gambar selamat menunaikan ibadah puasa

Lima Hal yang Membatalkan Pahala Puasa

Seluruh jama’ah pengajian kuliah subuh sudah berkumpul di masjid ta’lim Al-Hidayah. Sebelum pengajian dimulai, mereka mealakukan aktivitas sendiri-sendiri. Kebanyakan sih saling memberi ceramah antara satu sama lain, alias ngomong dewek. Pagi-pagi sudah ramai saja, dong.

Di sebuah ruangan yang cukup luas, tampak masih ada beberapa jama’ah, khususnya Bapak-Bapak terlihat mengantuk. Namun, tak sedikit pula diantara mereka yang asyik membicarakan quick count pilpres. Ada pula yang membicarakan sepak bola. Oke lah, itu adalah menusiawi. Maksud saya, kalau sudah duduk dan ada teman disampingnya, kemungkinan untuk mengobrol sangat besar, yes.

Sementara, kubu para Ibu-Ibu lebih memilih untuk tadarus. Emm. . . tapi, ada juga yang duduk berkelompok. Terlihat antusias sekali seperti sedang membahas suatu hal yang penting. Bagaimana dengan saya? Saya memilih memejamkan mata sembari menunggu Bapak Slamet yang pagi tadi bertugas sebagai pemateri kuliah subuh. Hahaha

Kurang lebih lima menit sudah kami menunggu kedatangan beliau. Namun, tak ada tanda-tanda kedatangan beliau. Setelah salah satu jama’ah menghubunginya, ternyata beliau masih sakit dan izin tidak bisa mengaji bersama. Yaaa. . .kami pun berdoa untuk kesembuhan beliau.

Hmmm. . .akhirnya, terjadilah aksi saling lempar tugas sebagai pemateri kuliah subuh. Baru kali ini terjadi hal demikian. Ternyata aksi saling lempar seperti ini tidak hanya terjadi di kalangan remaja saja, ya. Hahaha Yaa. . .mungkin layaknya pemateri yang profesional, mereka harus mempersiapkan materi terlebih dahulu sebelum beraksi. Dan, orang yang selalu siap untuk mengisi materi kuliah subuh tanpa persiapan yaitu para ustadz yang sering mengajar di TPQ.

Jadi lah Bapak Khalimi menjadi pemateri atau penceramah kuliah subuh. Tanpa mukadimah yang panjang, beliau langsung memberi materi tentang lima hal yang membatalkan pahala puasa ramadhan. Beliau lebih fokus membahas hal yang membatalkan pahala puasa, bukan hal yang membatalkan puasa.

Sudah banyak orang yang tahu dan paham mengenai hal yang membatalkan puasa, seperti makan dan minum disengaja, muntah secara sengaja, bersetubuh pada siang hari, dll. Namun, menurut beliau belum banyak orang yang paham akan hal-hal yang membatalkan pahala puasa.
Mereka bisa menjalankan ibadah pusa, namun tidak akan mendapat pahala. Pahala puasa ramadhan bisa tidak diterima oleh mereka yang menjalankan puasa sampai bedug maghrib, manakala mereka melakukan hal-hal sebagai berikut:

  1. Al Kadzibu atau berdusta.
  2. Al Ghibah atau berguncing.
  3. Annamimah atau mengadu domba.
  4. Walyaminul Ghamus atau sumpah palsu.
  5. Annadho bi syahwat atau melihat wanita yang bukan mahram dengan syahwat.

Dari ke lima hal di atas, yang cukup detail pembahasannya yaitu tentang Al Kadzibu atau berdusta. Beliau malah sempat mengatakan, bahwa tanpa disadari bohong atau berdusta bisa menjadi pakaian sehari-hari. Hish, mengerikan banget, sih.

Selama kurang lebih delapan jam mampu menahan lapar dan dahaga, tapi tidak mampu menahan ke lima hal di atas. Bisa diartikan, menjadi sia-sia puasanya karena hanya mendapat rasa lapar dan dahaga saja dan tidak mendapatkan pahala puasa.

Eman-eman mbanget sakjane, ya. Tapi, namanya manusia terkadang suka lupa dan tidak merasa melakukan hal-hal yang tidak terpuji. Jadi, mari sama-sama belajar dan berusaha untuk menjadi orang yang bertaqwa dan beriman.

17 thoughts on “Lima Hal yang Membatalkan Pahala Puasa

  1. Menjaga lisan dan pandangan, memang kadang sering diabaikan ya. Eman bener puasane 🙁

    Jangan diabaikan lagi, yes. 😀

  2. semoga aja yah, bisa belajar yang lima diatas, tapi emang susah 🙂

    Belajar dikit demi dikit, Kak. . . 😛

  3. mari belajar dan menahan diri, semoga kebiasaan baik di Ramadhan terbawa ke bulan berikutnya *tapi pelupa memang sifatnya manusia

    Yuuk marii, Mbaa. 😀

  4. semoga puasa kita di terima yah mba …. 😀
    oya yg GA kudet sy udah share ke 3 kalinya loh mba, apa blm masuk yah ,,,,hehe 😀

    Sudah tak cek di TL saya belum nemu. 😀

  5. makasih udah berbagi dan mengingatkan 🙂 beberapa tahun terakhir ini saya ga bisa denger tausyiah sebelum tarawih dan ceramah subuh…

    Kenapa emang, Mba?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *