Cara Mudah untuk Memulai Investasi

Gimana perasaan kamu kalau melihat orang lain sukses dalam usia yang tergolong masih muda? Tentunya bahagia, ya. Bahkan, tak sedikit orang yang merasa iri melihat kesuksesannya. Iri yang saya maksud tentu dalam arti positif. Ingin seperti mereka yang terlebih dahulu sukses.

Saran dari Pak Mario Teguh, jika kamu melihat orang sukses, entah kamu kenal apa ngga, ada baiknya kamu berdoa “Ya Allah…tolong jadikan saya seperti dia.” Ini #TerMT banget. Efek sering nonton MT. :mrgreen:

Tak jarang dari mereka yang telah sukses tuh karena banyak prihatin dan ulet dalam usaha. Tidak takut mencoba hal baru, terlebih dalam hal investasi. Mereka selalu mencoba apa yang sekiranya bisa menguntungkan, tanpa merugikan oranglain.

Saat ini, saya belum berani melangkah untuk memulai usaha. Sempat beberapa tahun silam turut bergabung dengan usaha teman. Namun belum rejeki. Menciptakan, atau hanya sekadar ikut investasi usaha teman memang cukup banyak risiko. Tapi, kalau memang sudah berdarah wirausaha, sih, mungkin ngga mudah lelah untuk terus mencoba, ya. Lha ini *nunjuk diri sendiri*, belum punya mental wirausaha. 😆

Pada dasarnya memang belum cukup banyak modal untuk usaha. Namanya merintis usaha kan pasti membutuhkan uang yang tidak sedikit jumlahnya, ya. Nah, kalau punya uang ngga banyak, tapi ingin tetap berinvestasi gimana, dong? Ehm…ada caranya, kok. 😉

Punya sedikit uang, namun ingin tetap berinvestasi. Kamu cukup datang ke salah satu bank untuk ikut investasi. Risiko kerugian pun sedikit. Terlebih, jika kamu ikutnya yang plus asuransi. Banyak keuntungannya.

Pro dan kontra masalah investasi melalui bank selalu muncul. Apalagi kalau bank-nya bukan yang syari’ah. 😉 Tapi, sedari awal kamu niatkan baik saja, ya. Niat untuk menitipkan uang, karena memang belum bisa mengolahnya untuk menciptakan usaha. Atau, memang tidak cukup berani menanggung risiko.

Saya seringkali ingat kata-kata Bapak. Beliau menyarankan, jika sudah bekerja, ada baiknya minimal 25% dari honor digunakan untuk investasi. Sedangkan sisanya bisa ditabung dan untuk biaya hidup. Jangan lupa 2.5%nya, ya. 😉 Iya, beliau menyarankan yang utama untuk investasi. Sebab, adakalanya biaya dan kebutuhan hidup menyesuaikan dengan pemasukan. Makin banyak uang masuk, ada saja yang ingin dibeli, kan? Ngga heran kalau kadang mengesampingkan dana tabungan. 😛

cara mudah mulai investasi copy
Diniatkan yang baik….

Untuk memulai investasi melalui Bank, kamu musti survey dulu supaya ngga menyesal nantinya. Survey bisa langsung ke teman yang sudah memulai, bisa juga dengan cara membandingkan plus minus antara bakk satu dengan bank lainnya. Selain itu, kamu juga harus memperhitungkan pemasukan kamu. Ini malah lebih penting.

Pemasukan dan sisa honor yang kamu miliki hanya kamu dan Tuhan yang tahu, kan? 😆 Karena sistim investasi ada jatuh temponya, kamu musti serius dalam memperhitungkannya. Harus hati-hati. Sayang banget, kan, semisal sudah memberi sekian ribu rupiah dalam kurun waktu yang cukup lama, namun terhenti sewaktu-waktu karena ternyata tidak sanggup lagi membayarkannya. Konsekuensi untuk hal ini pasti ada.

Produk investasi plus asuransi pada masing-masing bank rata-rata dimulai dengan jumlah Rp 500.000 tiap bulan. Nah, mulai berhitung, ya. Kira-kira mampu pada tangga ke berapa? Ambil yang paling rendah atau kelipatannya. 😉

Kamu musti tahu juga, kalau kebijakan masing-masing bank berbeda perihal jatuh tempo bayar, kapan bisa mulai diambil, besarnya bagi hasil, dll. Begitu juga dengan kejutan yang diberikan. Semacam bonus, gitu. Tapi, ya tergantung program yang berlaku saat itu, sih. Bonus berupa satu set Ikea Pruta bisa didapat bagi nasabah yang membuka investasi pada bulan April-Agustus 2015 pada bank tertentu.

Saran saya, sih, bagi yang masih muda dan cukup takut menanggung risiko, mending perbanyak investasi di Bank saja. Ngga usah perbanyak menabung. Jangan berpikir ini akan menguntungkan pihak Bank, atau uang nasabah akan dimanfaatkan oleh pihak Bank. Meski realisasinya memang demikian, ya kita ambil positifnya saja. Bisa menyimpan uang, tanpa banyak risiko. Wis…titik. 😆

Pokonya mah, masih muda musti giat bekerja dan berinvestasi. Kelak, pas tua rejeki tinggal momong cucu cicit, tapi masih punya simpanan investasi. Iya, investasi plus asuransi yang saya ikuti tuh mengcover sampai saya berusia 80 tahun.

Nah, semisal memang niat tidak saya ambil, bisa untuk happy-happy bersama cucu, kan? Hihihi…Ini apaan banget, ya. Usia kandungan masih 12 minggu, tapi sudah ngomongin cucu. 😆

19 Comments

  1. Assalaamu’alaikum wr.wb Idah… investasi ini memang banyak risikonya jika tidak tahu hendak berurus niaga. kalau saya, sudah melakukan investasi dengan bank yang berurusniaga cara syariah. Selamat menjalani puasa dari Sarikei, Sarawak. 🙂

  2. Iya nih, mbak, saya sedang bertekad pengen menyiapkan dana yang bisa diinvestasikan… Kebanyakan investasinya di mall– ga bisa ditarik lagi, hahahaha…

  3. aku selalu ngusahain untuk nabung deposito.. buat biaya ngawinin anak2 soalnya plus ngasi bekal ke mereka ketika sudah berumah tangga nanti insya Allah *ngerapiin uban

  4. Ikea Pruta itu toples-toples gitu toh…kirain apaan mbak >,<
    belum berinvestasi banget ini mbak…masih nabung biasa aja di bank, itupun dananya masih keluar masuk. lebih sering keluar, daripada masuk…heheheh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *