Baju Baru untuk Lebaran, Yes or No?

Gengs, apakah kalian masih ingat sensasi berburu baju lebaran semasa kecil? Biasanya ramadan hari ke 15 atau pertengahan ramadan, orang tua sudah mulai merencanakan untuk belanja kebutuhan lebaran; ada kue lebaran, bingkisan-bingkisan untuk saudara, termasuk baju lebaran untuk anak-anaknya.

Bagi orang tua, membelikan baju lebaran untuk anak-anak menjadi salah satu hal yang sangat diusahakan atau menjadi prioritas. Dan kenapa membeli baju baru saat lebaran ini seolah-olah menjadi tradisi, ya? Kurang greget rasanya jika lebaran tanpa baju baru, khususnya buat anak-anak. Adakah yang tahu? ๐Ÿ˜€

Orang tua merencanakan, anak juga tidak mau kalah ikut membuat daftar belanja untuk keperluan lebaran. Ada yang pingin beli baju lebaran dengan model sama dengan artis-artis cilik yang kerap tayang di televisi atau ikut-ikutan beli model baju yang sedang trend saat itu. Dan sebagai anak desa, kadang merasa bahagia bangett ketika baju lebarannya mirip dengan artis. Lucu-lucu gemas! ๐Ÿ˜€

Masih lekat dalam ingatan. Pagi itu, kira-kira pukul 07.00 WIB, Ibu mengajak saya dan adik untuk ke pasar. Saat itu, kami masih duduk di bangku SD. Tahu akan diajak ke pasar, kami bahagia banget lah. Apalagi hampir menuju lebaran, ya pastinya ada harapan untuk dibelikan baju baru untuk lebaran, dong.

Nostalgia dulu…

“Kita nanti naik angkutan umum, ya. Tapi ingat, kalian harus tetap puasa, tidak boleh mokah!”ย Ibu mewanti-wanti sebelum kami berangkat ke pasar kota.

Maklum, kebiasaan kami kalau ke pasar pasti ngebakso. Tapi, sih, kami tetap menganggukan kepala supaya tudak banyak ceramah a la mamah dedeh. Yaaa…meski nantinya setelah muterin pasar buat cari ini itu ternyata lemas, pasti Ibu kagak tega melihat kami kepanasan dan merengek lapar.

BAKSOOO BAKSOOO…Hahaha.

Buk, nanti aku dibelikan 3 baju, yaaa. Buat hari pertama lebaran, buat silaturahim ke guru-guru, dan buat piknik.”ย Saya langsung melayangkan permintaan kepada Ibu mumpung masih di rumah. Siapa tahu masih bisa nambah uang. Yaaa…namanya juga usaha. ๐Ÿ˜€

Yups…saat lebaran tiba, ada tradisi salam-salaman keliling kampung, gitu. Ini pasti pakai baju muslimah banget. Lalu, lebaran hari ke tiga atau ke empat, setelah selesai silaturahim ke saudara-saudara, biasanya ada agenda berkunjung ke rumah guru-guru sekolah. Naaah, agenda akhir dan masih dalam suasana lebaran, biasanya ada kegiatan piknik, gitu. Sebelum back to school, gitu. Makanya, beli bajunya, tuh, ngga mau kalau cuma satu. ๐Ÿ˜€

Ada kebahagiaan tersendiri ketika memilih baju baru yang akan dikenakan untuk lebaran. Lihat-lihat, pegang-pegang, ternyata cocok. Terus pas liat harganga ternyata mahal banget. Yasudah, anak solehah tidak perlu merengek-rengek. Tinggal cari lagi sampai cocok dengan isi dompet Ibuk. ๐Ÿ˜€

Membelikan baju baru untuk lebaran…

Sedari kecil, saya, atau mungkin kita, sudah dibiasakan untuk membeli baju lebaran. Ketika dewasa dan sudah berkeluarga pun, pada akhirnya beli baju lebaran mau tidak mau masuk dalam daftar belanja kebutuhan lebaran. Betul apa betul?

Beberapa orang tua berpendapat, terpenting anak-anak bisa dibeliin baju lebaran. Orang tua bisa belakangan. Ini pikiran orang tua zaman dulu, nih. Beda dengan orang tua masa kini yang malah justeru berusaha sejuat tenaga menyisihkan uang untuk membeli baju lebaran satu set atau couple buat keluarga kecilnya. Betul apa betul?ย Ini kira-kira biar apa, cobaaa? ๐Ÿ˜†

Saya pribadi termasuk orang tua yang berusaha menyisihkan uang untuk membeli baju lebaran barang satu biji. Hari berikutnya, tidak apalah mengenakan baju lama dengan catatan masih layak pakai dan kelihatan baru. Baju lebaran tahun lalu, misalnya. ๐Ÿ˜€ Jangan terlalu bersusah payah atau malah memaksakan untuk beli baju baru dengan jumlah banyak, ya. Dikhawatirkan dapat menimbulkan gejala tekanan darah tinggi jika tidak sesuai dengan ekspektasi. ๐Ÿ˜€

Buat daftar belanja kebutuhan lebaran!

Seperti yang sudah saya tulis di atas, membeli baju baru untuk lebaran, tuh, tidak wajib. Karena seperti kita tahu, banyak kebutuhan menjelang lebaran. Ada baiknya sebelum mulai membelanjakan uangnya, membuatย  daftar rencana kebutuhan supaya tidak tekor di kemudian hari.

Nah, setelah membuat daftar rencana belanja, jangan lupa sesuaikan dengan anggaran yang ada. Kalian dapat memilih dan memilah kebutuhan lebaran berdasarkan skala prioritas. Supaya yang direncanakan bisa didapat, kalian harus berpatok padaย budget. Apalagi pada masa-masa seperti sekarang ini, adanya wabah virus corona sangat berdampak pada perekonomian masyarakat. Bagaimana caranya segala kebutuhan lebaran terpenuhi tanpa mebebankan keuangan? Ini PR banget.

Jadi, membeli baju baru untuk lebaran, yes or no?ย Kembalikan lagi pada kebutuhan dan skala prioritas, ya.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *