Rekam Jejak 2016

Waktu berjalan begitu cepat ya, Temans. Perasaan, baru kemarin pergantian tahun. Tahu-tahu, udah masuk hari kesembilan dari awal tahun. 😀 Terasa makin cepat (lagi), rasa-rasanya Kecemut belum lama di samping kami. Tahu-tahu, tanggal lima belas bulan ini usianya genap satu tahun. *cipokbasah*

L A N J U T…

Rasa-rasanya (lagi dan terus), belum lama aku menulis rekam jejak 2015. Tahu-tahu, ini udah nulis rekam jejak 2016. Betapa satu tahun itu express banget, ya. Keinginan, harapan, bahkan cita-cita tahun lalu ada yang belum goal. Entah mau lanjut ke lamaran, atau disudahi saja, masih dalam pertimbangan. *janganadabaperyaks* Xixixi

Omong-omong, semangat menulisku tahun ini melonjak luar biasa dari tahun sebelumnya. Tiap hendak bepergian, masak, makan, piknik, lihat gadget baru, lihat kaus unik, lihat hijab cerah, bawaannya pingin langsung nyeritain di blog.

R E A L I S A S I N Y A…

Sesampainya di rumah merasa capek, dan memilih untuk istirahat. Niatnya, sih, akan kutulis esok hari, mumpung masih menyala. Namun, sehari setelahnya, semangat menulis padam seketika. Sementara menjadi sebuah angan-angan dan ngga tahu kapan akan menuliskannya. Xixixixi.

REKAM JEJAK 2016

Tahun 2016, aku merasa kurang mutualisme untuk blog ini. Apalagi setelah menilik jumlah postingan selama satu tahun yang hanya terpublish 71 postingan. Duuuuh…ngapain saja selama 2016, ya? 😛 Sepertinya, aku terlena dengan kehadiran Kecemut. Bawaanya pingin megangin dia mulu, meluk dia terus-terusan. Apalagi sepulang kerja, kangennya masya allah. Ini bukan mencari kambing gibas lho, ya. Memang seperti itu adanya. Tak sampai pada Kecemut, menambahnya volume pekerjaan juga membuatku kerap memilih untuk tidur lebih awal ketimbang nulis. Hihihi. Ngga sopan banget.

Ngeblogku memang kurang maksimal, meski demikian alhamdulilaah rejeki karena blog masih mengikuti dan semoga akan terus mengikuti. Teman terus bertambah, daya ingat makin cemerling, makin sehat, waras, dan job terus ada. Ini harapan banget, meski 2016 kegiatan blog walkingku amburadul.

Moment selama 2016 yang bikin hidup makin greget karena hadirnya Si Kecil. Asli, ini paling istimewa sejauh ini dan kerap membuatku meleleh.

melangkah-bersama

Dari Kecemut, aku banyak belajar tentang bagaimana menyayangi orang tua, menghargainya, memberi perhatian, dan pengertian. Belajar hidup sehat, tenang, sabar, ikhlas, juga kudapat dari Kecemut. Anak pertamaku, perempuan, dia membuatku lebih teliti dan berhati-hati dalam menjani hidup, kehidupan.

Ngga terasa, hampir sembilan bulan aku menjadi Ibu Perah. Ini juga kadang membuatku takjub sendiri. Alhamdulillaah, semangat dan kekuatan untuk memberi ASI terus ada. Ini semua dapat terlaksana tak lepas dari dukungan suami, keluarga, teman, dan orang-orang terdekatku. Khususnya Kecemut, dengan wajah polosnya selalu sukses menyemangatiku sebagai Ibu perah.

Hal lain yang membuatku takjub yaitu tentang jejak dan langkahnya yang makin menyenangkan. Bisa jadi karena sedari dalam perut, dia sudah terbiasa kuajak jalan menuruti kemauan kaki aku. Taman kotaWaterpark, Air Terjun, Kebun Binatang, Dieng, Hiking, Kaki Gunung Slamet, Candi, dan Taman Bermain, Kecemut telah mengenal itu semua saat usianya masuk empat bulan.

borobudur

“Menutup akhir tahun, Ibu pingin piknik kemana?” Tanyaku kepada perempuan yang selama ini telah memberi perhatian penuh kepadaku.

“Borobudur.” Jawab beliau dengan mantap. Aku merasa seperti keharusan mengajak, menawarkan, kepada Ibu untuk jalan-jalan. Ini bukan hadiah, kok. Sama sekali bukan. Untuk ulang tahunnya, hari Ibu, kesetiaannya mendampingi cucu, mengabulkan permintaan ke Borobudur rasa-rasanya belum sebanding dengan apa yang telah Ibu berikan kepada kami. Kecemut, khususnya.

SAMPAI DI SINI…

Aku berterima kasih banget banget banget sama blog ini. Berkat blog ini, kami bisa sampai Magelang, bahkan Yogya. Karena blog ini, aku mendapat dua undangan sekaligus pada hari yang sama. Menyaksikan Borobudur Cultural Feast dan menjajal seluruh wahana permainan yang ada di Sindu Kusuma Edupark. Ini salah satu berkah ngeblog yang menjadikan 2016ku makin sempurna.

 

A photo posted by CERIS Family (@cerisfamily) on

Lagi-lagi karena Blog. Bersama sembilan belas blogger Ketenger, aku termasuk Blogger yang paling bahagia saat itu. Ya gimana ngga bahagia, diajak ngetrip oleh Dinbudpar Banjarnegara selama tiga hari dua malam! Ini membuatku bahagia sekaligus bangga. Apalagi Kecemut juga kuajak ngetrip. 😀

2014, update blog tiap tiga hari sekali menjadi semacam keharusan. Namun sekarang, tidak dapat kulanjutkan karena ada keharusan yang sifatnya di atas hobi menulis. Job di kantor terus bertambah, euy. Menangani aplikasi-aplikasi yang bagiku baru. Banyak pekerjaan tak terduga yang kerap diberikan dan harus segera diselesaikan tepat waktu. Sering kejar dateline juga. Fufufufuh. Ini baru mencumbu satu blog, ya. Padahal, aku punya lima blog di mana kelimanya masih hidup, masih bernapas sampai sekarang.

Sadar se yakin-yakinnya, punya keinginan untuk memfokuskan tulisan sesuai hobi, sementara waktuku kian terbatas, aku memutuskan untuk tidak sendiri dalam mengelola Blog. Ya, ada dua blog yang aku kelola bersama orang terdekatku.

Pertama, Blog Tekno yang aku kelola bersama Om Arman. Kedua, Blog Wisata yang belum lama ini aku ngajak Tante buat join nulis di sana. Mereka tidak hanya sekadar membantuku, tapi turut menyalurkan hobi menulis (juga) sesuai passion mereka. Ngga hanya blog, mereka juga ngadmin di akun twitter dan instagram yang merupakan akun media sosial dari dua blog yang telah kusebut.

 

A photo posted by Idah (@idahceris) on

Tahun ini, aku betul-betul ingin kembali aktif ngeblog di blog ini, khususnya. Niatnya, sih, update seminggu dua kali. Hari lain kugunakan untuk update blog Kecemut dan blog Catatan Kerja. CERIS Wisata dan CERIS Tekno, karena sudah dibantu update, sedikit woles lah, yaw. Xixixi

Doakan bisa kembali rutin ngeblog dan blogwalking ya, Temans! ^_*

Baca juga: Rekam Jejak 2015

3 Comments

  1. Saya juga mengalami kemerosotan dalam ngeblog tahun lalu. Prestasinya hanya selama Ramadhan, saya ngeblog setiap hari, meski cuma tulisan-tulisan pendek. Tahun ini, saya ingin lebih intens lagi ngeblog. Rasa rindu pulang ke rumah yang bernama blog. Media sosial telah melenakan dan menggerahkan, terutama belakangan berita-berita hoax berseliweran di mana-mana.. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *