Penutupan O2SN 2018 di GOR Sasana Among Raga, Yogyakarta

Ada kebanggaan tersendiri ketika membaca berita tentang prestasi-prestasi anak bangsa. Apalagi jika anak dari daerah sendiri sampai turut menorehkan prestasi, rasa bangga pun menjadi berlipat. Seperti yang terjadi pada gelaran Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dengan tema Aktualisasi Potensi, Bakat dan Prestasi Siswa yang bertempat di Gedung Olahraga Sasana Among Raga, Yogyakarta.

Beberapa media cetak, online dan akun sosial media lokal Banjarnegara mengabarkan bahwa ada atlet dari Kabupaten Banjarnegara yang berhasil memperoleh medali di gelaran O2SN. Membaca berita ini, aku pingin mlipir ke Yogya untuk melihat dia bertanding. Namun apa daya, O2SN berlangsung selama hari kerja yatiu pada tanggal pada tanggal 21-27 September 2018. Yasudahlah, berarti belum beruntung. Gagal nonton perhelatan O2SN, namun aku punya kesempatan untuk menghadiri acara penutupan O2SN bersama teman-teman Blogger, termasuk Tante. Aaaah…kan asyik banget ada teman buat teriak-teriak manja tanpa harus malu. Lho, kok teriak manja?

Iya, acara yang dimulai pukul 18.30 WIB ternyata cukup banyak menyelipkan beragam pertunjukan yang tanpa terasa bahwa malam itu adalah acara penutupan O2SN. Salah satunya pertunjukan dari band lokal, Jasmine Akustik. Pemilihan lagu berjudul Kangen yang dinyanyikan oleh dewa 19 sukses membuatku teriak manja ikut nyanyi. Beberapa kali juga nampang di story Instagram teman-teman Blogger yang sama-sama suka dan hafal lagu tersebut. Kalau ingat ini, gokil rasanya. Hahahaha.

PENUTUPAN O2SN YOGYAKARTA (7)

Jasmine Akustik tidak hanya menghipnotis kaum 80an dengan lagu Kangen, dia juga berhasil memecahkan suasana gedung olah raga dengan mengajak para atlet jenjang SD turut menyanyikan lagu Meraih Bintang yang sempat hits selama gelaran acara Asian Games 2018.

Pertunjukan tidak hanya dari band saja, ada juga atlet Wushu dari siswa-siswi jenjang SD-SMP di Yogyakarta yang pernah mendapat prestasi baik tingkat daerah maupun nasional. Mereka memperagakan Wushu di atas panggung dengan gagah gemulai. Ada lebih dari 10 atlet yang berpartisipasi memperagakan cabang olah raga ini. Dan aku baru tahu kalau ternyata jurus-jurus di Wushu, tuh, banyaaaaaaaak banget. Salah satunya yaitu Jurus Tombak di mana tombak dijadikan alat untuk peragaan ini. Kagak gawl banget, ya. 😀

PENUTUPAN O2SN YOGYAKARTA (8)

Anak-anak naik panggung… Wkwkwk

Sebelum akhirnya diisi dengan sambutan-sambutan, paduan suara dari siswa SD Muhammadiyah Sokanandi, Selman, mengajak seluruh tamu yang hadir untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya dalam versi penuh. Sudah lazim tiap acara resmi lagu tersebut akan dinyanyikan. Demi apa aku tidak hafal lagunya dalam versi penuh. Hahaha…memalukan. 😛

Usai menyanyikan lagu Indonesia Raya,  Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah yang mewakili Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, bersama Kepala Dinas Pendidikan, Hamid Muhammad, M.Sc., Ph.D., bersama Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi DIY, Drs. R. Kadarmanta Baskara Aji, memberi cindera mata khas Yogyakarta kepada 34 partisipan dari masing-masing provinsi di Indonesia. Drs. R. Kadarmanta Baskara Aji berharap, dengan penyerahan cindera mata ini seluruh kontingen yang turut acara O2SN akan terus ingat bahwa Yogyakarta dengan segala kenyamanan dan keramahannya pernah menjadi tuan rumah O2SN.

PENUTUPAN O2SN YOGYAKARTA (5)

Pemberian cindera mata…

Acara dilanjut dengan laporan atas penyelenggaraan event O2SN oleh Drs. R. Kadarmanta Baskara Aji. Beliau menyampaikan bahwa, O2SN merupakan puncak prestasi anak-anak dari seluruh Indonesia. Tujuan diadakan O2SN ini supaya anak-anak dapat menampilkan potensi dan bakat untuk mendapatkan prestasi. Beliau juga memaparkan tentang cabang olahraga dan jumlah atlet yang ikut kegiatan O2SN. Ada 9 cabang olahraga yang digelar dalam O2SN. Jumlah atlet yang ikut O2SN tercatat sebanyak 1938  yang terdiri dari 408 siswa SD, 340 siswa SMP, 544 siswa SMA, 340 siswa SMK, dan 306 siswa SLB.

Acara makin seru ketika panitia memutarkan kilas balik kegiatan O2SN. Banyak hal-hal seru yang disorot, mulai dari persiapan, pertandingan, sampai dengan ekspresi wajah para penonton. 😆 Sorak bahagia berlanjut ketika MC mengumumkan juara umum O2SN. Mereka yang mendapat juara umum yaitu Proponsi Bali, Jawa Timur, dan Jawa Tengah, mendapat tropi.

PENUTUPAN O2SN YOGYAKARTA (9)

Pada kesempatan yang sama, Bapak Hamid Muhammad, M.Sc., Ph.D., juga memberi sambutan. Beliau memberi semangat dan mengingatkan kembali pada tujuan penting diselenggarakannya O2SN. Selain menggali potensi dan bakat, tujuan utama O2SN yaitu merekatkan rasa nasionalisme kepada Bangsa indonesia. Harapan beliau kepada para Kepala Sekolah dan Guru, gairahkan pembinaan olahraga agar potensi anak-anak makin berkembang. Kepada KONI, beliau berharap agar potensi anak-anak terus dipupuk sehingga nanti akan mendapat juara nasional.

Beliau juga menyampaikan bahwa, ada satu cabang olahraga yang selalu dikirim ke luar negeri, yaitu Karate. Cabang olahraga ini selalu mendapat medali emas dan perak. Tahun ini, Indonesia akan mengirim atlet Karate ke Belgia. Dengan adanya O2SN ini, beliau berharap cabang olahraga lain juga bisa meningkat ke taraf Internasional. Ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya disampaikan kepada Gubernur DIY dan Kadis Dindikpora yang sudah  yang sudah mensupport, memfasilitasi, dan mengkoordinasi kegiatan O2SN sehingga acara dapat berjalan sesuai harapan.

PENUTUPAN O2SN YOGYAKARTA (5)

Sambutan dari Sri Sultan Hamengkubuwana X

Gubernur DIY dalam sambutannya sekaligus sebagai penutup acara, memberi selamat kepada seluruh atlet O2SN karena telah bertanding secara sportif. Bagi yang menerima medali, beliau berharap agar terus meningkatkan prestasinya. Sementara para atlet yang belum mendapat medali, beliau berpesan agar apat menerima kekalahan dengan sportifitas, sebagai cambuk untuk bangkit ke depannya.

Tepat pukul 21.30 WIB, acara penutupan O2SN diakhiri dengan gelaran sendratari Bekakak. Tari ini sebagai upacara adat yang digelar oleh masyarakan Ambarketawang, Gamping, Sleman, Yogyakarta. Persembahan tari dari Duta Seni Pelajar DIY kembali memecahkan suasana GOR malam itu. Tari ini menggambarkan kesedihan Sri Sultan Hamengkubuwana I yang kehilangan dua abdi dalemnya karena meninggal tertimpa reruntuhan batu gunung Gamping. Sebenarnya tema tarinya menyedihkan dan ada horrornya, tapi yang aku gagal sedih karena melihat totalitas para penari. Gregeeet banget!

Sukses untuk O2SN Tahun 2018, semoga tahun depan bisa nonton O2SN barang satu cabang olahraga. Kalau bisa, sih, pas Kabupaten sendiri yang tampil. Soalnya aku dapat informasi dari beberapa teman Blogger yang kemarin sempat nonton pertandingan O2SN, katanya atlet dan juga para supporter dari Kabupaten Banjarnegara, tuh, semangat-semangat pisan. Jadi pingin ikut memberi semangat juga, kaaan. 😛

One thought on “Penutupan O2SN 2018 di GOR Sasana Among Raga, Yogyakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *