Batu Akik Cendol Sebagai Tanda Mata

Semilir angin yang berhembus dari Kutub Utara membuat saya ingin memamerkan Batu Akik Cendol. :mrgreen: Bukan….saya bukan termasuk orang yang suka mengoleksi batu akik. Hanya sebatas suka melihat hasil karya dari sebuah batu akik.

Rasa heran makin bertambah, saat mendengar cerita dari salah satu teman yang menginformasikan bahwa di Kabupaten sebelah, yaitu Purbalingga, seluruh Pegawai jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) di Kabupaten tersebut
diwajibkan menggunakan batu akik.

Heran…heran…heran. 😳 Saya penasaran, dong. Kenapa ada keharusan menggunakan Batu Akik bagi para Pegawai Pemda? Akibat kurang gawul, saya pun bertanya kepada dua rekan kerja yang berdomisili di Kabupaten Purbalingga.

Usut punya telusur, ternyata di sana ada beberapa penduduk desa yang memproduksi batu akik. Sebagian besar dari mereka mengolahnya secara perorangan. Mulai dari menyediakan batu yang masih utuh, membuat pola serta emban (tempat cincin), sampai pada akhirnya cincin tersebut tampak manis saat melingkar di jari.

Pemdanya tanggap juga, ya. Turut memberi apresiasi dan juga mempromosikan hasil karya milik masyarakat. Begitu juga dengan rekan kerja saya. Ikut memakainya meski dinasnya tidak di Purbalingga. :mrgreen:

Saya suka batu akik sekadar sebagai aksesoris semata. Ngga yang buat “macem-macem”. Suka melihat ragam warnanya juga. Namun tak pernah membelinya. Hihihi

Kalau kata Ibu saya: suka sewajarnya, benci seadanya. Saya suka batu akik *diulang lagi*. Dan saat ada teman yang menawarkan batu tersebut, saya ngga mungkin menolaknya, bukan? Karena saya suka batu akik *diulang terus* :mrgreen:

JENIS BATU AKIK
Ada rasa cendol. . .Hahaha

Ya…singkat cerita, saat saya datang ke rumah Mbak Nunung, penjahit langganan, suaminya tampak asyik membentuk batu akik pesanan orang di terqs rumah.

Waaah…batunya banyak banget, Mas. Itu sedang mulai dibentuk, ya?” Saya melihat Mas Nunung yang tampak serius memegang sebutir batu berwarna cokelat. Mirip warna gecol, biji buah salak. Katanya, sih, batu sulaiman. Hihihi

“Lho, kamu suka batu akik?” Mas Nunung terlihat heran saat saya mulai menyapa dan bertanya-tanya. Soal, katanya baru pertama kali disapa orang yang niatnya mau menjahit, bukan membeli akik. πŸ˜† Tanpa banyak kata, saya langsung mengiyakan!

Suka, saya suka banget melihat batu akik. *diulang sampai seratus kali* Mas Nunung memberi batu akik warna cokelat (lihat yang dielapak ujung jari saya) yang sudah dibentuk. Katanya, sih, akan diberikan kepada Isterinya. Akik yang berwarna cokelat ini merupakan akik terbagus (menurut Mas Nunung) yang sudah ia buat. Makannya dikasihkan kepada isteri. Ampun…manis banget cokelatnya. Seriusan!

Sepertinya wajah saya tampak pingin banget. Hingga pada akhirnya Mas Nunung masuk rumah, mengambil batu akik, kemudian diberikan kepada saya. Hihihi “Khusus buat kamu, Dah. Sebagai tanda mata. Semoga kamu suka“. Ikrar pun telah diucapkan. Asyiknya!

Menurutnya, batu akik yang berwarna hijau termasuk jenis batu akik cendol. mBanjarnegara banget, ya. πŸ˜† Saya punya niat, akik ini mau tak buat liontin. Tapi belum tahu kapan. πŸ˜†

Makasih banget buat Mas Nunung yang udah memberi batu akik cendol secara cuma-cuma sebagai tanda mata. Semoga banyak yang pesan ya, Mas. Terus, nanti saya dikasih lagi pas mengambil hasil jahitan. :mrgreen:

Teman-teman, ada yang ingin membeli atau sekadar melihat pembuatan batu akik? Sialakan singgah ke rumah Mas Nunung di Parakancanggah. Rumahnya dekat dengan Dinas Sosial (Dinsos) Banjarnegara. Rumah ketiga dari gang masuk pertama lewat jalan raya Dinsos. Salam Akiiiiiik. . . :mrgreen:

21 Comments

  1. Enak bgt mb dikasi akik, tp kok ada cendolnya ya.. Hehe.. Salut bt pmerntahnya yg mghargai usaha rumahan..

    Namanya dowang, cendol. πŸ˜€

  2. di Siak juga banyakkkk banget yang jualan batu akik,mulai di emperah,halaman ruko sampai di toko….^^
    yang ijo cantik ya^^

    Memang lagi mayak banget ya, Kak. πŸ˜€

  3. Wah.. Enak dong dapat yang gratisan!
    Saya juga suka, meski sampai saat ini belum punya. Sama sepertimu, suka bukan untuk yang “macem-macem”.. Hehe

    Barangkali, kamu mau ngasih saya tanda mata batu akik juga? Saya mau banget lho! Hahaha

    Jiahaha…terima kasih. πŸ˜›

  4. dibuat beos juga ok deh Idah.., tapi emban untuk bros belum ada ya, adanya emban buat cincin sama leontin aja

    Waah..malah ngga kepikiran untuk bros. Makasih sarannya, bunda. πŸ˜€

  5. memang harga akik itu berapaan sih idah, kok lagi booming banget ya dimana-mana

    Bervariasi bangett, Mbak. πŸ˜€

  6. Dinamakan batu akik cendol mirip isi cendol ya
    he.. he..
    Bisa juga buat pijatan dengan batu akik

    Belum pernah lihat orang pijatan dengan batu akik. πŸ˜€

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *