Kabupaten Banjarnegara. Mulai Main Oplos, itulah cara yang mulai dilakukan oleh salah satu penjual Bahan Bakar Minyak (BBM) eceran. Ya, tadi sore saya menjumpai salah satu pedagangan BBM eceran Mulai Main Oplos BBM yang mereka jual.

Hampir tiga minggu ini, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di sekitar kota Banjarnegara kekurangan stok bensin jenis premium. Biasanya saya mengisi bensin di SPBU yang terletak di sebelah barat Kantor Pos Banjarnegara, tetapi di SPBU tersebut selalu antri panjang dan terkadang antrian tersebut berakhir pada kekecewaan. “Maaf, Premium HABIS” seperti itu lah pesan dari petugas SPBU, yang tertera pada sebuah plang. Hal yang serupa juga sering terjadi di SPBU HIU, Kalibenda. Saya memang lebih sering membeli bensin di dua SPBU tersebut, tentu saja karena tempatnya tidak terlalu jauh dari tempat tinggal saya.

Sampai tadi sore, stok bensin jenis premium di kedua SPBU tersebut masih belum tersedia. Akan tetapi saya melihat beberapa liter premium di warung penjual bensin eceran.¬† Meskipun saya adalah tipe orang yang kurang suka beli bensin eceran, tetapi karena bensin saya hampir habis, jadilah saya berminat membeli bensin eceran. Saya mendekati warung dan langsung meminta kepada Bapak Warung untuk mengisikan bensin ke fitty “Pak, beli bensinnya. Satu liter saja” Dengan jujurnya Bapak Warung menjawab “Tapi oplosan, campuran, mba“. Ealaaaaaaaah, setelah saya tahu kalau itu bensin oplosan atau campuran, saya gak jadi beli dan langsung permisi.

Saya senang, Bapak Warung sudah mau jujur, tetapi bagaimana dengan konsumen lainnya. Apakah Bapak Warung juga jujur kepada semua konsumennya, kalau bensin tersebut oplosan? Padahal kemungkian niat Bapak Warung akan menambah keuntungan setelah bensin dicampur. Sebenarnya saya masih bingung dengan adanya bensin oplosan atau campuran. “Bensin koq dicampur, terus campurannya apa?” Kalau semisal campurannya Minyak Tanah tuh gak mungkin, karena harga minyak tanah jauh lebih mahal dari premium. Kalau dicampur dengan solar juga apa bedanya coba, kan harganya sama. Air, Pertamax? :entahlah: Apakah sahabat tau, kira-kira bensin tersebut dicampur dengan apa?

Mungkin ini bisa menjadi catatan penting untuk Pemerintah Daerah Banjarnegara, khususnya Dinas Perindustrian, Perdagangan (Disperindag). Mengapa bagian Disperindag? Karena mereka, seperti Bapak Warung dan pengecer bensin lainnya sudah mendapatkan perijinan dagang dari Disperindag. Sesekali Disperindag perlu melakukan survey ke warung atau tempat penjualan bensin eceran, supaya mereka tidak main oplos.

Apakah di Daerah sahabat ada warung bensin eceran yang sudah Mulai Main Oplos? Semoga saja tidak ada.