WISATA GUA DI INDONESIA

Tentang Fitbar dan Ibu Menyusui yang Ikut Program Donor Kalori

Selama sembilan bulan (hamil), aktivitas olahragaku sangat terbatas. Hanya bisa olahraga ringan, seperti jalan santai  atau senam hamil yang hanya beberapa menit. Selanjutnya, pasca melahirkan ternyata aku masih jetlag, dong. *jiahahaha…jetlag*. Belum bisa membagi waktu dengan baik. Maklum lah, melahirkan anak pertama. Wajar, dong, sedikit keteteran.

Jangankan keluar rumah untuk olahraga. Pergi ke mini market untuk membeli keperluan Jasmine saja cukup susah. Belum bisa keluar rumah lama-lama, cyiiint. Meski sudah siap ASIP, tetap saja bawaanya pingin dekat terus dengan Kecemut. *ini bukan malas, serius*

Ngga pernah olahraga, tapi banyak makan, ngemil camilan di mana aku ngga memperhatikan prosentase nilai gizinya. 😀 Itulah aku, perempuan manis yang sedang rajin-rajinnya memberikan ASI kepada buah hati. Menjadi Ibu menyusui.

Omong-omong tentang camilan yang bergizi, ada satu camilan yang cocok banget buat Ibu menyusui Adalah Fitbar.

Teman-teman pernah mendengar tentang Fitbar? Aku yang pada dasarnya ngga suka jajan dikit, tahu Fitbar ini melalui iklan di televisi. Iklan tersebut sukses membuatku penasaran. Kira-kira, apa yang membuatku penasaran? Mau tahu, dong! Siip…nanti aku kasih tahu, ya.

Sekarang aku kasih tahu dulu, apa itu Fitbar?

Fitbar, Snack With No Worry adalah camilan sehat yang menurutku unique. Ada tiga varian Fitbar di manabagian bawah berlapis cokelat, yaitu Chocolate, Fruits, dan Nuts. Aku mengatakan unik karena masing-masing mempunyai ciri khas tersendiri. Varian Fruits, misalnya.

Seperti yang aku bilang tadi, seluruh varian Fitbar bagian bawah dilapisi dengan cokelat. Dan varian Fruits paling beda. Varian ini dilapisi dengan cokelat batangan berwarna putih di mana di dalamnya terdapat Oat serta Kismis yang kecut-kecut seger, gitu.

Sebenarnya semua rasa aku suka. Apalagi Nuts, rasa kacangnya begitu kental. Tapi, karena aku suka dengan kejutan, jadi lah aku lebih sering makan varian Fruits ini. Seperti mendapat kejutan karena tersebar kismis di dalamnya. Cetat cetuut kecuut enak!

FITBAR DONOR KALORI 3

Selain varian rasa, yang paling penting, Fitbar adalah snack bar yang bebas KOLESTEROL dan LEMAK TRANS di mana keduanya dapat meningkatkan kolesterol jahat dalam tubuh serta meningkatkan risiko penyakit jantung kardiovaskular dan diabetes tipe 2!

Aku ngga bakal takut ngemil, dong, selagi ada Fitbar. Terlebih, saat aku tahu, bahwa Fitbar adalah camilan sehat rendah kalori! Bahagia banget! Beneran, Fitbar sahabat gue banget!

Kok bisa, ya? Camilan tapi rendah Kalori

Nah, Ini lah yang membuatku penasaran dengan iklan di televisi. Dan memang bisa banget! Fitbar, camilan sehat ini diproduksi oleh Kalbe Nutritionals, sebuah anak perusahaan dari PT. Kalbe Farma. Tbk. Kalbe Nutritionals dibangun atas dasar kepedulian, tanggung jawab, keilmjan dan anrusiame dalam bidang farmasi dan nutrisi. Beberapa produk yang dihadirkan sudah dipercaya oleh para tenaga medis maupun konsumen untuk meningkatkan taraf kesehatan. Salah satu produknya yaitu Fitbar, camilan sehat yang rendah kalori.

Gimana? Kalbe peduli banget pada nasib generasi 90-an kesehatan kita, ya. Nasib orang yang punya hobi ngemil. Ngga hanya buat Ibu menyusui saja yang doyan makan, lho. Buat Teman-teman yang lagi program diet cocok ngemil ini. Untuk Anak-anak pun aman, menyehatkan.

kalbe_copy[1]

Tahu sendiri, jumlah kalori yang kita miliki ini erat kaitanya dengan kesehatan. Fitbar varian Chocolate, misalnya. Dalam satu bungkus, hanya terdapat 90 kkal. Cokelat tapi rendah kalori! Menyehatkan, bukan?

Detil dari keterangan gizinya yaitu; Rendah Kalori dengan Oat dan Gandum, Kolestrol 0 mg, Trans fat 0 g dan mengandung Kalsium serta Vitamin A, B12, dan C.

Fakta tentang kebutuhan kalori

Aku pernah membaca di salah satu situs online, bahwa masyarakat Indonesia terbagi menjadi dua kelompok, yaitu;

Pertama adalah kondisi anak Indonesia di daerah yang masih menderita malnutrisi akibat kemiskinan dan atau kurangnya pengetahuan oran tua akan nutrisi dan kebutuhan gizi anak. Kondisi beban ganda malnutrisi (double burden) masih menjadi masalah negara berkembang, seperti di Indonesia.

Merujuk pada data dari World Bank (2015), terdapat 8,4 juta anak Indonesia dibawah usia 5 tahun yang masih menderita malnutrisi kronis dan kekerdilan akibat kemiskinan dan atau kurangnya pemahaman orangtua akan standar kecukupan gizi anak. Kondisi seperti ini dapat menghambat perkembangan otak dan meningkatkan kemungkinan terjadinya diabetes, obesitas dan penyakit jantung, nantinya.

FITBAR DONOR KALORI 4

Kedua adalah kondisi masyarakat yang tinggal di kota besar, terutama orang dewasa yang mengalami kelebihan berat badan akibat konsumsi kalori berlebih, sedangkan kinerja metabolisme pada usia 20 tahun mulai menurun.

Pernah (lagi) membaca artikel di website Kemenkes, tertulis bahwa apabila kurang kalori dan kurang protein dikombinasikan, maka secara nasional, proporsi kurang kalori dan protein adalah sebesar 29,4 persen. Tiga provinsi yang proporsi kurang kalori dan proteinnya tinggi adalah Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Lampung.

Ini benar-benar masalah, ya. Karena yang normal, tuh, memang harus seimbang antara jumlah kalori yang telah masuk ke dalam tubuh kita dan berapa kalori yang harus dikeluarkan.

Gimana? Menyedihkan banget kalau sampai kekurangan dan atau kelebihan kalori, ya? Paling aman, ya, yang sedang-sedang saja. Tapi, namanya manusia, duduk sebentar saja pinginnya ngecemil ngemil. Melihat keripik singkong di dalam toples saja, tangannya ngga bisa diam. Berusaha meraihnya, kemudian olahraga mulut, deh. 😀

Maka dari itu, semenjak Fitbar hadir, di mana posisiku sekarang adalah sebagai Ibu Rumah Tangga yang sedang menyusui baby Jasmine, merasa tenang, lega dan beruntung dengan hadirnya camilan sehat rendah kalori ini. Kenapa merasa beruntung, sih, Dah?

Ketika Fitbar Menjadi Sahabat Bagi Ibu Menyusui

“Fitbar aman ngga dikonsumsi oleh Ibu menyusui?” Aaah..pertanyaanya ngga ada yang lebih hebring, gitu? Yang bikin aku rada mikir lama. 😆

Gimana mau bilang ngga aman, ya. Secara, camilan ini RENDAH KALORI. *caps lock again* And, do you know, Temans? Ibu menyusui, tuh, sudah ditakdirkan untuk mudah lapar! Hahaha Mau makan dikit tapi sering, atau banyak sekaligus, tetap saja bawaanya cepat lapar dan pingin ngemil. Serius. Secara, apa yang sudah BuSui makan, terus diserap oleh bayi melalui ASI. Makanya, Ibu menyusui mudah lapar.

Kebayang, kan, kalau ngga bisa kontrol asupan makan mau gimana coba? Apapun makanan atau camilan masuk mulut. Sama sekali ngga memperhatikan nilai gizi. Duuuh…jangan sampai obesitas pasca melahirkan, deh, ya. Ngewriii…

Aku merasa beruntung karena takdir yang sudah aku tulis sebelumnya, bahwa Ibu yang sedang menyusui mudah lapar. 😆 Sebelum melihat iklan Fitbar di televisi, tiap malam aku ngemil roti yang aku ngga tahu komposisinya dari apa saja, karena ngga ada keterangan komposisi pada bungkusnya.

FITAR DONOR KALORI

Bagiku (saat itu) yang penting malam hari ngga kelaparan dan ngga menyentuh nasi.  Bukan karena apa, sih. Malas saja malam-malam harus mengunyah nasi. Dan yang namanya roti itu mengenyangkan. Rasanya pun manis. Aku sukaa…aku sukaaa! Tapi…..

Setelah ada camilan Fitbar, yang mana takaran kandungan kalorinya ngga begiu banyak, aku mempertimbangkan lagi untuk makan roti apalah-apalah itu. Ya…meski sekarang aktivitasku sudah bertambah, yaitu dengan rajin jogging dan juga sepedaan tiap pagi, tetap saja aku harus bisa mengontrol pola makanku supaya ngga makin melaaar, Beib. :mrgreen:

Malam atau dini hari, yang biasanya bisa habis sampai 15 butir roti apalah-apalah, kini aku menggantikannya dengan mengonsumsi Fitbar sebanyak 2-4 bungkus tiap malam jika lapar melanda. Ngga hanya malam, pagi atau siang pun demikian. Ngga takut gemuk! 😀

Sebenarnya tanpa lari atau sepedaan, seorang Ibu menyusui sudah cukup banyak mengeluarkan kalori tiap harinya, lho. Perhatikan saja aktivitasnya dari pagi sampai malam. Ada banyak langkah untuk dan atau bersama buah hati.

Langkah kaki dimulai dari mandiin baby, mencuci pakaian, menjemur, angkat jemuran yang ngga cukup sekali, dll dll. Itu baru untuk si kecil. Belum lagi untuk diri sendiri dan juga keluarga. Bersih-bersih rumah, misalnya. Tapi, ngga ada salahnya menambah aktivitas yang –mungkin- bisa membuat badan lebih sehat dan bugar. Seperti Jogging!

Betapa berartinya tiap langkah kaki ini untuk mereka!

Belum lama aku mulai menambah aktivitasku yaitu jogging dan sepedaan. Dua aktivitas tambahan yang aku lakukan tiap pagi bukanlah program diet. Sebab, semakin aku berniat untuk menormalkan berat badan, justeru makannya makin lahap. Hahaha Jadi, biarjan saja semok apa adanya. Karena aku hanya ingin lebih sehat, badan kembali bugar.

Awal mulai berolahraga, badan ngga nyaman blas. Satu putaran lapangan saja sudah menyerah. *cemen* Beeuuh…ngakunya strong, ya. Tapi ternyata seterong. 😀

FITBAR DONOR KALORI 2

Daaaan…lagi-lagi karena Fitbar. Ya, kini Fitbar membuatku semangat berolahraga. Alasan paling kuat yaitu karena Fitbar punya program yang bertajuk “BERBAGI”. Siapa, sih, di dunia ini yang ngga suka berbagi? Kamu kah? Hiiissh…bunuh saja orangnya! 😆 *sadeees*

Selain produknya yang unique, program yang diselenggarakan oleh Fitbar juga menurutku unik. Adalah program #FitbarDonorKalori.

Apa, sih, #FitbarDonorKalori?

Fitbar mengajak Teman-teman mengumpulkan “10 Juta Kalori” untuk membantu anak jalanan agar memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Dengan cara paling sederhana seperti berjalan kaki, menaiki tangga, berlari hingga melakukan kegiatan olahraga apapun yang Teman-teman bisa.

Saat berolahraga, Teman-teman harus menyalakan alat untuk cek jumlah kalori yang telah berhasil terbakar. Bisa menggunakan aplikasi kalkulator kalori di smartphonemu. Unduh saja di playstore. Hasil dari kalori yang terbakar nantinya akan dikonversi menjadi dana yang dibutuhkan untuk melatih, mendidik dan mengaryakan anak-anak marginal Indonesia.

Fitbar, produk dari Kalbe. . .

Fitbar, produk dari Kalbe. . .

Bekerjasama dengan Yayasan Sahabat Anak, 10 Juta kalori yang terkumpul akan dikonversikan oleh Fitbar menjadi uang senilai 500 juta rupiah untuk dibeikan kepada anak jalanan yang kurang beruntung.

Gimana? Camilannya sudah jelas menyehatkan. Programnya keren banget. Masak masih ragu untuk berbagi dengan cara yang amat mudah dan sederhana ini, sih!

Yuuuk…ikut program #FitbarDonorKalori!

Nah, buat Teman-temanku yang sholeh dan sholehah, yuuuk…ikut bergabung dengan program #FibarDonorKalori. Caranya mudah banget! Praktikkan langkah-langkah di bawah ini, ya.

  1. Mendaftarkan diri melaui website www.fitbardonorkalori.com
  2. Lakukan aktivitas dan rekam menggunakan aplikasi apa saja di smartphone Teman-teman atau bisa menggunakan alat apa saja yang bisa memantau hasil kalori yang terbakar dari aktivitas. Contohnya; Smartwatch.
  3. Screen capture atau foto angka yang menunjukkan berapa banyak kalori yang sudah tebakar. Lalu, unggah melalui website www.fitbardonorkalori.com. Jangan lupa mendaftar dulu, ya. Kali saja terpilih sebagai pendonor terbanyak. *bangga, dong*
  4. Finish! Dengan mengunggah foto atau screen capture, berarti Teman-teman berhasil mendonorkan kalori yang nantinya akan dikonversi dalam bentuk rupiah untuk saudara kita yang kurang beruntung. Kalori yang sudah kita unggah akan terrekam dalam waktu maksimal 24 jam dengan notifikasi.

 

 

FITBAR DONOR KALORI Hari ke-3 Baby Jasmine bangun lebih awal dan ngga mau bobok lagi, dong. Jadi, aktivitasnya full di rumah. Daan….tau ngga? Olahraga di rumah, hanya dengan langkah sederhana; ke depan, ke belakang, bolak balik jemuran, jalan-jalan ke rumah tetangga bersama si kecil, masak, ternyata bisa membakar kalori lebih banyak dari kemarin. Yeeey! Lumayan banget bisa menyumbangkan 102KCAL buat Teman-teman yang kurang beruntung! Aku barusan shubmit kalori yang udah berhasil aku kumpulin melalui www.fibardonorkalori.com, dong. Gimana dengan Teman-teman? Kalau belum, mulai besok banyakin langkah, ya! Jangan lupa pakai alat atau aplikasi kalkulator kalori. Berbagi ngga pernah rugi, lho. Sekecil apapun. ???????????? @fitbar.id #Fitbar #FitbarDonorKalori #CamilanSehat #CamilanRendahKalori #Camilan

A photo posted by Idah Ceris (@idahceris) on

 

Sebagai penyemangat, unggah juga hasil kalori yan terbakar di akun sosial media Teman-teman. Ajak keluarga, tetangga, dan Teman-teman yang lain untuk ikut program dari Fitbar ini. Jangan lupa sertakan tagar atau hastag #FitbarDonorKalori, ya. Biar makin ramai. Syukur-syukur bisa menjadi trending topic, sehingga akan makin banyak orang yang mendonorkan kalori. Program ini berlangsung dari tanggal 1 Maret sampai dengan 30 April 2016.

Setiap Minggu akan ada pemilihan TOP Donatur dan penyelenggara akan memberikan hadiah kepada top donatur mingguan sesuai dengan pemilihan hadiah yang sudah ditentukan oleh panitia ketika aktivitas ini terselenggara. Pengumuman top donatur akan dilakukan di setiap minggunya di www.fitbardonorkalori.com selama aktivitas ini terselenggara dan info lebih lengkapnya di Facebook Fitbar Indonesia.

Yuuuk…bakar kalori sekarang juga dan jadilah donatur yang menorehkan senyum di lebih dari 10 ribu anak Indonesia. Ibu menyusui sepertiku saja bisa turut berpartisipasi, lho. Pasti Teman-teman juga bisa, dong!

23 thoughts on “Tentang Fitbar dan Ibu Menyusui yang Ikut Program Donor Kalori

  1. Waah, Idah rajiin olah raga. Pingin juga nih olah raga secara konsisten. Biar tetep sehat yoo. Btw, aku jg suka nih fitbar 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *