DEKLARASI NETIZEN MPR RI

Yuk, Menjadi Bagian dari Netizen MPR RI

Akhir tahun 2018, aku mendapat kejutan dari teman-teman satu komunitas (ngga mau sebut nama, takut dapat logam mulia) untuk ikut menghadiri undangan dari MPR RI perihal Deklarasi Warganet MPR RI. Bersama Mas Ambar, Mas Hyude dan Tina yang sebelumnya pernah mengikuti acara sosialisai Empat Pilar MPR RI di Semarang, pada hari Jum’at (7/12/2018), kami berangkat dari Bandara Ahmad Yani Semarang menuju Jakarta.

Ini kali kedua aku mengikuti deklarasi setelah dua tahun yang lalu resmi menjadi bagian dari GenPI Jawa Tengah yang mana saat itu juga ada sesi deklarasi oleh Kementerian Pariwisata RI.  Meski sama-sama deklarasi, namun kali ini acaranya lebih rapih meski pada akhirnya aku bingung harus mulai dari mana pasca menandatangani dekalarasi warganet Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI. Hahaha.

Warganet atau netizen adalah seseorang yang aktif terlibat dalam komunitas maya atau internet pada umumnya. Bisa dibilang, hampir setengah kehidupan mereka ada di dunia maya. Ngeri ngga, sih? Emm…ya ngga, dong. Karena saat ini internet telah menjadi gaya hidup. Ya, sadar atau ngga, internet telah mengubah gaya hidup. Apalagi di era digital seperti sekarang ini, ngga ada yang ingin ketinggalan. Semua ingin menjadi yang pertama tahu akan suatu momen atau peristiwa. Dan mirisnya, Indonesia melewati satu era penting sebelum era digital yaitu era membaca. Ya…sebut saja era membaca. 😀

Miris, banget kan?

netizen mpr ri

Jawa Tengah Squad… 😉

Budaya membaca belum sempat singgah di Indonesia, namun sudah keduluan masuk di era digital yang makin ke sini makin “keras”. Seperti yang kita tahu, setiap pemberitaan atau informasi yang beredar lewat media online atau timeline media sosial, ada yang benar dan ada juga yang kurang tepat atau bahkan tidak benar. Release berita atau informasi hendaknya dibaca dengan cermat dan teliti. Jika ragu akan isi informasi tersebut, ada baiknya mencari sumber atau menggali informasi supaya tidak simpang siur yang berujung fitnah atau pertengkaran di ranah dunia maya. Maka dari itu, sebagai warganet yang bijak harus dapat menyaring berita supaya tidak menimbulkan kesalahpahaman atau masalah.

Tidak ingin muncul permasalahan tentang konten tidak baik di ranah dunia maya, MPR RI menggandeng warganet untuk turut mensosialisasi empat pilar MPR RI. Ada yang belum tahu tentang empat pilar MPR RI? Sini, baca pelan-pelan paragraf ini! Ya, empat pilar tersebut yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Roadshow sosialisasi ini telah dimulai sejak tahun 2015. Kemudian akhir tahun 2018, total 44 netizen perwakilan dari 11 Provinsi di Indonesia diminta untuk menyusun draft deklarasi warganet Indonesia yang pada akhirnya akan dipilih poin-point penting untuk dideklarasikan esok harinya.

Menyusun Konsep Deklarasi Warganet (Netizen) MPR RI

Bertempat di Merapi Ballroom Hotel Sultan Jakarta, kami dibagi menjadi 5 kelompok untuk menyusun konsep deklarasi netizen MPR-RI. Sesuai arahan dari Mbak Mira dan Mbak Liya yang saat itu menjadi moderator acara, tiap-tiap kelompok menyusun minimal 5 poin terkait netizen yang dikolaborasikan dengan empat pilar MPR RI.

Penyusunan konsep ini dilakukan pada malam hari usai sesi gala dinner dan acara pembukaan oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat MPR RI Siti Fauziah. Kebayang tidak, habis makan-makan enak, lalu otak harus berputar dengan durasi waktu tidak lebih dari 20 menit. Hahahaha. Meski dalam keadaan kenyang, tapi tidak ada yang ngantuk karena malam itu juga konsep harus selesai.

netizen day-1 (459)

Tepat pukul 22.00 WIB, konsep dari masing-masing kelompok telah terkumpul. Kemudian, moderator bersama para Netizen memilih dan memilah poin-poin yang telah dibuat. Pada akhirnya, terpilih empat poin yang akan dideklarasikan esok hari. Namun sebelum dideklarasikan, keempat poin tersebut diberikan kepada Bu Siti Fauziah dan Pak Andrianto Madjid, Kepala Bagian Pengolahan Data dan Sistem Informasi, untuk dikaji sebelum dideklarasikan esok hari di Gedung Nusantara V MPR RI.

Tujuan dari deklarasi ini untuk mengajak para netizen mensosialisasikan 4 pilar kebangsaan melalui dunia maya atau media sosial. Di era digital, sosial media menjadi platform yang paling efektif menjadi media informasi. Melalui media sosial, sosialisasi 4 pilar kebangsaan akan efektif karena bisa menjangkau seluruh kalangan, terutama kaum milenial.

Gladi Bersih Deklarasi Warganet (Netizen) MPR RI

Satu hal yang melekat dalam ingatan, Pak Andri sempat menyampaikan saat kegiatan ramah tamah di Merapi Ballroom bahwa para netizen akan mendapat tempat yang istimewa untuk kegiatan deklarasi yaitu di Gedung Nusantara V MPR RI. Menurut Pak Andri, gedung ini hanya digunakan untuk menerima tamu-tamu penting delegasi. Dan para Netizen ditempatkan di gedung ini karena termasuk tamu-tamu penting. Dari sini aku merasa istimewa banget dan jantung mulai berdebar norak. 😆

Alhamdulillaah…Sabtu (8/12/2018), kami pun sampai di Gedung Nusantara V MPR RI. Sebelum gladi bersih dimulai, Pak Andri sharing tentang peran netizen dalam membantu mensosialisasikan empat pilar MPR RI. Sementara Bu Siti Fauziah atau yang akrab disapa Bu Titi, meminta kepada para netizen untuk aktif memberi konten positif melalui internet dan tidak menyebarluaskan konten-konten yang tidak mendidik.

deklarasi netizen mpr ri

Memasuki Gedung Nusantara V MPR RI, sama sekali tidak ada kesan mewah. Namun gendung ini begitu bersih, rapih, dan bikin betah. Nah, pas masuk dalam ruang pertemuan, di sana sudah berjejer x banner yang berisi kalimat-kalimat menarik seperti; Berhenti berseteru, mulailah bersatu. Kalimat yang sederhana, namun sarat makna.

Gladi bersih untuk deklarasi netizen berlangsung kurang lebih 20 menit. Setelahnya, kami diajak melipir sejenak mengunjungi Museum Macan, menyusuri Kota Tua  Jakarta, dinner di Jimbaran Resto Jakarta. Betul-betul hari yang menyenangkan!

Deklarasi Warganet (Netizen) MPR RI

Akhirnya, momen yang ditunggu-tungu datang juga. Minggu (9/12/2018), kami mendeklarasikan empat poin yang telah dibuat. Disaksikan oleh Sekretaris Jenderal MPR RI, Ma’ruf Cahyono, Bu Siti Fauziah, Pak Andrianto, dengan penuh semangat para Netizen mengucap janji yang dilafalkan secara bersama-sama dnegan dipimpin oleh Uda Surya (Netizen dari Sumatera Barat) dan Mbak Dila (Netizen dari Manado).

Kami Netizen Indonesia berjanji untuk:

  1. Tidak menyebarkan konten hoax dan SARA;
  2. Bijak bermedia social sesuai dengan Pancasila;
  3. Menerapkan empat pilar MPR RI dalam literasi digital;
  4. Bersatu membuat keren Indonesia dengan konten yang positif.

netizen day-2 (251)

Seketika aku bingung setelah berdeklarasi. Aku membaca ulang empat pilar MPR RI dan itu sangat sederhana. Namun setelah disinergikan dengan netizen, kenapa rasanya seperti ada kecemasan dan ketakutan dalam diri. Empat poin di atas sangatlah singkat, dan tepat guna. Namun untuk implementasinya, rasanya akan berat. Apalagi setelah menandatangani di lembar deklarasi, ugh…rasanya ada cekot-cekot di tahi ini. 😀 Mungkin aku terlalu berlebihan, namun ini yang aku rasakan. Entah karena aku baru turun menjadi bagian dari warganet MPR-RI, atau karena aku masih bingung cara sosialisasi kepada khalayak. Ini tantangan tersendiri meski bagiku butuh perjuangan ekstra. Mulai dari diri sediri untuk mengimplementasikan empat poin deklarasi MPR RI.

“Sungguh empat poin ini sangat keren. Jika sampai bisa diterapkan oleh seluruh netizen di Indonesia, maka Tanah Air akan tentram dan damai.” Kata Pak Ma’ruf Cahyono sebelum menutup acara Deklarasi Netizen MPR RI. Beliau juga membacakan puisi dengan judul Manifesto Ini Baru Indonesia yang panjangnya minta ampun tapi beliau hafal. 😀

deklarasi mpr ri

Tidak ada yang tidak bisa, terpenting ada usaha. Meski sampai sekarang belum bisa berkontribusi banyak sebagai netizen MPR RI, setidaknya aku belajar dan berusaha untuk tidak menyebar berita bohong atau hoax dan SARA. Pada akhirnya, aku mengajak teman-teman yang kesehariannya aktif di sosial media atau dunia maya untuk bersama menyebar berita atau informasi yang baik-baik dan turut mensosialisaikan empat pilar MPR RI dan juga mengimplementasikan deklarasi MPR RI. 😉

Terima kasih MPR RI. Terima kasih teman-teman Netizen dari 11 Provinsi di Indonesia. Semoga kita semua amanah untuk menjadi netizen MPR RI, ya.

24 thoughts on “Yuk, Menjadi Bagian dari Netizen MPR RI

  1. iya, pernyataan deklarasinya sih sederhana ya mba..cuma 4 ..tapi pada pelaksanaannya tentu saja beda..kadang kita suka gatel kalo ada broadcast2 itu main share aja..semoga sih bisa bijak bermedsos amiiin

  2. Wah mbak Idah keren sekaliiiii. Jadi iriiiiii. Dan sebagai warganet tentunya aku juga harus membantu merealisasikan Deklarasi warganet MPR RI dalam 4 poin tersebut yaaaa, biar Indonesia makin kereeeeeen

  3. Hihihi ada-ada aja gak mau disebut takut dapat LM, aku mau lah LMnya idah:)

    Wah keren Idah udah sampai ke gedung MPR yang fenomenal itu, aku sebenernya bisa tuh waktu jaman kuliah kalau ikutan demo hihihi.

    Iqro dulu ya sebelum menyebarkan berita, berita bukan untuk dilombakan kok jadigak pelru buru2 forward lagi dengan cepat ya gak bun.

    Sebagai warga Net yang baik pasti bisa dong jadi yang terbaik, jangan kirim hoax ke aku ya tapi kirim LM boleh lah.

  4. Waaah, keren mba bisa jadi bagian Deklarasi Warganet MPR RI

    Bener, mba. Empat pilar tersebut kalau dibaca mah kesannya biasa aja, tapi untuk dijalaninya harus punya tekad. Sukses, mba.

  5. Aku juga mba meski belum bisa berkontribusi nerapkan 4 pilar itu setidaknya aku bukan bagian netizen yang suka sharing hoax hehehe memang 4 pilar ini utamanya cuman prakteknya butuh waktu y mba

  6. Pertama, foto di depan gedung MPR itu keren banget, saya belum pernah 🙁
    Kedua, deklarasinya juga sungguh keren. Semoga semua warganet bisa mengimplementasikan, ya. Mungkin awalnya berat, tapi sebagai orang yang sama-sama aktif di dunia maya sudah sepatutnya kita saling memberikan contoh yang baik dalam bersosial media.

  7. Aku belum pernah masuk ke gedung itu..kayaknya positif sekali ya berada di tengah2 netizen yg di sana. Beda banget sama yg suka komen nggak jelas ?
    Amiin mdh2an bisa amanah ya mba^^

  8. Belakangan ini miris banget sama berita – berita hoax yang suka mondar mandir di timeline. Mirisnya mereka2 yang termakan berita hoax ini ya orang – orang terpelajar juga sebenarnya, Selain menulis yang baik – baik di medsos ada baiknya juga kalau warga netizen bisa membentengi diri dan menyaring informasi yang dibacanya dengan berimbang.. supaya nggak gampang jadi korban hoax 🙂

  9. Keren banget mak, bisa diundang ke gedung MPR RI..

    4 Poin deklarasi yang sederhana tapi maknanya jleb banget, dan tanggungjawab nya lumayan berat. Harusnya semua netizen di Indonesia sadar akan 4 poin ini ya Mak. Dunia maya nyatanya memang lebih kejam daripada dunia nyata

  10. Betul mbak, dunia sosial media butuh banyak orang untuk disiplin share konten positif. Buat mengimbangi konten negatif yang terus bermunculan dan memperkeruh suasana. Keep going mbak…

  11. Memang ya, kita ini sebagai blogger punya tugas besar ikut menghentikan penyebaran hoax. Salah satu caranya mungkin dengan memperbanyak konten positif yang bisa mengalahkan konten2 nggak jelas itu. Kalau Bu Susi bilang, “tenggelamkan!” mungkin harus seperti itu caranya.

  12. Akhir-akhir ini saya jadi males lihat time line. Banyak berita bohong yang disebarluaskan dengan mudahnya.
    Padahal seandainya netizen bisa berlaku lebih bijak lagi ya, tidak asal share tetapi teliti terlebih dahulu kebenaran beritanya. Indonesia pasti bisa lebih keren dengan konten-konten yang positif.

  13. Dukung janji2 yang baik ini. Bagaimana pun kita bagian dari negara ini dan kudu banget nyebar informasi yang baik dan gak menyesatkan orang lain. Dag dig dug ya Mbak ikut tanda tangan di sana

  14. Iya mak di era digital ini bijak adalah solusi terbaik karena semakin banyak konten-konten yang jika ditelusuri kebenarannya enggak jelas sumber beritanya. Mudah-mudahan dengan deklarasi ini akan semakin banyak masyarakat yang tercerahkan dengan informasi yang jelas dan bisa di telusuri kebenarannya.

  15. Yeah setuju dengan istilah “era membaca”. Benar memang, karena rendahnya minat baca di Indonesia, dunia maya menjadi lahan empuk buat aneka hoax yg dibuat pihak2 tidak bertanggungjawab.

    Tahun ini pesertanya dari 11 provinsi, semoga tahun berikutnya bisa lebih banyak agar merata.

  16. Seru ya bisa jadi netizen dan menjadi bagian di sana.
    Sayangnya aku punya anak yang nggak bisa ditinggal jadi nggak bisa menawarkan diri ketika ada panggilan untuk menjadi netizen dan berkumpul seperti di atas

  17. Hebatnya Idah dan temen2 blogger terpilih. Pas banget sama karwkter kamu yang suka wus wus di sosial media ya. Jangan kasih kendor deh yang sudah deklarasi. Lanjutkan!

Leave a Reply to Lidya Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *