candi ini, mempunyai potensi sebagai tempat rekreasi dan sekaligus sebagai objek wisata budaya peninggalan serajah yang menarik. Dieng dianggap sebagai suatu tempat yang memiliki kekuatan mistis, tempat bersemayamnya arwah para leluhur, memuja, sehingga tempat ini dianggap sebagai tempat suci (pada saat itu). Penjelasan ini didapat dari orang ke orang, tepatnya dari para pedagang yang berada di Kompleks Candi Dieng. Masuk akal juga sih mengenai anggapan yang semacam ini. Karena ditinjau dari makna atau arti, Dieng berasal dari kata Di dan Hyang. Di artinya Tempat dan Hyang berarti arwah para leluhur (Dewa).

Candi apa saja yang berada di Kompleks Candi Dieng? Di kawasan ini, terdapat beberapa kompleks candi yang dibangun pada masa agama Hindu. Candi yang ada pada kompleks ini diberi nama yang berkaitan dengan cerita atau tokoh-tokoh wayang Purwa dalam lakon Mahabarata. Terbagi menjadi tiga kompleks yaitu; Kompleks Candi Bima, Kompleks Candi Gatot Kaca dan Kompleks Candi Arjuna (Arjuna, Srikandi, Sembadra, Drawati,Β Semar, dan Puntadewa). Kompleks Candi Dieng beserta isinya termasuk wisata budaya yang masih terjaga, terawat dan dikelola oleh pemerintah Daerah Banjarengara dan Wonosobo.

Berwisata di Kompleks Candi Dieng, tidak serta merta melihat keindahan Candi saja. Pepohonan dan rerumputan yang hijau menambah kompleks candi semakin cantik, sejuk dan indah.Β  Di sini juga terdapat area bermain, yaitu Flying Fox. Ada juga Telaga Balekambang. Jika Anda memilih Paket Wisata Dieng, biasanya Kompleks Candi Dieng akan menjadi tujuan akhir perjalanan. Meski merupakan tujuan akhir, namun menurut saya jika sampai melewati wisata sejarah ini, rasanya kurang jos gandos. πŸ™‚

Setelah ditetapkannya Dieng sebagai salah satu destinasi Visit Jawa Tengah 2013, wisatawan yang datang bertambah banyak. Tidak lain, mereka ingin menikmati wisata budaya yang sudah mendunia ini. Namun, karena kondisi alam, yaitu sejak ditetapkannya “status siaga” untuk kawah timbang, kunjungan para wisatawan menuruh lagi. Semoga dengan adanya kegiatan atau acara Dieng Culture Festival dan Festival Serayu Banjarnegara, bisa mengembalikan dan menaikkan jumlah visitors lagi. πŸ™‚

Pesan:

  • Jika Anda akan berwisata ke Dataran Tinggi Dieng, saya sarankan untuk membawa transportasi sendiri, baik itu sepeda motor atau mobil. Dengan maksud, supaya bisa menikmati dan menjamah wisata Dieng secara keseluruhan. Bisa berkeliling dengan puas, tidak ada batasan waktu dan tentunya lebih nyaman.
  • Membawa jaket, jas hujan dan atau payung. Mengapa? Karena, Dieng termasuk daerah hujan dan bersuhu dingin.
  • Jika berniat untuk menginap,Β contact tempat penginapan pada hari sebelumnya. Karena, pada musim liburan, biasanya home stay penuh.
  • Alangkah baiknya, jika Anda membawa teman yang sekiranya mengetahui medan dan lokasi wisata Dieng. Mengapa? Supaya bisa memanfaatkan waktu dengan baik.
  • Kontak saya. Penting gak sih? πŸ˜† jika Anda akan berwisata ke Kompleks Candi Dieng dan sekitarnya, kontak saya, ya. Siapa tahu saya bisa menemani Anda menikmati indahnya dataran tinggi Dieng. πŸ˜†

16 thoughts on “Kompleks Candi Dieng Beserta Isinya

  1. waaaa lom pernah ke dieng πŸ™‚ kapan2 mau kesana ahh

    Bulan ini aja, MAs. Banyak event. . πŸ˜€ ^_*

  2. 17 derajat, suhu yang sangat dingin untuk ukuran saya yang biasa di kisaran 30. Sayapun penasaran dengan kawasan ini, karena selama ini pemberitaan di tipi membuat saya kepincut pingin jalan-jalan ke sana. Entar kalo ada kesempatan tinggal kontak mbak Idah aja

    Ditunggu ya, Pak. πŸ™‚ ^_*

  3. Kontak gue juga ea… Karna rumah gue deket2 situ! Yah paling cuma 3 jam naek speda motor. Kali aja lo mau ngopi dulu… Hehehe

    Hahaha, jauuuh. πŸ˜› ^_*

  4. Tempat yang mengasyikan untuk dtelusuri jejek-jejak sejarah yang tertinggal dengan melihat dan mengurai setiap goresan seni yang terpatri dengan menyatunya seni dan tradisi.

    Salam wisata

    Udah pernah ke sini kan, Pak? ^_*

  5. Aq sudah pernah kesana tapi waktu itu belum kenal Idah cantik hehe

    Waduuh, saya telat ngeblognya nih. πŸ˜€ ^_*

  6. Sekali-kalinya saya ke Dieng pada tahun 2000. Nginep semalam di puncaknya, dingin banget. Tentunya sekarang sudah banyak perubahan.
    Harapan sih kelak bisa hunting foto ke sana .. asyik keknya he he.
    Jika ke sana tentu saja saya akan kontak Mbak Idah deh he he.
    Semoga terlaksana … Amiiin.

    Aamiin. . .ditunggu ajaaaaah. πŸ™‚ ^_*

  7. wah terakhir kesana udh puluhan tahun yg lalu….itupun ikut study tour sekolah. Tapi pengen juga bawa anak2 ke sana untuk memperkenalkan sejarah dan budaya… tapi kapan yah bisa kesana nya?? hehehe

    Ayoo ke Dieng lagi, Pak. . . ^_*

  8. suatu saat, aku mau kesana lagi.
    pertama kali aku ke sana, lagi hujan derasss
    dan sama sekali gak bisa menikmati candi dieng
    menyesal deh

    Saya tunggu di Banjarnegara ya, MBa. .. ^_*

  9. btw, kita pernah main kesini kan ya? Waktu ke bukit Sikunir dulu itu kan?
    Hm, jadi pengen kesana lagi deh, kapan yaaa?

    Betuuul, Mba Al. Beneran pingin ke Dieng lagiih? ^_*

  10. wahhhhh… dari dulu pengen kesini tapi blum kesampaian.. -_- i hope one day i can come and enjoy it. Dieng.. *_* Salam kenal mbak. πŸ˜€

    MBa Titis, Salam kenal kembali ya. MAri ke Dieng. . . ^_*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *