Jalan Alternatif Menuju Kebumen

Berusaha Mencari Jalan Tikus menjadi salah satu usaha saya untuk singgah ke kotamu. Tapi, kota yang dekat dan masih bisa dijangkau dengan sepeda motor. Ya, karena saya lebih memilih menggunakan motor untuk berpetualang di sekitar Jawa Tengah. Sering merasa mual dan ngantuk kalau naik kendaraan umum.

Selain berpetualang, Jalan Tikus juga sering saya pakai ketika pergi ke rumah teman, tempat kerja, alun-alun Banjar dan tempat lain. Weeks.

Tadinya saya mau membuat postingan seputar tips, tapi gak berani. Takut tipsnya gagal dan tidak diterima khalayak ramai. Hahaha Jika kamu adalah tipe orang yang suka berpetualang, pasti akan melakukan hal yang sama dengan saya. Yaitu mencari jalan tikus untuk menuju ke tempat yang akan dituju. Waduuh, jangan-jangan ini hanya saya saja, ya. Hyaah, gagal deh. Hihihi

Jalan tikus yang saya maksud bukan jalan yang dipakai untuk mrobol tikus-tikus berkumis itu, bukan tikus sungguhan lho, ya. Tapi jalan alternatif, jalan terobosan yang memungkinkan pengendara sampai tempat tujuan lebih cepat dan singkat. Misalnya; saya akan berpetualang ke Kebumen.

BENTENG VAN DER WICJK GOMBONG

Yuhuuiii. . .1818. . :mrgreen:

Sebelum berpetualang, hal pertama yang saya lakukan adalah cek aksesibilitas berupa “jalan” semaksimal mungkin. Cek seperti apa kondisi jalan menuju Kebumen. Ada berapa pilihan jalan untuk menuju ke sana? Ada jalan alternatif atau tidak? Jalannya berliku, nanjak, rata atau seperti apa? Saya harus tau sampai sedetail-detailnya untuk meminimalisir kesasar atau tersesat.

Mengapa saya lebih suka mencari dan menggunakan jalan tikus? Alasannya adalah sebagai berikut:

1. Karena itu adalah hobi saya. Hahahaha
2. Jalan tikus biasanya lebih sepi, ketimbang jalan raya umum.
3. Menghindari traffic light (baca: macet).
4. Menghindari kendaraan umum yang besar-besar.
5. Menghidari ketemu dengan mobil yang bawaannya seabrek dan berlebihan.
6. Menghindari disalip Bus Besar yang terkadang semaunya sendiri.
7. Mengirit Waktu dan Tenaga.
8. Mengirit Bahan Bakar Minyak (BBM)

Dan masih banyak alasan lain yang mendukung saya untuk memilih jalan tikus. Namun, sebelum cek kondisi jalan. Terlebih dahulu saya cek rute jalan menggunakan Google Maps. Paling tidak, saya harus tahu informasi jarak tempuh dari Banjarnegara menuju Kebumen.

Setelah saya tahu jarak tempuhnya, barulah saya mencari informasi “adakah jalan alternatif menuju tempat tersebut”. Kata Bapak saya, hampir semua kota mempunyai jalan alternatif kalau mau mencarinya. Saya pun mencari informasi dengan bantuan google dan atau tanya kepada teman-teman yang sudah pernah berkunjung ke tempat tersebut.

Jarak tempuh dari Banjarnegara-Kebumen melalui jalan raya umum bisa ditempuh kurang lebih 3,5 Jam. Melewati Purworejo Klampok-Susukan-Buntu-Gombong-Kebumen. Jika menggunakan jalan alternatif, bisa ditempuh kurang lebih 2 Jam, dengan rute Pasar Mandiraja-Waduk Sempor-Gombong-Kebumen.

KAWAH PUTIH

Yuhuui. . . pura-pura malu. .. 😛

Catatan mengabadikan, jika menggunakan jalan alternatif akan menghemat waktu 1,5 Jam. Berarti hemat pula BBM, Tenaga dan Ongkos. Catet itu, ya! Hihihi

Sebagai catatan (juga), karena saat berpetualang saya menggunakan motor, jadi sebelumnya saya sudah print out hasil pencarian lokasi via GMaps. Ini salah satu trik atau cara irit kuota internet dan irit baterai hendphone ketika perjalanan. Jika cuaca mendukung sih tak masalah handphone keluar masuk, lha kalau curah hujan sedang tinggi? Bisa berakibat fatal pada nasib handphone.

Jalan alternatif ini menguntungkan selagi jalannya mudah diakses dan aman. Karena, saya pernah mendengar ada beberapa jalan alternatif yang kurang aman ketika malam hari. Pada kenyataanya juga, sekarang jalan tikus sudah tidak sesepi dulu, sudah mulai ramai. Karena, mobil pribadi dan travel juga memilih jalan tersebut. Dan setelah saya amati, sekarang jalan alternatif banyak yang rusak. Jadi, kamu harus lebih hati-hati ketika akan memilih jalan alternatif, ya!

Kesimpulannya, jika akan berpetualang atau berpergian saya akan Berusaha Mencari Jalan Tikus telebih dahulu. Saya lebih suka menggunakan jalan alternatif ketimbang jalan raya umum, karena saya bisa mengirit BBM, Waktu, Baterai Handphone, Tenaga, Rem, Ban dan Ongkos. Huhuiii. Hanya satu kelemahan ketika memilih motoran dan jalan alternatif ini. Yaitu tidak bisa tidur. Weks weks weks.

Kalau kamu suka menggunakan Jalan Tikus gak? :mrgreen:

13 thoughts on “Jalan Alternatif Menuju Kebumen

  1. aku paling males kalo lewat jalur utama. enakan nerobos nerobos gitu sambil cari pengalaman baru yang jarang diungkap orang di google

    tapi google map atau gps selalu jadi alternatif kedua. datanya sering ga akurat kalo di luar kota. bolak balik dikasih jalan pintas, jebulnya harus berenang nyebrang sungai… *semprul

    makanya gps utama pake merk nanya orang lewat 😀

  2. Bener juga ya, lewat jalan tikus bisa ga kejebak macet. Tapi ya harus tau banget jalannya sih, kalau nggak, yang ada malah nyasar~ :’))

    MAngkannya perlu survey dulu, Gung. 😀 ^_*

  3. Ide tulisannya keren, Idah 🙂
    Suami saya suka cari jalan tikus. Kalo saya orangnya gampang tersesat dan jarang ke luar rumah jadi ndak suka nyari2 jalan tikus. Tapi kalo jalannya sama suami … nah baru asyik, lewat jalan2 kecil 🙂

    Sukses ya GA nya 🙂

    Sesekali nyoba jalan tikus pas sendirian, Mba. Siik lho. Siiit gesiit. 😀 ^_*

  4. Kalau bepergian pakai kendaraan sendiri, suami juga lebih suka mencari jalan alternatif, saya sih manut aja, kan cuma penumpang hehehe

    Kalau Mba Nanik dilepas sendiri, bakal binung keknya, ya. Hihihi ^_*

  5. sampai sekarang aku juga masih senang berpetualang dan mencari jalan alternatif. Jalan tikus biasanya bebas dari macet dan cepat sampai tujuan.

    Cocook! 😀 ^_*

  6. biasanya kalau lewat jalur rahasia atau jalan tikus, itu lebih cepet sampai nya ya daripada jalan utama. Tapi masalahya apabila kita belum pernah lewat jalan itu, kita pasti akan kesasar :mrgreen:

    PErcaya dan yakin gak akan nyasar. Udah, titik!. Hahaha ^_*

  7. Akhirnya nemu juga tulisan untuk GA di blogku. Soale yang didaftarkan tuh buat GA yang lain. Hehe…

    Uhuuy, sowri dowry ya, Kak. Hahaha ^_*

  8. saya jg seneng klo lewat jln tikus.. liat pemandangan yg berbeda, dan biasanya lbh cepet 🙂

    Pemandangan keboon ya, Mba. Hihihi ^_*

  9. perencanaan jalannya mantappp nih Idah.. 😀
    pasti jarang kesasar yah..

    aku sering nyasar idah… dijalan gede aja nyasar apalagi jalan tikus.. hahaha… payah yah

    Nyasar dalam perjalanan adalah ilmu yang paling berharga. 😀 ^_*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *