JASMINE 3

Ngomongin Asuransi Untuk Anak

Jum’at lalu, aku bersama Ayah dan Kecemut menghadiri resepsi pernikahan teman. Paling semangat, tuh, menghadiri resepsi pernikahan. Terlepas dari aneka makanan yang lezatos, camilan yang bejibun, biasanya kondangan sebagai ajang reuni dan nantinya akan mendapat informasi serta pengetahuan baru. Seperti yang aku dapat saat kondangan kemarin ini.

Ngga nyangka, kemarin aku berjumpa dengan teman main yang ternyata udah Sembilan tahun ngga bertemu. Awal bertemu, aku nyaris ngga mengenalinya karena terlalu banyak perubahan dalam dirinya. Salah satunya yaitu langkah kakinya kini sudah teratur. Beda banget dengan Lila (sebut saja) yang dulu. Cara berjalan yang dulu ngga ada manis-manisnya, sekarang anghun banget. Dia pakai long dress, high heels, dan berhijab. Nyenengin pokoknya.

Aku kaget melihat Lila mengandeng dua cewek imut, kembar. Sedangkan laki-laki yang duduk disebelahnya (suaminya), sedang menyuapi dua anak cowok. Lila udah punya Empat anak dan aku baru satu, Jasmine. Woow…banget, ya! Padahal, usia kami sama. Cuma bedanya, dia lulus SLTA langsung menikah. Laku keraaaaas!*emangnya dagangan* 😀

Kami sedikit bernostalgia dan ngomongin anak juga. Melihat anakku yang masih bayi Kecemut ini, dia tanya macam-macam. Mulai dari pemberian ASI sampai masa depan buat anak, di mana salah satunya yaitu masa depan yang dicover oleh asuransi.

Empat anakku ini sejak usia satu tahun langsung aku asuransikan lho, Dah. Jasmine udah berapa berapa bulan sekarang?” Tanyanya sambil mengusap-usap kepala Jasmine.

Hampir tiga bulan, nih. Aku juga berencana untuk ikut asuransi buat dia. Tapi masih bingung, mau asuransi pendidikan atau kesehatan“. Melalui obrolan kami yang agak serius, aku jadi tahu asuransi yang harus aku ambil untuk Jasmine. Buat masa depannya. 😆

1 POLIS

Ini anak masih krucil banget, tapi Ibunya udah ngomongin masa depan, ya. Hahaha Ya…kan lebih terencana katanya lebih baik. Apalagi untuk masa depan dalam bentuk asuransi ini, di mana banyak manfaat perlindungan yang diperoleh. Salah satunya yaitu membuat kami merasa lebih tenang karena setidaknya udah punya tabungan masa depan untuk Jasmine lewat asuransi ini.

Manfaat lain yang sangat terasa yaitu membantu kami mengatur keuangan. Ikut asuransi yang mana tiap bulan harus membayar premi, sama saja dengan kami harus menyisihkan sebagian penghasilan untuk membayar premi. Harus dan wajib! Semacam dipaksa, tapi untuk masa depan lebih terencana.

Lila menyarankan untuk ikut asuransi pendidikan dulu untuk Jasmine mengingat biaya pendidikan kian melejiiiit! Asuransi pendidikan yang digunakan sebagai alternatif tabungan pendidikan bagi anak. Asuansi ini direncanakan untuk biaya pendidikan anak menjalani masa sekolah dari tingkat SD hingga Perguruan Tinggi. Setelahnya, baru asuransi kesehatan atau jiwa buat anak.

PASAR POLIS

Beberapa jasa asuransi yang Lila rekomendasikan ngga asing bagiku karena sebagian temanku juga telah menggunakannya. Sebelum memilih, dia juga menyarankan untuk bertanya langsung kepada beberapa penyedia jasa asuransi supaya lebih tahu manfaat yang akan diperoleh bantinya, sekaligus sebagai pembanding antar penyedia jasa asuransi.

Sepulang dari kondangan, daripada rempoong harus mendatangi satu per satu kantor atau bank yang menyediakan jasa asuransi, aku memilih untuk membandingkan lewat web pasar polis. Sebuah portal layanan informasi dan perbandingan asuransi sesuai dengan apa yang dibutuhkan.

Ini pertama kali aku membuka website perbandingan asuransi. Pasar Polis ini merekomendasikan beberapa penyedia jasa asuransi untuk pembanding berdasar pada jumlah premi yang harus dibayar tiap bulan. Di sana pengguna bisa belanja online asuransi. Sementara aku baru membandingkannya, keuntungan dan atau kerugian masing-masing penyedia jasa asuransi belum aku pelajari. Lain waktu kalau benar-benar sudah siap finansialnya. *genggam tangan Jasmine dan Ayah*

14 thoughts on “Ngomongin Asuransi Untuk Anak

  1. kalo aku kesehatan udah dari perusahaan,tinggal pendiidkan nih..PR bangettt,sekarang aja biasay masuk sekolah ujah segitu,gimana nanti anak kita…hehe

  2. Info bagus nih, habisnya kadang kita suka bingung mau pilih provider asuransi yang mana. Kalau sudah tahu kelebihan dan kekurangannya kan bisa pilih yang terbaik sesuai kebutuhan :hehe. Sejauh ini saya baru punya asuransi kesehatan, tapi kayaknya buat jaga-jaga mesti mempertimbangkan buat ikut satu lagi :hehe. Terima kasih infonya, ya.

  3. ibuku juga bilang hal yg sama soal asuransi, mba, katanya kalo buat anak yg penting asuransi pendidikan kalo bisa sampe perguruan tinggi, adek2ku dapet asuransi semua, aku dulu sampe SMA aja..

  4. emm, baca kata asuransi terasa luas sekali…
    semua penting, termasuk asuransi pendidikan dari kedua orang tua 🙂

  5. saat – saat yang gembira ataupun cemas karena ketemu teman lama, tapi mending kita happy aja deh…biarpun misal kita belum nikah sedangkan teman kita sudah mempunyai beberapa anak, saya kira itu bukan hal udah untuk diterima , tapi itulah hidup life must go on, kita enjoy saja dan selalu bersyukur..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *