WISATA GUA DI INDONESIA

BumBum Mencemaskan Tensi Rendah

Teman-teman ada yang kenal dengan BumBum, ngga? Bukan teman Nemo, lho. Melainkan panggilan untuk seorang perempuan yang saat ini sedang hamil 13 minggu 5 hari, yang tak lain adalah penjaga gawang www.idahceris.com. 😆

Panggilan yang ngga biasa, ya. Karena, kan, sebagian besar orang memanggil seorang perempuan yang sedang hamil dengan sebutan BuMil. Tapi, Kakak, Om, Tante, memanggil saya BumBum sen(k)si. :mrgreen:

Pada usia kehamilan saya yang masuk tri semester kedua, saya cukup was was dengan masalah tensi saya yang rendah, nih. Saat masih gadis, saya ngga pernah memikirkan tensi saya yang memang selalu rendah.

Pernah suatu ketika saya periksa sekaligus konsultasi tentang tensi rendah. Dan menurut Dokter, saya memang punya potensi darah rendah. Yaelaah…potensi kok gini amat, ya. Potensi mbok ya menjadi penyanyi, atau apalah-apalah. 😆

“Jadi, yang namanya sudah potensi, ya semisal naik akan lambat. Sekalipun sering menyantap makanan yang bisa menambah tekanan darah.” Begitu kata Ibu Dokter. Sesering apapun saya mengkonsumsi makanan penambah darah, naiknya ngga bisa langsung jeder! Pelan-pelan, yang penting jangan sampai malas makan dan tetap terjaga asupan penambah darah.

Saat cek kandungan pertama kali di Rumah Bersalin Hidayah, sekalian USG, Dokter Santo juga bilang kalau saya ada potensi darah rendah. Beliau menyampaikan, jika dalam keadaan hamil, mending tekanan darahnya rendah, yang penting ngga rendah fatal. Ketimbang tekanan darahnya tinggi. Karena untuk menaikkannya nanti akan mudah, dan Beliau bisa membantunya.

USG PERTAMA

Kantung janin. . .

Saat itu juga, saya cukup tenang. Tapi, saat ada seorang teman yang bilang kalau sedang hamil, darah harus normal, saya kembali was was. Terlebih, darah rendah saya ini tidak memberi keluhan sedikitpun. Pusing kepala, misalnya. Jadi, menurutnya tambah menakutkan.

Iya, meski saya punya riwayat tensi rendah, tapi saya tidak pernah mengeluh sedikitpun. Ngga pernah merasa pusing atau apa. Tetap sehat, bergas, gitu. Saat minggu lalu cek hemoglobin (HB), tensi saya lumayan membaik, yaitu 90/60 dengan HB 11, 5. Tapi, berat badan saya turun dua kilo. Mungkin karena baru saja puasa full kalik, ya.

Ibu Bidan Puskesmas tempat saya cek HB menyarankan supaya saya rutin untuk konsumsi banyak sayur, buah, madu, dan juga sari kurma. Seenggaknya asupan tersebut bisa menambah kesehatan Ibu dan Janin, serta menstabilkan tekanan darah.

Teman-teman punya saran untuk saya, tak? Supaya tekanan darah tetap stabil dan kalau bisa, sih, normal. 😉

14 thoughts on “BumBum Mencemaskan Tensi Rendah

  1. Mbak, pas hamil 3 bulan tensi saya sempat anjlok mbak. Dan selidik punya sleidik karena saya banyak pikiran. Saran dari bidan ya tadi ibu hamil itu harus hepi dan resep dari ibu saya itu sering makan ati ayam mbak, tapi yang baceman. Bukan digoreng. Pas cek tensi lagi dah normal lagi mbak.

    Setahuku normal nggak normalnya tensi seseorang yang satu dengan yang lainnya itu beda Mbak. Kalau misal tensi segitu mbak nggak ada keluhan tak ada masalah.

  2. Hai Bumbum… Selamat ya atas kehamilannya.. Semoga sehat selalu, ibu dan jabang bayinya..

    Saya tidak punya pengalaman soal tensi rendah ketika istri hamil dulu. Jadi, belum bisa kasi saran. Hanya bisa kasi doa dan support saja. Gpp ya Dah, hehe.. 🙂

    Oya, selamat Idul Fitri ya
    Maafkan atas semua salah dan khilaf..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *