Bumbunya Langsung dari Pak Sawab

Lebaran Idul Adha kemarin dapat daging sapi lumayan banyak. Dapat dari saudara. Alhamdulillaah, ya. . . :mrgreen: Daging yang beli sendiri saya buat rendang semua. Resep rendang nyontek punya Bundo LJ, tapi ya gitu, deh. Hasilnya tidak semantap punya LJ. Hahahaha. Awalnya Ibu nyaranin, setengah saja yang direndang, cukup buat Bapak dan untuk dikepung di Mushola. Tapi saya ngeyel dan akhirnya saya buat rendang semua tuh.  Maaf, hasilnya tidak berani mejeng di Galeri. Hihihihi

GILINGAN DAGING SAPI DI BANJARNEGARA

Nekad nih, daging dari saudara saya bawa semua ke tempat Pak Sawab. Di Banjarnegara, sosok laki-laki dengan pembawaan yang kalem ini sangat terkenal. Beilau adalah juragan penggiling daging sapi. Maksudnya, beliau memiliki penggilingan daging sapi di kawasan Pasar Daging Sapi Banjarnegara. Di sini selalu antri cyint. Hari biasa saja antri, apalagi hari lebaran. Padahal ada empat penggilingan daging di satu tempat ini. Sugiih, ya. :mrgreen:

Setahu saya, tempat penggilingan daging sapi di Banjarnegara hanya ada satu. Ya di tempat Pak Sawab ini. Beliau dibantu oleh beberapa karyawannya. Ada yang membantu dibagian penggilingan, meracik bumbu, mencincang daging, ngepaki telor dan tepung terigu.

Beliau adalah pribadi yang suka memberi. Pendiam, tapi ramah. Meski satu-satunya, tapi harga menggilingnya bersahabat koq. Rp 5.000/ kg daging sapi. Sedangkan harga bumbunya menyesuaikan. Ya, selain memiliki mesin penggilingan, Pak Sawab juga menyediakan bumbu-bumbu dicampur dengan daging sapi. Karena bumbunya langsung dari Pak Sawab, jadi yang mau nggiling daging tidak perlu repot-repot membawa bumbu dari rumah. :mrgreen:

Daging sapi sebagian saya buat untuk kornet dan sisanya saya buat bakso. Setelah daging ditimbang, ternyata ada empat kilo tuh. Tapi tidak murni daging, masih ada balungnya karena belum dipilih. Dua kilo saya buat untuk Kornet dan sisanya untuk Bakso. Total bumbu dan penggilingan kornet Rp 15.000,- sedangkan, Bakso Rp 30.000,- Lebih mahal bumbu bakso, ya.

Kornet dan Bakso, dua-duanya saya suka. Cocok sekali untuk penggemukan nih, ya. Hahaha. Teman-teman lebih suka Kornet atau Bakso? Atau malah suka sama Pak Sawab, ya? :mrgreen:

16 Comments

  1. Kalo saya lebih suka bakso, sebab dari kecil udah biasa makannya.. kalo kornet mah sekali-sekali aja, itu pun nyoba pas udah dewasa… hihihihi

    Bakso tuh makanan yang tak lekang oleh waktu ya, Mas. :mrgreen: ^_*

  2. whuihh.. di bukik gak ada penggilingan model pak Sawab gitu, langsung disiapin bumbu.. praktis dan pastinya lezatt..

    Guriih murah meriaaah, Bundoo. . :mrgreen: ^_*

  3. lain kali kamu harus ngirim rendangnya ke tempatku Idah.. 🙂
    btw, ikut bn2013 kan? sampai ketemu yah..

    Belum bisa buuaat yang empuuk. Hiks. Saya ikuuut dong. . . :mrgreen: ^_*

  4. suka dua2nya, Idah.. nyam2… oya, klo kami saat ada daging banyak gitu, di bagi2 diplastik kecil trus masuk freezer… 🙂

    Gak langsung dipraktikkan, Mba? Digiling gitu? Hihihi :mrgreen: ^_*

  5. Hihihihihi…saya suka bakso, Idah…bukan Pak Sawab!
    😀
    Mungkin karena besar di Kota Malang, jadi saya amat bersahabat dengan bakso. sedangkan kornet, ehm…itu mah makanan cadangan kalo saya sedang kehabisan ide masak…tinggal digorengpakai telur, selesai deh satu lauk buat sarapan…

    Kalau malang itu Bakso Bakwan kawi kan, Mba? Kalau saya tidak suka pakai telor, Mba. Hihiihi. :mrgreen: ^_*

  6. Idaaah, maaf ya saya baru berkunjung kesini lagi…eyang putri dari suami saya tinggalnya di Pos Purwonegoro, kira-kira beliau dulu kenal Pak Sawab nggak ya?
    🙂

    Waah, kapan ke Purwonegoro dong, Mba? Kalau pernah nggiling daging harusnya tau. Hihihih :mrgreen: ^_*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *