Terima Kasih Atas Kejutan Blogging di Tahun 2018

Profesi sebagai Bloger nampaknya nyaris sama dengan Guru. Bukan tentang jasanya, sih, melainkan profesi yang terus melekat pada diri. Tidak ada istilah mantan Guru, bukan? Pun dengan Bloger. Sudah lama tidak melakukan kegiatan Blogging, identitas sebagai Bloger tetap saja melakat pada diri. Uniknya, sekalipun sudah pensiun dari kegiatan blogging karena suatu sebab, tetap tidak ada mantan Bloger. Hahaha.

Aku sudah lama merasa demikian. Mungkin sejak tahun 2016 di mana aktivitas Bloggingku mulai menurun. Padahal mulai ngeblog saja tahun 2013, baru tiga tahun produksi konten menurun. Apakabar Bloger senior seperti Pakdhe Cholik, Om NH, dan Bloger senior lainnya yang sampai saat ini masih aktif menulis di blog. Duuh…istiqomah memang butuh perjuangan yang tidak biasa, ya. 😀

Pertengahan tahun 2017, aku sempat cerita sama tante kalau aku ingin berhenti ngeblog dengan berbagai alasan. Tapi nyatanya tidak bisa berhenti begitu saja. Banyak pertanggungjawaban atas sebuah profesi sebagai Bloger. Eh…lebih tepatnya soal sayang, sih. Ya, aku sudah terlanjur sayang sama dunia yang satu ini. Kerap sedih karena tidak bisa konsisten menerbitkan artikel sesuai tarjet, namun tidak bisa meninggalkannya begitu saja. Apalagi kalau sudah ngomongin “label”, Idah Bloger. Ugh…sungguh seperti ada tanggungjawab di sini. *nunjuk perut*

Tahun lalu, aku membuat banyak harapan untuk kegiatan blogging di tahun 2018. Salah satunya yaitu tentang tarjet publikasi tulisan. Iya, aku menarjetkan sebulan minimal menerbitkan empat artikel di blog ini. Artinya, seminggu sekali minimal ada artikel yang terbit. Nyatanya? Sebulan paling banter menerbitkan dua artikel. Kalau misal lebih dari dua artikel, berarti itu bukan artikel dari hati alias partnership. 😆

Minimnya artikel yang terbit tiap bulannya membuatku makin tidak percaya diri menyandang profesi sebagai Bloger. Tahun ini saja, aku menerbitkan tidak lebih dari 30 artikel. Artinya, konsistensi akan menulis makin menurun. Banyak moment-moment penting yang belum atau tidak aku tulis di blog. Sementara baru terekam di Instagram. Entah sementara, atau akan dilanjut ke blog, tapi belum tahu kapan akan mulai  mengeksekusi. 😀

PANTAI JETIS

Sejalan dengan kegiatan blogging di online yang menurun, aku kira tahun tahun ini kegiatan blogging di offline bakal turun juga. Yaaa…biasanya kan, gitu. Karena sudah jarang menulis, jarang interaksi dengan sesama Bloger, ya komunikasi atau networking makin sempit. Tidak banyak berharap untuk mendapat kesempatan mengikuti kegiatan offline yang masih berhubungan dengan blogging. Namun alhamdulillaah kesempatan untuk mengikuti event atau bahkan menghadiri undangan masih kerap berdatang lewat e-mail. Alhamdulillaah…alhamdulillaah…alhamdulillaah. 😉

Kesempatan-kesempatan atau tawaran yang datang, bagiku ini adalah kejutan. Nah, berikut ini adalah kejutan-kejutan atas Blogging di Tahun 2018 dengan foto-foto sedikit pamer. -astaghfirullahaladzim- 😆

Bloger Goes To Palawi (on May)

SKY BIKE DI BATURRADEN

Undangan famtrip datang dari PT. Palawi Baturraden, Bayumas, melalui Mbak Olip. Perusahaan yang mengelola beberapa wana wisata Baturraden ini mengajak aku dan keluarga kecilku serta beberapa teman-teman Bloger dari kabupaten tetangga untuk menginap di Villa, diajak jalan-jalan, dan berkuliner khas Banyumas.

Mendapat pengalaman seru menginap di Vila Aghatis, treking bareng keluarga, sampai menjajal wahana baru di sekitar Villa, sungguh menjadi moment yang membahagiakan. Selengkapnya tentang kegiatan famtrip Bliger Goes To Palawi bisa dibaca di blog post Petualangan di Wana Wisata Baturraden dan Pengalaman Menginap di Villa Agathis Baturraden.

Borobudur International Art and Performance Festival (on July)

Borobudur International Art and Performance Festival

Emm…undangan ini sebenarnya bukan by person, sih. Namun untuk komunitas yang konsen mempromosikan pariwisata di Indonesia. Sebut saja Gempita, yaaa. Melaui Gempita, aku kerap menerima undangan gretongan. Ya, undangan yang datang tidak hanya untuk satu orang, melainkan beberapa orang sesuai kebutuhan. Seperti undangan event BIAPF (Borobudur International Art and Performance Festival) ini eks karesidenanku dapat 8 undangan untuk melihat pembukaan event tersebut.

Mulai sore sampai malam hari, kami melihat suguhan atau perfrormance tarian khas daerah di Indonesia dan beberapa tarian mancanegara. Ini pertama kalinya aku menyaksikan tarian yang mengagumkan dan performernya totalitas banget. Btw, event ini masuk dalam daftar Calender of Event Kemenpar, lho. Karena tahun lalu aku gagal ke sini, maka tahun ini aku niat banget untuk hadir menyaksikan langsung gelaran BIAPF.

Oiya, event ini belum aku tulis di blog. Hahaha. *masih ngaku bloger? kan songong banget sebenernya, ya.*

Dieng Culture Festival (on August)

Dieng Culture Festival

Nah…kali ini aku mendatangi event di “rumah sendiri” yaitu di Dieng, Banjarnegara. Ya…apalagi kalau bukan event tahunan yaitu DCF (Dieng Culture Festival). Meski event ini sudah terlaksana beberapa kali, namun ini adalah kali pertama aku datang ke DCF. 😆

Aku mendapat undangan dari dinparbud setempat. Gelaran acara di daerah sendiri tapi untuk mengikuti acara tersebut harus menunjukan undagan. Gila, ya? Ngga lah! Sama halnya BIAPF, gelaran DCF ini juga masuk dalam Calender of Event milik Kemenpar. FYI, untuk dapat menikmati event dari awal hingga akhir selama 3 hari, wisatawan harus membayar sekian ratus ribu rupiah. Nah, dinparbud memberi kesempatan kepada aku dan dua temanku untuk meliput, membuat konten.

Sebagai pertanggungjawaban, seluruh konten video dan foto DCF sudah aku unggah di akun instagram @idahceris dan pengalaman mengikuti event pun sudah aku tulis dengan judul Unforgettable Moments at Dieng Culture Festival 2018.

Lampung Krakatau Festival (on August)

FESTIVAL KRAKATAU LAMPUNG (1)

Perjalanan tanpa diduga dan tanpa direncana yaitu menghadiri event FKL (Festival Krakatau Lampung) 2018. Bisa dibilang, ini perjalanan terberat yang pernah aku lewati selama menjadi seorang Ibu, sejauh ini. Kenapa? Gue harus ninggalin bocah yang super duper ngangenin selama hampir seminggu! Wooooyyyy…woy woooy! Beraaat rasanyaaaa.

Udah tahu berat, tapi tetap dijalani? Curhatan tentang ini belum sempat aku tulis. Mungkin akan membutuhkan waktu sehari semalam untuk menuliskannya. Terlalu banyak drama. 😆

Oiya, LKF ini juga masuk dalam Calender of Event Kemenpar RI. Event ini layak masuk COE karena “harta”, budaya, dan kearifan lokal Lampung, tuh, luar biasa. Banyak destinasi menarik di sana. Kalau diturutin, aku pingin nambah izin kerja untuk eksplorasi destinasi Lampung yang tak ada habisnya. Eh tapi, aku sudah menuliskan sedikit curahan hati untuk Lampung di blog post Jatuh Hati Kepada Lampung yang Menginspirasi. Untuk rangkaian event, belum aku tulis, ya. *masih ngaku bloger? kan songong banget sebenernya, ya.*

Deklarasi Netizen MPR-RI (on December)

Deklarai Netizen MPR RI.jpg

Kejutan Blogging kembali datang di penghujung tahun. Undangan deklarasi Netizen MPR-RI yang bertempat di Gedung MPR-RI. Undangan ini datang tiba-tiba banget dari teman-teman di Jawa Tengah. Ada Tina, Mas Hyudee, dan Mas Ambar. Aku bersama mereka datang ke Jakarta untuk melakukan deklarasi yang diselenggarakan langsung oleh MPR-RI bersama 44 netizen dari 11 Provinsi di Indonesia.

Pingin berbangga, tapi belum bisa karena sampai saat aku menulis blog post ini aku masih bertanya-tanya “apa yang bisa aku lakukan sebagai bloger, netizen, setelah mendeklarasikan empat point yang berhubungan dengan 4 pilar MPR-RI?”. Ah…ternyata sampai sekarang masih bingung. Eh…bukan bingung, tepatnya masih belum menemukan titik terang gerakan-gerakan setelah ada deklarasi. Hahaha. Bismillaah dulu, karena katanya harus mulai dari diri sendiri untuk mengaplikasikan hasil deklarasi netizen MPR-RI.

Btw, tentang Deklarasi Netizen MPR-RI belum juga aku terbitkan artikelnya di Blog, lho. Insya allah bulan ini. *masih ngaku bloger? kan songong banget sebenernya, ya.*

Destinasi Digital Pasar Lodra Jaya (On November)

DESTINASI DIGITAL PASAR LODRA JAYA

Boleh agak menyimpang sedikit dari aktivitas blogging, yaaaaa. 😆 Jadi begini, aku bersama 23 member yang tergabung dalam sebuah komunitas pariwisata yang dibentuk oleh Kemenpar RI, tahun 2018, tepatnya bulan November, turut mensukseskan salah satu program Kemenpar RI yaitu tentang Destina Digital.

Emm…kali ini aku berbangga, bahagia, meski pada akhirnya harus rela dan ikhlas tiap akhir pekan khususnya hari Minggu, quality time bersama keluarga menjadi berkurang. Belajar dari pengalaman nih, ternyata menciptakan destinasi baru ternyata cukup mudah asal sudah ada konsep yang matang. Apalagi sudah disediakan dana oleh Kemenpar RI. Komitmen untuk terus maju berkembang, dan saling menguatkan sesama member untuk meng-eksis-kan destinasi, ini bukan perkara mudah. Sudah tergabung dalam satu wadah, satu passion, tetap saja butuh perjuangan yang teramat. *haiyaahh…curhat ini, curhat banget.*

Yaa…terlepas dari masalah-masalah karena orang masih hidup selalu saja ada masalah, aku bangga bisa kenal, bergabung, bekerjasama dengan teman-teman yang telah berjuang keras, memilih untuk bertahan di Destinasi Digital Pasar Lodra Jaya, terus mengembangkan destinasi digital disela-sela rutinitas harian yang nyaris tidak ada jeda.

2018, terima kasih atas kejutan-kejutan dari Blogging. Aku tidak akan membuat resolusi Blogging untuk tahun ini. Bukan karena pasrah atau makin lemah, biarkan blogging berjalan semaunya saja, yang jelas Menulislah karena menyehatkan. 😉

14 Comments

  1. Pencapaiannya tetap hebat, Mbak. Jngan patah semangat. Semoga di tahun ini bisa lebih baik lagi adripada tahun kemarin. Rajin nulis denagn target itu penting agar bisa fikus paad tujuan.
    Salam kenal.

  2. memang menjadi blogger itu susah gampang apalagi kalau terkena virus males aduh bisa setahun sekali nulis artikelnya seperti saya, salam kenal bogger nyubie mba

  3. Tok tok tok, masuk Idaaaaah. Maafkeun lama tak mampir dan saya malu sebetulnya datang ke sini. Kasih senyum yaaa, semoga membaca artikel kejutan blogging di 2018 ini, aku menjadi tersemangati kembali ya, Idah. Lagi latihan nulis lagi, nulisnya komentar dulu dan blog pertama yang kukunjungi di 2019 adalah Idah Ceris, syalalalaaaaa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *