Pura Parahyangan Agung Jagatkartta Bogor Jawa Barat

Penyelesaian Pekerjaan Menjelang Cuti Besar

Beberapa hari lagi, aku akan menikmati cuti besar. *joged ubur-ubur* Cuti yang sudah lama aku idamkan semenjak ada My PiPo di dalam perut. *elus-elus perut* Hiish…gaya banget pakai istilah cuti besar, ya. Padahal, cuti besar hanya milik mereka, para Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang telah bekerja secara terus-menerus selama enam tahun. Lha inyonge? Hanya seorang karyawan kroco. Hihihi *pinjem istilah Mas Topo*

Aku bersyukur mempunyai pimpinan yang super bijaksana. Dan itu bikin bahagia sekaligus terharu. Pimpinan memberi kebijakan tentunya sesuai dengan aturan yang berlaku, dengan menimbang beberapa faktor. Semisal pengajuan cuti atau hal lain ngga dikabulkan, berarti belum jodoh banyak pertimbangan yang menjadikan pengajuan ngga lolos. Tapi jarang terjadi, sih. Apalagi jika tahu pengajuannya karena urgent. Iya, kan?

Sedikit flashback, ya. Dulu aku pernah mengajukan cuti ketika akan melangsungkan pernikahan. Cuti yang aku ajukan hanya beberapa hari saja. Selama akan cuti pun, aku ngga menyelesaikan segala hal terkait dengan tugas pokokku di tempat kerja. Ngga ada serah terima pekerjaan, atau pelimpahan pekerjaan untuk sementara waktu. Benar-benar santai, serasa ngga ada beban. Berbeda dengan pengajuan cutiku kali ini.

Mengingat cuti yang aku ajukan ini cukup lama, yaitu tiga bulan terhitung mulai tanggal 6 Januari 2016, maka harus ada yang menggantikannya untuk sementara waktu.

Di buku agenda kerja milikku telah terangkum, ada beberapa pekerjaan pokok yang harus aku serahkan kepada teman seperjuangan selama aku menjalankan cuti. Delegasi bantuan panggilan sidang antar pengadilan agama, misalnya. Pekerjaanku yang satu ini termasuk pekerjaan yang continue, di mana tiap hari harus diselesaikan. Ngga bisa ditunda untuk besoknya, sebab esok hari akan datang pekerjaan baru, dengan perintah panggilan yang berbeda.

Bersyukur, untuk pekerjaan yang satu ini sudah mulai dikerjakan oleh Mas Berlin, teman seperjuangan. Karena banyak tahapan dan langkah penyelesaian, aku sudah bekerjasama dengan Mas Berlin sejak awal bulan Desember. Alhamdulillaah sekarang Mas Berlin sudah hampir bisa berjalan sendiri. *elu kata lagi latihan jalan, Dah?* Hahaha

1 PELIMPAHAN KERJA

Banyak godaan camilan…

Satu pekerjaan yang sampai sekarang masih menjadi PR bagiku yaitu mengisi data aset negara pada aplikasi baru yang bernama SIMAN (Sistim Informasi Manajemen Aset Negara). Bisa dikatakan SIMAN termasuk aplikasi baru. Pengisian data dilakukan sebagai salah satu syarat untuk rekonsiliasi semester 2 yang akan berlangsung mulai tanggal 4-8 Januari 2016 di KPKNL Purwokerto.

Namanya aplikasi baru, di dalamnya belum terisi data. Bayangkan saja, satuan kerja di seluruh Indonesia berbondong-bondong menambah dan melakukan update data master pada kurun waktu yang -mungkin- sama. Kebanyang lemotnya server, ya. Hmmm…aku saja satu hari hanya bisa memasukkan paling banyak tiga barang milik negara. Itu pun penuh perjuangan. Ibu hamil yang perutnya udah seksi banget, terus menerus duduk di depan notebook. BAYANGKAN, BEIB! *mulai drama*

Pekerjaan ini aku targetkan tanggal 1 Januari selesai. HARUS selesai biar aku merasa tenang saat cuti nanti. *mau ngga mau* *udah kewajiban* 😀

Penyelesaian pekerjaan menjelang cuti besar bagi seorang pekerja adalah tentang menyelesaikan sebuah tanggungjawab. Dan biasanya Pimpinan akan menanyakan tentang sisa pekerjaan yang belum terselesaikan atau tugas pokok yang masih dalam tanggungan. Jadi, sebelum mengajukan cuti, pastikan seluruh tanggungjawab terselesaikan 70%. Sisanya, barulah dilaporkan dua hari sebelum cuti. Supaya sama-sama aman. ^-*

Baca juga 5 Tahap Penyelesaian Temuan BPK.

25 thoughts on “Penyelesaian Pekerjaan Menjelang Cuti Besar

  1. Idaah udah deg2an mau lahiran pasti yaa… Semoga kerjaan cpt beres ya biar cuti tenang dan proses lahiran juga berjalan lancaar. aamiin

Leave a Reply to Lidya Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *