Langkah Baruku

Komputer Sebagai Alat Bantu Dalam Proses Pendidikan

[dropcap]D[/dropcap]

engan semakin canggihnya dunia teknologi mikroelektronika, peran komputer tidak mungkin diabaikan begitu saja. Tentunya komputer bukan tanpa masalah untuk dapat diterima oleh masyarakat. Masalah seperti buta komputer (komputer illiterate), kesiapan mental dan juga harga yang relatif masih cukup mahal perlu ditanggulangi. Walaupun demikian keuntungan yang dapat diperoleh dengan adanya komputer juga cukup banyak, antara lain komputer digunakan sebagai alat bantu dalam proses pendidikan. Sebagai contoh, hal ini dapat meliputi sumber informasi yang berlimpah dengan adanya fasilitas basis data (data base), perpustakaan elektronis, perpustakaan soal dan kisi?kisi, membantu penyampaian / pemahaman materi, membantu latihan soal dan pemahanan materi (drill & practice, tutorial), simulasi hukum-hukum alam, membantu proses pengolahan & analisa data / informasi dan membantu proses penurunan rumus?rumus matematika.

Komputer untuk Pembelajaran

Peningkatan cara berfikir dirasakan penting karena perkembangan teknologi yang sangat pesat mengharuskan seseorang untuk mempunyai ketrampilan belajar (cara berfikir) yang tinggi. Dengan kata lain, proses belajar merupakan proses pembentukan pengetahuan bukan proses menghafal pengetahuan. Jadi kita dapat menggunakan pengetahuan yang telah kita miliki untuk membangun pengetahuan yang baru.

Dibandingkan dengan media pendidikan yang lain, seperti overhead, tv, dan film, komputer itu lebih memungkinkan untuk membuat siswa menjadi “aktif” bermain-main dengan informasi. Perangkat lunak dapat dibuat agar interaktif. Hal ini sukar dicapai oleh media lainnya. Selain itu perangkat lunak untuk pendidikan dapat di sesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing murid. Dengan demikian memungkinkan murid untuk berkembang sesuai dengan keadaan dan latar belakang kemampuan yang dimiliki.

Tetaplah rajin untuk mendampingi anak, ponakan, sepupu atau anak kecil yang sudah suka bermain komputer. Bimbingalah anak-anak dalam mengoperasikan komputer untuk pendidikannya, karena untuk belajar komputer sebenarnya ada tingkatannya. :senyum:

15 thoughts on “Komputer Sebagai Alat Bantu Dalam Proses Pendidikan

  1. marsudiyanto

    Usul Mbak…
    Kalau pilih theme blog sebaiknya yg lebarnya statis, jangan yang fleksibel ngikuti layar kayak yg ini…
    Kata yg ahli, kalau lebarnya fleksibel bisa mempengaruhi tampilan.

    Terus theme yang baik untuk blog saya kira2 apa ya, Pak? :senyum:

  2. imamboll

    Saya rasa benar juga mbak idah
    apalagi jaman sekarang, butuh banget yg namanya komputer buntuk mempermudah proses pendidikan di sekolah sekolah

    Ingat-ingat, tetap dampingi ponakan2 saat berkomputeria, takut nyenggol kabel listrik. :lol:

  3. uyayan

    setuju Id… tapi kalau anak saya agak susah belajar di komputer, maunya maen game terus hehehe….
    apalagi sandy pas di tanya udah berapa game yang sandy tamatin ? jawabnya lupa, udah banyak katanya… tapi sekarang mendingan dia lagi garap/bikin game sendiri….

    Hihihihihihi, salam untuk ade Sandy ya, Pak Uya. hihihihi
    Bapaknya sampai kalah ya kalau join game. :lol:

  4. Lidya

    enaknya sekolah jaman sekarang ya, sejak kecil sudah dikenalkan komputer. Tapi Allhamdulillah aku sejak sudah mengenal komputer dari bapakku

    Perkembangan iptek ya, Mom? :senyum:

  5. vizon

    Poinnya adalah “alat bantu”. Kalau yang itu saya setuju. Sebab, sekarang ini sudah banyak sekali sekolah-sekolah yang membuat murid-muridnya tergantung dengan komputer. Dan itu membuat proses kreatifitas menjadi terhambat.

    Dari Nechan Imelda, saya ketahui bahwa di Jepang, sampai tahap SMA, anak-anak tidak diberi pembelajaran komputer. Mereka harus menulis menggunakan tangan. Saya setuju sekali dengan hal ini. Ketrampilan menulis dengan tangan tetap harus ditumbuhkembangkan, dan pengetahuan tentang komputer juga harus diberikan. Keduanya harus selaras.. :)

    Waw, saya malah baru tau, Uda. ..
    Negara maju tapi bisa sederhana dalam pembelajarn. . .
    Sederhana yang sangat membimbing. . .
    Saya Saluut. . . :senyum:

  6. febrian hadi

    pernah baca di media, salah satu sekolah sd di Surabaya ada yang tugas2 daan PR lainnya dikerjain dan di posting di web/blog pribadi. :tepuktangan:

    semakin canggih saja ya, mas?
    Semoga dengan hadirnya teknologi yang satu ini selalu memberi dampak positif dan bermanfaat. :senyum:

  7. Abed Saragih

    Zaman saya dahulu kalau pakai komputer spesifikasinya cuma pentium 3 mode CRT dan CPU mode tidur,,,lucu rasanya.
    Coba kalau sekrang udah pakai LCD dan CPU yang terlihat ramping dari bentuk dahulunya.

    Sekarang CPUnya udah gak bisa tidur lagi ya, mas. . .
    karena dari pagi on terus sampai malam. .. :lol:
    #gak nyambung aku. :melet:

    1. Abed Saragih

      Maaf tambhannya :
      Dulu pakai Pentium 3 kalau sekarng udah enka pakai Dual Core. :)

      Aseeek, ada tambahannya. .. Terimaksih Dual Core, terimaksih mas abed. :senyum:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Content security powered by Jaspreet Chahal