1ON+ Smartfren

Menggali Potensi Masing-masing

Pada masa awal-awal pemerintah mengeluarkan kebijakan WFH (work from home) sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus COVID-19, tempat kerjaku juga memberlakukan WFH meski hanya satu minggu saja.

Pelaksanaan WFH memang hanya seminggu, namun dampaknya bagi saya luar biasa. Saya bilang luar biasa karena sebagai working mom, saya masih merasa susah membagi waktu untuk keluarga, khususnya untuk anak saya yang saat ini berusia 4.5 tahun. Tahu sendirilah, anak-anak sangat membutuhkan sosok orang tua sebagai pendamping dalam tiap aktivitasnya. Apalagi ketika masih balita, dia masih belajar banyak hal.

Saya WFH, suami tidak WFH, dan anak saya yang saat ini sekolah di PAUD juga diliburkan karena pemerintah memberikan kebijakan SFH (school from home) sampai batas waktu yang belum diketahui. Di sini lah saya merasa bahagia. Meski WFH hanya satu minggu, tapi seperti yang saya bilang tadi, saya merasa beruntung karena setidaknya punya waktu intens bersama anak.

Nah, ketika sama-sama di rumah, banyak hal yang kami lakukan bersama maupun mandiri. Saya mengajak Kecemut untuk berkreasi dan kami menggali potensi masing-masing.

Anak-anak diminta untuk berkarya.

Belajar dari rumah, guru membuatkan jadwal kegiatan untuk belajar di rumah. Alhamdulillaah…jadwal yang diberikan cukup variatif, sehingga anak tidak merasa bosan. Variatif yang saya maksud yaitu kegiatan tidak hanya mengacu pada buku pelajaran di sekolah. Tapi lebih pada perilaku harian dan hobby.

Mengerjakan soal-soal pada buku pelajaran menurut saya sudah biasa. Namun ketika anak diminta untuk olah suara, olah rasa, dan olah raga, ini menjadi pengalaman sangat berharga buat saya. Ketika melihat anak menari, misalnya. Rasanya surprise banget ketika menangkap gerakan kakinya yang lincah dan gerakan tangannya yang begitu gemulai. Ada rasa tidak percaya bahwa dia seperti ada bakat menari karena saya sendiri tidak bisa menari. 😀

Anak-anak diwajibkan belajar melalui channel TVRI.

Belajar dari rumah, mendikbud menghimbau kepada anak sekolah untuk belajar melalui channel TVRI. Semenjak ada himbauan ini, guru di sekolah Kecemut tidak lagi membuat jadwal pelajaran. Anak-anak diminta untuk nonton dan setelahnya guru memberikan beberapa pertanyaan melalui WAG yang digunakan sebagai salah satu media komunikasi.

Setiap anak mendapatkan pertanyaan yang berbeda. Cara menjawabnya pun beragam sesuai imstruksi dari wali guru. Ada yang diminta menggunakan voice note, video, rekaman, foto, dll. Belajar dari rumah pun terasa lebih menyenangkan.

Mengakses youtube kids.

Anak zaman sekarang pasti mengenal youtube. Tidak usah menunggu sampai usia lima tahun karena sejak usia batita, ada beberapa orang tua yang memutarkan tontonan lucu-lucu seperti kartun melalui youtube.

Selama SFH, saya juga memberikan akses kepada Kecemut untuk nonton beberapa channel edukasi, gitu. Belajar menulis, belajar melafalkan, sampai belajar membuat prakarya yang sederhana.

Dari beberapa kegiatan yang telah dipraktikan, ternyata dia sangat tertarik dengan membuat prakarya dan kurang begitu berminat dengan mewarnai. Namun jika diminta untuk menggambar, dia sukaaa. 😀

Belajar membuat tampilan desain yang menarik.

Kali ini giliran saya yang berkegiatan dari rumah, ya. 😀 Pekerjaan saya di kantor, tuh, sudah terjadwal dari minggu pertama sampai minggu terakhir tiap bulannya. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan kecuali aplikasi yang digunakan untuk kerja sedang bermasalah. 😀 Selebihnya, yaitu kerjaan atas perintah atasan dan permintaan Eselon 1. Jadi selama WFH, saya lebih mengoptimalkan diri untuk menambah ilmu melalui channel atau akun favorit. Belajar membuat tampilan desain toko online, misalnya.

Ya, hobi ini dulu sempat berhenti karena saya tidak dapat membagi waktu antara mengurus keluarga, pekerjaan kantor dan kerjaan sambilan sebagai blogger. Alhamdulillaah…ketika anak mulai tumbuh besar, saya bisa kembali bermain-main dengan toko online. Yups, membuat toko online untuk pribadi dan beberapa klien. Karena ingin memberikan yang terbaik, saya belajar lagi, dong. Istilahnya, mengupgrade ilmu dan kemampuan supaya bisa mendpatkan karya yang terbaik khususnya untuk klien.

Quality time! 

Quality time menjadi akhir kegiatan selama berkegiatan di rumah. Maksudnya, kami mempunyai waktu untuk bercerita, berdua, mengenai hal-hal yang disukai maupun kurang disukai. Saya pun membuat catatan kecil khusus buat Kecemut yang berisi evaluasi selama berkegiatan di rumah.

Mulai dari sini, setidaknya saya dapat memaksimalkan bakat atau potensi yang dia miliki untuk bekal belajar kedepannya. Eh iya, saya tidak menuliskan kegiatan suami, ya. Soalnya dia, tuh, tidak membuat kegiatan spesial selama masa pandemi ini. Hahaha.

Btw, kalian punya kegiatan seru selama berkegiatan di rumah? Boleh dong bagi cerita. 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *