Alkisah Voucher D’joglo Cafe

Siapa yang nggak semangat mendengar kata voucher? Entah voucher dalam bentuk diskon, maupun voucher gratis. Kamu, teman-teman saya yang kece banget pasti susah untuk menolak pemberian voucher, kan? 😆

Saat mata baru melek, sebuah pesan saya kirim sepupu saya, Ara, melalui BBM. “Ra…hari ini ikut saya, yuk! Nuker voucher jajan dari D’joglo Cafe. Lumayan Rp 20.000“. *emotikon love love* Tanpa menunggu lama, balasan padat darinya saya terima. “Mayoo…! Cap cus!!

Ini niat banget, ya. Dua puluh ribu digunakan untuk berdua. Kalau kata Mamah tuh nggragas. Tapi, biarin, sih. Terpenting, kan, halal. Apalagi vouchernya didapat langsung dari si empunya Cafe, yaitu Mas Galih. Jelek banget kalau sampai nggak digunakan. :mrgreen:

Voucher yang disebar pada bulan Oktober hanya berlaku sampai bulan Desember 2014. Dan kami menggunakannya minggu kemarin, Sabtu (20/12).

Berangkat dari rumah langit mulai mendung. Sudah terbayang asyiknya nongkrong di Cafe pas hujan, sembari menikmati minuman hangat, atau makanan ringan yang disediakan di sana. Pasti nikmat, Pemirsa!

Jl. Sunan Gripit, pertigaan gayam, tanjakan koperasi Bina Raharja atau gang Pungkuran, menjadi ancer-ancer jalan masuk D’joglo Cafe. Lokasi cafe cukup strategis, masih dalam wilayah kota. Hanya lima meter dari jalan raya Gayam-Rejasa.

DJOGLO CAFE
Djoglonya lho….

Permisi, Mas. Sudah buka belum Cafenya?” Sapa saya kepada seorang laki-laki yang sedang mengoperasikan laptop di meja pengunjung.

Seharusnya saya tidak perlu bertanya pada si Mas. Sebab, di dekat pintu masuk terdapat papan informasi yang bertuliskan jam buka. Tapi, tidak ada salahnya memastikan, sih. Beruntungnya lelaki yang saya sapa tadi adalah waitress D’joglo. Bukan pengunjung. *yes yes*

Sayangnya, Mas Waitress pergi begitu saja ke belakang sebelum mempersilakan kami untuk duduk. Jadilah kami langsung bergerak menuju tempat duduk yang berada di samping kanan kolam terapi ikan. Tepat depan meja kasir.

Saat Mas Waitress memberi daftar menu, saya segera menyodorkan selembar voucher kepadanya. Semacam barter, ya. 😆 “Maaf, Mbak. Ini vouchernya sudah tidak bisa digunakan. Paling akhir kan tanggal 1 Desember“.

CAFE DI BANJARNEGARA
Kalau malam, pasti syahdu….

Helo…? Statement Masnya mengagetkan. Ouh..yes..ouo..pingsan! Saya coba melihat kembali vouchernya, dan ternyata benar. Batas akhir penukaran paling lambat tanggal 1 Desember 2014. Malu…memalukan…malu-maluin…nggak cermat…nggak cerdas. 😳

Putar balik, atau tetap lanjut? Pantang mundur, dong, meski hati sudah longsor dan wajah merona! 😛

18 Comments

  1. permisi mas udah buka belum cafenya? hihi.. padahal udah tau buka. kalo aku yang jaga kafe ganti nanya, maaf mbak mau ngafe ya?… hehehe.. (impas..

    Zzzzzz.. . . 😀

  2. Langsung ada penjual keset keliling keliling yang lewat yang tape nya lagi muter lagu “Sakitnya tuh di sini….” 😀

    Whahaha…semua sakiit. 😛

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *