KANTOR PAJAK BANJARNEGARA

Mulai Membayar Pajak Secara Online

Pembayaran Pajak Secara OnlineΒ – Sistem layanan Modul Penerimaan Negara Generasi 2 (MPN G-2) sudah diluncurkan pada bulan April 2014. Hal ini terkait juga dengan berlakukannya Surat Setoran Elektronik (SSE) atau pembayaran pajak secara online.

Ibu Bendahara Kantor tempat saya bekerja, bersama UP Keuangan menghadiri undangan tentang manual atau petunjuk teknis penggunaan sistem layanan MPN G-2, agar dapat memanfaatkan layanan ini dengan baik. Acara ini berlangsung di Kantor Pajak Banjarnegara. Adakah yang belum tahu tentang MPN G-2?

Saya kutipkan dari sekjen.keuangan.go.id, Bahwa, sebelumnya sistem penerimaan negara yang dikelola oleh masing-masing unit eselon I di lingkungan Kemenkeu mempunyai sistem yang terpisah. Oleh karena itu, tujuan awal pembangunan sistem MPN adalah untuk menciptakan suatu sistem penerimaan negara yang terintegrasi dengan menggunakan single database.

Dalam hal perpajakan, saya sama sekali tidak paham peraturan perundang-undangannya. Posisi saya masih sama seperti yang terjadi pada postingan Pendaftaran Online Perkara. Yaitu sebagai pelengkap sebuah proses. Tapi, bukan berarti sebagai objek penderita lho, ya.

Sepulang menjalankan tugas, para petinggi biasanya membawa oleh-oleh dari acara tersebut. Langsung saja dong, oleh-olehnya diberikan kepada operator IT. Biasanya, operator hanya menganggukkan kepala. Entah itu tanda iyes paham, atau hanya sebuah kode saja supaya beliau-beliau tidak wak wak wek wek. Hahaha.

Membaca modul yang merupakan oleh-oleh acara, saya merasa bahagia. Tampak sekali kalau Kemenkeu enggak mau kalah dengan kementerian lainnya dalam hal peningakatan pelayanan. Contohnya, menambah layanan sistem SSE. Saya yakin kalau sistem ini akan membantu dan memudahkan para para wajib pajak, wajib bayar atau wajib setor dalam memasukkan data pembayaran pajak.

Sedikit cemas. Karena, belum memulai menggunakan sistem SSE saja, sudah ada beberapa teman yang mengeluh. Ada yang bilang, cara kerjanya malah susah, lebih enak nulis secara manual. Saya kira ini soal kebiasaan saja, sih. Ya, kalau sudah terbiasa setor pajak secara online, nantinya juga akan merasakan nikmatnya setor pajak hanya dengan menyodorkan print out. Tak lagi menulis.

Untuk menjadi manusia yang melek sistem informasi, terkadang memang harus dipaksa menjadi mau. Supaya ada peningkatan kualitas dan kinerja.

Catatan penting tentang SSE. Bahwa SSE bisa dilakukan oleh siapa saja yang akan membayar pajak. Berbekal NPWP, wajib pajak sudah bisa melakukan registrasi untuk melakukan pembayaran pajak secara online. Jadi, SSE tidak hanya untuk Satuan Kerja atau Dinas, ya.

Mulai bulan Juni, kantor akan mulai membayar pajak secara online. Karena, sudah registrasi dan aktivasi akun pajak. Cara registrasi SSE sudah saya posting. Jika ada yang ingin mencoba registrasi, silakan akses ke url http://ssereg.pajak.go.id/. Semoga adanya peningkatan pelayanan ini, wajib pajak akan merasakan
kemudahan dalam membayar pajak.

18 thoughts on “Mulai Membayar Pajak Secara Online

  1. Yang baru kami lakukan kemarin di kantor adalah laporan SPT secara online.
    Bayar pajak PBB ini yang masih berantakan. Mau bayar dari internet bankin gak bisa sejak setahun lalu, jadi ya ke bank deh. Setor manual…

    Kantor kami malah baru mau mulai bulan Juni, Mba. πŸ˜†

  2. Membaca pembayaran pajak secara online jadi ingat pajak mati tahun ini πŸ˜€

    Salam

    Pajak apa yang mati, Pak. Kendaraan, ya? πŸ˜†

  3. Laporan pajak keluarga juga udah online kok. Senengnya lagi kalau salah ditelpon, disuruh edit. Tapi aku gak ngerti caranya sih, dikerjain suami semua.

    Sekali2 nyoba dikerjain Mba Lus wae. Pengalaman. πŸ˜†

  4. saya ga ngerti pajak2an mba selain pajak kendaraan bermotor sama ppn πŸ™‚ maklum cuma ibu rumah tangga

    Lumayan lah ngerti PPN, Mba. πŸ˜†

  5. kereen.., btw bayar online pake kartu kredit begitu kah, atau transfer ke rekening tertentu trus konfirmasi kaya beli baju online ya..

    Pake kartu kredit bisa. Tapi, baru kerjasama denga BRI, Mba. πŸ˜†

  6. Tidak pernah bayar pajak sendiri hehe. Jadi aman dan belum perlu akses aplikasi baru dari Pajak

    Bos, ya? πŸ˜†

  7. sekarang jamannya jaman IT..mau tidak mau perpajakan harus menyesuaikan diri..dengan pembayaran online..diharapkan bisa mempermudah bagi wajib pajak….,dan tentunya bisa mengurangi para broker pajak…
    keep happy blogging always..salam dari Makassar πŸ™‚

    Yap, broker perlu ditindas, Pak. πŸ˜†

  8. AKu ra pernah membayar pajak secara online, jane yooo luwih gampang mbayar pajak ning onlinenan yah

    Begitulah, Pak. πŸ˜†

  9. Saya belum … saya beluuuum -_- hiks. Padahal sudah diingatkan sama teman-teman … saya belum laporaaaan πŸ˜€

    Buruan. Kalau lupa dosa lho, Ka. Hahahaha πŸ˜†

  10. kalau bisa online kenapa harus manual ya hehehe. bener sih masalah kebiasaan aja. Kalau manual itu males perginya aku

    Zamae online ya, Mba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *