GAMBAR DIRGAHAYU INDONESIA

Panggung Malam Tirakatan HUT RI ke-69

Tutup muka, malu sama Pak Ketua RT. Sebab, acara malam tirakatan menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-69 baru diposting. Ini masih di Bulan Agustus kan, ya. Beruntung banget bulan ini sampai tanggal 31. Jadi, meski #LatePost tqpi tetap masih pada bulan yang sama. :mrgreen:

Grrr…ini menggunakan hestek #LatePost. πŸ˜† Bagaimana suasana Agustusan kemarin di Desa teman-teman? Pasti ramai, kan? Kalau di Desa saya, dalam menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) bisa dibilang total. Ya, semangat menyambut HUT RI total banget.

Saya juga melihat, para remaja aktif banget mempersiapkan berbagai macam kegiatan. Kegiatan-kegiatan yang kami selenggarakan masih seperti tahun lalu, meliputi: lomba untuk anak-anak, dewasa, dan orngtua. Dan kegiatan ini juga diselenggaraknnya per RT. Secara keseluruhan, kegiatannya masih biasa, sama pada umumnya. Tapi, yang penting ramai dan warganya juga bahagia.

Penyambutan hari kemerdekaan RI tahun ini di RT saya terasa berbeda karena empat hal. Yaitu, Koordinasi, Tumpeng, Panggung dan Anak KKN.

LOMBA AGUSTUSAN DAN KREASI TUMPENG

Demi apa ada cabe-cabean ditusuk gitu. . .

TUMPENG. Tahun sebelumnya, ibu-ibu warga GARBENZA (sebutan untuk komunitas warga RT kami), enggan membuat tumpeng untuk malam tirakatan. Sebab, ingin masak yang sederhana saja. Mereka lebih memilih membuat nasi gurih, disertai dengan lodeh-lodeh, dan lauk, untuk dinikmati bersama-sama saat malam tirakatan.

Tapi, tahun ini lain. Ibu-ibu begitu semangat mempersiapkan malam tirakatan. Mulai dari penggalangan dana, sampai mengadakan pertemuan di rumah Ibu RT. Jadi ada parade Tumpeng saat malam tirakatan. Jumlah Kepala Keluarga (KK) di RT saya yaitu 44 KK. Dari jumlah KK tersebut dibagi menjadi empat kelompok. Jadi total tumpengnya ada empat tumpeng untuk dinikmati bersama-sama. Gurih pisan tumpengnya.

PANGGUNG TUJUH BELAS AGUSTUS

Panggungnya unyu, ya!

PANGGUNG. Entah dapat inspirasi dari mana, para remaja membuat panggung. Bukan panggung yang mewah, sih. Panggung ini dibuat di teraa salah satu warga. Panggung seadanya, dengan dekorasi sederhana.

Coba perhatikan foto di atas. Panggungnya cukup berukuran satu meter saja. Hahaha Dihias dengan balon, kertas krep dan tentunya bendera merah putih. Background belakang kain bertuliskan ucapan HUT RI dari warga GARBENZA.

Panggung ini digunakan untuk penyerahan hadiah lomba-lomba, dan juga diisi tiga kursi yang ditempati oleh para sesepuh yang akan memberi sambutan pada malam tirakatan.

MALAM TIRAKATAN TUJUH BELAS AGUSTUS

Warga GARBENZA!!!

ANAK KKN. Saat itu, di Desa tempat saya tinggal sedang ada anak KKN dari UNSOED Puwokerto. Mereka tidak ikut support lomba atau acara-acara terkait dengan tujuh belasan di RT saya, sih. Hanya saja saat malam tirakatan, ada satu perwakilan dari anak KKN yang ikut bergabung menikmati suasana kompleks GARBENZA.

Karena kehadiran tamu, yaitu anak KKN, jadi tumpeng yang tadinya tidak dilombakan, akhirnya dinilai. Dan yang menilai adalah anak KKN tersebug. Dia menilai tumpeng, memutuskan juara, serta sharing tentang sejarah tumpeng juga.

Segitu aja rekaman malam tirakatannya. Selamat kepada adik-adik yang telah sukses menyelenggarakan kegiatan Agustusan ini. Mensukseskan acara menyambut HUT RI. Saya salut, dan bahagia melihat semangat para remaja masa kini. Mereka pandai sekali melakukan koordinasi dengan warga. Mulai dari merencanakan lomba, penggalangan dana, sampai dengan menyusun acara puncak, yaitu malam tirakatan.

Suasana merdeka sangat terasa. Aura medeka warga GARBENZA juga terlihat. Terlebih ketika mereka berdiri, menyanyikan lagu Indonesia Raya, yang dilanjutkan dengan lagu Syukur. Begitu semangat melantunkan lagu.

Semoga semangat merdeka pada jiwa Warga Negara Indonesia terus dijaga, dan ditingkatkan sampai HUT RI tahun berikutnya, berikutnya, dan berikutnya. SALAM MERDEKA!!!

Baca juga rekaman HUT RI tahun sebelumnya:

16 thoughts on “Panggung Malam Tirakatan HUT RI ke-69

  1. Keren acara malam tirakatan 17-annya Dah,
    sekali lagi saya cuma penggembira di acara seperti ini πŸ™‚

    Enggak pernah ikut acara tujuh belasan ya, Mba?

  2. di tempat saya juga ada malam tirakatan seperti ini di sepanajng jalan menuju kantor kelurahan. Sayangnya saya tidak pernah ikutan.

    Hayooo, kenapa enggak ikut, Pak? πŸ˜€

  3. Saya setiap malam tirakatan kalo sudah di depan laptop buat ngeblog hehe… Oya kunjungan perdana sekalian ijin follow y…

    Salam kenal dari Pulau Dollar

    Salam kenal kembali, Kak. πŸ™‚

  4. wah mbak idah bikin postingan kayak gini bikin aku pengen nulis tema yang senada tentang acara di kampungku πŸ˜€
    seru ya ada anak KKN nya di tempate mba idah, lumayan buat penggembira hihihi

    Ayoo, tulisa aja, Kak. πŸ˜›

    • di jakarta diinisiasi dan sosialisasi kegiatan yg mirip/serupa tapi tak sama saja πŸ˜€

      Teteeep beda dong, Kak? πŸ˜€

  5. Waaah seru juga yah kak..
    DI tempat aku sih ada lomba tumpeng tapi belum ada yang minat kayanya hhe
    yang penting dari acara kaya gini sih kebersamaannya yah kak..

    Waduuh, padahal nasi kuning enak banget ya, Ran. πŸ˜€

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *