Pindah Tidur Karena Piala Dunia, Duh!

Wahai para perempuan di dunia, kuatkan mental kalian. Tak lama lagi piala dunia bakal dimulai. Siapkan stok sabar sebanyak-banyaknya.” Ciutan yang aku baca di timeline sukses membuatku ketawa. Ini beneran nostalgia zaman SMA, ya. *eh* Dan itu ada benarnya, kalau sampai ngga sabar dan kuat mental hanya karena piala dunia, tiap hari bakal ribut terus sama pacar, tuh. Apalagi buat tipe cewek yang tiap jam harus ditelpon, tiap ngirim chat harus segera dibalas, bakal gempar euy!

Rasa-rasanya baru kemarin di Twitter ramai ciutan tentang kesiapan para perempuan yang tak lama lagi akan sering “ditinggal” pasangannya karena Piala Dunia. Eeh…tau-tau sekarang sudah masuk delapan besar. Padahal aku belum ikut ngetawain mereka yang statusnya masih pacaran tapi ikut drama, dan keliatan lebih drama dari yang sudah bersuami. πŸ˜€

Bagi perempuan yang ngga begitu suka dengan olahraga sepak bola seperti aku, hadirnya event yang digelar empat tahun sekali ini kadang menjadi moment yang menyebalkan. Tau sendiri lah, laki kalau sudah nonton bola biasanya bakal betah duduk berlama-lama di depan televisi. Belum mulai saja sudah siap banget di depan teve. Kalau lagi semangat, belum mulai pertandingan biasanya nyiapin camilan, atau kopi buat teman nonton. Giliran selesai pertandingan, mereka masih nyempetin banget membahas hasil pertandingan bareng teman-temannya. Asli, ini pengalaman gue yang paling mengenaskan. πŸ˜€

Tentang piala dunia, aku jadi ingat sama cowok yang dulu suka minta ditemani nonton bola sampai selesai pertandingan. Grrr…ini cowok hadir sebelum Ayahnya Yasmin lahir. *sekarang udah kakek-kakek, dong.* Hahaha. Sumprit, dari sore sampai malam yang dibahas adalah pertandingan sepak bola. Paginya juga masih ngomongin para pemain yang katanya staminanya menurun lah, tendangannya ngga bagus, kurang latihan, dll dlll. Seolah-olah dia jago banget nendang bola sampai gawang, padahal ya memang jago, sih. πŸ˜›

Aku kira obrolan tentang piala dunia yang dibahas saban jam sudah menjadi hal yang paling menyebalkan. Tapi ternyata ada yang lebih menyebalkan, yaitu nonton bola di rumah teman atau tetangga yang pada akhirnya sampai menginap karena saking asyiknya nonton bareng. πŸ˜† Ini ngeselin banget karena akhirnya gue sering ditelantarin. Banyak banget alasan yang mengharuskan dia nonton bareng. Entah saluran televisi diacak, berebut acara teve, atau alasan lain yang lebih kuat.

Eh, tapi itu dulu, zaman belum banyak ponsel pintar dan paket data. Kalau sekarang, tuh, sepertinya jarang pada nonton bareng di rumah tetangga atau teman. Para pecinta sepak bola lebih memilih nonton di rumah sendiri meski ngga seramai nobar. Kendala yang mungkin terjadi, saluran televisi diacak.

Saat ini, ada banyak cara untuk menonton piala dunia. Semisal channel televisi diacak sampai menyebabkan acara pertandingan piala dunia ngga muncul, kamu bisa membeli paket nonton piala dunia. Paket yang aku maksud yaitu paket data untuk nonton piala dunia secara sreaming. Paket data yang dijual juga terjangkau, mulai dari Rp 89 ribu langsung bisa menikmati seluruh pertandingan piala dunia tanpa batas dan ngga ada lagi cerita cowok pindah tidur hanya karena piala dunia, duuuuuuh!

5 thoughts on “Pindah Tidur Karena Piala Dunia, Duh!

  1. Piala dunia tak hanya bikin pindah tidur, Kak, tapi juga bikin yang pacaran harus rela bersabar diduakan sama televisi hahahaha πŸ˜€

  2. Hahaha… senyum-senyum aja baca cerita ini..

    tenang mbak sekarang piala dunia udah selesai kok… palingan dua tahun lagi ada Piala Eropa.

    Oya, bentar lagi liga-liga eropa udah mau mulai.. hihihi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *