Taman Kota Kuliner Banjarnegara 1

Taman Kota Kuliner Banjarnegara

Taman Kota Kuliner Banjarnegara. Sebenarnya masih sedikit bingung untuk judul lho, Taman Kuliner atau Taman Kota? Karena dua-duanya ada pada lokasi yang sama, jadi saya kasih judul Taman Kota Kuliner Banjarnegara.

Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan sebutan Taman Kota dan atau Taman Kuliner ini. Sepertinya hampir disetiap kota atau kabupaten terdapat tempat atau taman semacam ini. Pemda Banjarnegara membuat konsep lumayan unik, yaitu dua taman langsung dalam satu tempat. Sebenarnya tempat ini intinya ada pada kuliner.Β Taman Kota Kuliner Banjarnegara terrealisasi sejak akhir Tahun 2011, khusus untuk memasukkan dan menertibkan para pedagang kaki lima yang berdagang disepanjang Jalan Dipayuda. Mengapa hanya di jalan Dipayuda saja? Karena di jalan ini banyak terdapat pedagang kaki lima beerjualan dipinggiran jalan. Taman Kota Kuliner ini terletak di Jalan Dipayuda, masih di tengah kota. Sering saya lihat, pedagang kaki lima disepanjang Jalan Dipayuda memang berceceran. Mulai dari yang menggunakan gerobak dorong, tenda atau hanya sekedar menggelar meja untuk berjualan. Selain mengganggu lalu lintas dan pemandangan, para pedagang ini kurang memperhatikan kebersihan di tempat jualannya. Mungkin, dari sinilah Pemda merasa prihatin, sehingga tergerak untuk membuat Taman Kota Kuliner Banjarnegara.

Sebelum menjadi Taman Kota dan Kuliner, tempat ini dulunya adalah Terminal Bus. Terus sekarang terminal bus-nya kemana? Pindah ke stadion lama di kelurahan Parakancanggah dan bukan lagi terminal bus, melainkan terminal induk Banjarnegara. Di sana tempatnya lebih luas, karena dulunya bekas stadion. Terus stadionnya sekarang dimana? Masih di Parakancanggah, hanya geser kurang lebih 200 meter ke sebelah timur dan tentunya stadionnya tambah bagus. Terus terus terus,Β  terus mari kita intip Taman Kota Kuliner Banjarnegara. πŸ˜†

Tempat Parkir Motor dan Mobil

Hati-hati, Tempat parkir berumput. .. Β  πŸ™‚

Terlihat jelas, ya. Foto di atas adalah tempat parkir. Sebelah kiri parkiran khusus sepeda motor dan sebelah kanan untuk mobil. Area parkir disekitar Taman Kota Kuliner tidak luas, karena depan taman adalah jalan raya, begitu pun dengan sebelah kiri taman.

Taman Kota Kuliner

Foto diambil dari belakang. . . πŸ˜†

Nah, ini nih Taman Kulinernya. Sama dengan Taman Kuliner di daerah Anda, kan? Mungkin, bedanya yang ini terlihat lebih sempit dan terkesan umpel-umpelan.

Taman Kuliner terbagi menjadi dua. Sayap kiri dan kanan. Sebelah kiri khusus untuk berjualan makanan-makanan berat, misalnya: Sate Ayam Kampung Bu Karta, Lamongan Indah, Mie Ongklok Pak Tugi, Bubur Kacang Ijo, Nasi Goreng, Soto dan makanan lainnya. Sedangkan sebelah kiri, terisi aneka minuman dan cemilan atau jajanan. Seperti: Dawet Ayu, Kebab, Burger, Sosis, Miecool, Telaku, Kuch-Kuch Hotahu dan lain sebagainya. Anda tidak perlu takut untuk masalah harga kuliner di Banjarnegara. Tahu sendiri, kan? Banjarnegara termasuk Kabupaten kecil, jadi harga harga makanan atau kuliner pun bisa dibilang cukup murah.

Tempat Duduk

Sambil menunggu pesanan datang, Anda bisa duduk manis di tempat tunggu yang sudah disediakan. Tempat duduk ini tidak ada pemilik khusus. Artinya, semua penikmat kuliner bisa memilih tempat duduk sesuka hati. Yang terpenting, masih sisa atau tidak tempat duduknya. πŸ˜›

 

Tempat Acara

Di Taman Kota Kuliner Banjarnegara juga tersedia semacam “panggung” untuk acara dan kegiatan. Anak muda mBanjar sering mengadakan acara di sini. Acara musik, misalnya. Sesuai dengan agenda Festival Serayu Banjarnegara 2013, tempat ini akan digunakan untuk Pameran lukis, yang akan digelar bulan Agustus mendatang.

Β Ruko Taman Kota KulinerMenengok ke belakang Taman Kota Kuliner Banjarnegara. Masih tersisa beberapa rumah toko (ruko) yang belum ditempati. Ruko di sini sudah terjual semua, hanya saja mereka belum memanfaatkan ruko tersebut. Jika melihat ke arah ruko yang ada dibelakang ini, Taman Kota Kuliner terkesan sepi. Masyarakat Banjarnegara khususnya, perlu memanfaatkan tempat ini, supaya taman lebih ramai.

Taman Kota Banjarnegara

Ini nih, Taman Kotanya. Mungkin lebih tepatnya lagi taman bermain dan bersantai untuk segala umur. πŸ˜† Di sini dari pagi sampai sore ramai terus, ramai anak-anak kecil pada bermain. Apalagi sebelah barat Taman ini terdapat sekolah dasar, jadi sebelum dijemput orang tua, biasanya mereka pada bermain di sini.

Taman Kota Kuliner Banjarnegara

Mas Vije pas di Banjarnegara πŸ˜†

Eh, iya nih. Awal Tahun kemarin, ada sahabat blogger yang datang ke Banjarnegara. Mas Vije namanya, Blogger dari Jember. Dia sedang berpetualang menyusuri Jawa dan Dieng termasuk destinasinya juga. Jadi, setelah turun dari Dieng, Mas Vije menyempatkan diri untuk datang ke Banjarnegara dan Kopdar sama saya beserta teman-teman juga. Teman-teman saya mengajaknya ke sini, ke Taman Kota Kuliner. Mengapa? Karena ingin jajan dan menikmati bubur kacang ijo. πŸ˜† Jadilah kami makan Burjo di sini.

Ternyata Taman ini belum mampu menampung seluruh pedagang kaki lima yang berada di pinggiran jalan Dipayuda. Nyatanya, sampai sekarang masih ada beberapa pedagang yang berjualan di pinggiran jalan. Menurut informasi yang saya dapat dari salah satu penjual di Taman Kuliner, untuk mendapatkan tempat berjualan di taman ini, para pedagang harus membayar sekian rupiah. Mungkin untuk pembangunan atau sebagai biaya retribusi atau atau dan atau. πŸ™‚

Inilah sedikit gambaran tentangΒ Taman Kota Kuliner Banjarnegara. Masyarakat Banjarnegara tampaknya masih susah untuk menyebut tempat ini sebagai Taman Kota atau Taman Kuliner. Mereka lebih terbiasa menyebutnya Terminal Lama. Mungkin pemda setempat perlu membuat gapura besar dan khusus yang bertuliskan “TAMAN KOTA KULINER BANJARNEGARA”. Sejauh ini, di gerbang Taman Kota Kuliner Banjarnegara tidak ada tulisan atau sapaan khusus untuk para penikmat kuliner, yang ada hanya bunderan air mancur seperti foto paling atas.

Apakah di kota atau kabupaten sudah ada Taman seperti ini?Β  Mari ke Taman Kota Kuliner Banjarnegara, saya traktir Dawet Ayu Lele dan Burjo. πŸ˜†

16 thoughts on “Taman Kota Kuliner Banjarnegara

  1. tempat nya asik. mbak, gimana sih biar dapet page rank kayak di blog mbak ini?

    Iya, mampir aja kalau ke Banjarnegara. πŸ™‚ Katanya sih seirng update aja. πŸ™‚ ^_*

  2. Wah seru juga yah ada spot untuk makan yg di support sama pemerintah, di bogor masih semerawut pkl nya, ya intinya pemerintah mau tegas apa nga trus bisa ngasi solusi seperti ini apa nga, thanks 4 sharing πŸ™‚

    Kudu ada komunikasi dan kerjasama antar PKL, Masyarakat dan Pemerintah ya, Mas. πŸ™‚ ^_*

  3. Wkatu ke daerah Banjar saya sempat mampir di sana bersama rombongan Mba. Sepertinya harus terus dipromosikan daerah-daerah seperti ini agar dapat dikenal dan menjadi objek wisata yang dapat menghidupkan perekonomian masyarakat disana.

    Salam wisata

    Ke Banjar koq gak kabar2, Pak? πŸ™‚ ^_*

  4. Mungkin lebih lengkapnya dengan nama Taman Kota dengan berbagai Kuliner hheheee… Biasanya di kota – kota besar atau sedang dalam perkembangan suka ada tuh yang namanya taman kota di tempatku juga ada taman kotanya namun di Banjarnegara ini kumplit dengan makanan kulinernya juga wah jadi lebih asik karna bisa icip icip
    Nice Blog πŸ™‚

    Tapi terlalu panjang ya, mas. πŸ˜€ Kalau di daerah lain biasanya terpisah, Mas. πŸ™‚ ^_*

  5. saya belum pernah ke Banjarnegara nih.
    Sepertinya tempat kulinernya sangat bagus dibandingkan daerah saya Blitar

    Saya juga belum pernah ke Blitar, Pak. πŸ™‚ ^_*

  6. Wah, tambah keren ya banjarnegara. Sudah lamaaaa banget ndak kesana. Terakhir kesana tuh tahun 2000, makan bakso di alun-alun.

    Waaaah, 13 Tahun ya, Mba. Main ke sini lagi, Mba. ^_*

Leave a Reply to Pakies Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *