PERPISAHAN KETUA PENGADILAN AGAMA

Pelayanan Prima Dua S dan Satu P

Pelayanan Prima Dua S dan Satu P – Yiha yiha. . .berjumpa dengan Senin again! Hari ini gak bisa berpikir keras. Ada rasa enggan ngepost, tapi kasian Blog ini. Jadi, lebih baik saya share hasil kultum dari salah satu Ibu Hakim pas apel pagi. Mumpung masih ingat dan saya tulis di sini juga sebagai pengingat. Adalah tentang Pelayanan Prima.

Kalau ngomongin pelayanan prima, pikiran ini langsung tertuju pada sebuah perusahaan atau kantor besar, yang mana mereka mempunyai keharusan untuk memberi pelayanan prima kepada para pelanggan dan atau para pencari informasi. Karena, hal ini sangat berguna untuk masa depan perusahaan tersebut agar tetap eksis dan makin berkibar.

Terkadang, malah pelayanan prima ini masuk dalam visi dan misi mereka. Misalnnya; “Bank CERIS, melayani sepenuh hati“. :mrgreen: Dan, berikut Pelayanan Prima Dua S dan Satu P yang disampaikan oleh Ibu Hakim. Tepatnya, tentang pelayanan prima di Kantor.

1. Sehat

Tanpa disadari, terkadang manusia tidak mengikutsertakan “kesehatan” kedalam faktor pelayanan prima. Padahal, seseorang bisa memberi pelayanan secara maksimal atau tidak, banyak didasari oleh faktor sehat. Sehat di sini meliputi sehat lahir dan bathin.

Faktor sehat dikatakan paling mempengaruhi dalam dunia pelayanan. Karena, dalam keadaan sehat, setidaknya kita semua bisa memberi senyum sehat kepada para pencari informasi atau tamu.

2. Sikap

Sikap yang disampaikan olah Ibu Hakim lebih dititik beratkan pada sikap fokus, sopan dan menghargai. Fokus, tamu akan merasa senang jika dilayani dengan mata dan juga hati. Ini akan memberi kesan tersendiri bagi mereka yang merasa telah dilayani dengan mata hati. Memberi kesan sopan dan merasa lebih dihargai.

Kalau sikap menghargai, kita semua tahu bahwa setiap orang ingin dihargai dan dihormati, ya. Demikian pula dengan tamu. Sikap menghargai ini, dapat ditunjukkan dengan tutur bahasa yang baik dan juga ekspresi wajah yang ramah.

3. Penampilan

Ada yang bilang, kepribadian seseorang dapat dinilai dari cara orang tersebut berpakaian atau berpenampilan. Namun, tak sedikit yang mengatakan “don’t judge by the cover“. Eh, ini beda kasus, ya. Hahahaha Karena, saya orang jawa, jadi saya ikut pepatah jawa saja.

Pepatah jawa mengatakan “Ajining rogo soko busono“. Kurang lebih artinya bahwa penampilan seseorang dapat dilihat dari cara berpakaiannya.

image. Bukan hanya image pribadi saja, tapi image kantor juga. Terlepas dari seragam, seluruh karyawan pun harus tertib dalam menggunakan atribut saat jam kerja. Supaya terlihat lebih luwes dan juga sopan.

Untuk mewujudkan pelayanan prima, apakah cukup dengan tiga faktor saja? Tentu tidak. Tiga faktor di atas hanya segelintir faktor dalam memberikan pelayanan prima. Masih banyak faktor lainnya yang dapat mendukung pelayanan prima. Tidak hanya Dua S dan Satu P.

Jadi, siapapun Anda, Petani, Mahasiswa, Dosen, Blogger, Nelayan, yuk mari beri pelayanan prima kepada siapa pun, selagi kita mampu memberinya. Tentunya, sesuai dengan kode etik, ya. Terakhir, ucapan terima kasih kepada Ibu Hakim. Makasih sudah diingatkan.

15 thoughts on “Pelayanan Prima Dua S dan Satu P

  1. pelayanan prima juga berlaku kepada anak dan suami. Jadi customernya ibu rumah tangga ya mereka, biar betah dan makin sayang sama ibundanya
    Peluk Ibu Hakim dari jauh 🙂

    Lanjutkan, Mba. 😀

  2. Pelayanan prima dilakukan dengan senang hati bikin juga yang memberi pelayanan happy ya? 😀

    Biar sama2 Happy ya, Mba. 😀

  3. bahkan jd ibu rumah tangga pun harus memberi pelayanan prima untuk suami dan anak hihihi…

    Betuuul sekali, Mba Nath. 🙂

  4. betul banget

    penampilan itu penting

    Gak harus maksimal, tapi ‘pantas’ untuk dilihat

    Sing nyawang adem yo, Mba. 😆

  5. Pelayanan prima digaungkan dimana2,tapi… ada yg br setengah hati melakukannya ya 😀

    Siapa itu? 😆

  6. Bagi yang ada di garis depan, ‘mantra’ 3 S (Salam – Senyum – Sapa) juga penting ya… hehe…. Salam Senyum, Idah 🙂

    Hahahaha. Mba Mechta dibarisan mana? 😆

  7. Idah yang manaaa Mbak Lidya.. kok aku tidak bisa mengenali ya.. apa mataku udah siwer *kedipkedip

    Iiih, kedipannya mengandung umpan. 😆

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *