PANTAI DI JAWA BARAT

Skele Toes Untuk Jelajah Pantai

Usai acara KopiSusuWB selesai, saya bersama Mikaus dan Kak Rivai jalan-jalan di Kuningan City untuk sekedar cuci mata. Niat untuk cuci mata secara nyata. Ngga lagi lewat online. Ya…mumpung lagi di Ibu Kota harus bisa memanfaatkan waktu, tenaga dan money. Meski sebenarnya sedang “mengikat pinggang”. :mrgreen:

Sedari awal jalan, hanya ada satu tarjet barang yang sudah saya tempel di kening. Adalah Sepatu. Saat melihat aneka model sepatu yang membuat kaki makin lincah, saya langsung mengintainya. Mencoba satu per satu sepatu yang cukup memikat. Tak terhitung sudah berapa model sepatu yang saya coba. Sampai Kak Vai tampak lelah, bosan melihat saya dan Mikaus keluar masuk kedai kopi tanpa ada hasilnya. Eh, kok kedai kopi, sih. πŸ˜† πŸ˜†

Ini bootsnya cantik banget, Kaaak. Sepatu kerjanya kece, yaa. Sepatu sportnya mulai merayu, nih. Ini kenapa wedgesnya colak-colek, sih. Benar-benar ngga sopan! :mrgreen: Seketika saya teringat daftar impian jalan jajan tahun 2015 yang sudah saya tulis pada awal tahun.

Pada tahun ini, rencana dolan yang sudah saya tulis lebih berpihak pada air. Kepada pantai dan air terjun, saya akan menyapa kalian dan tak lupa untuk bermain-main, ya. Ini semacam kegemaran sekaligus sebagai reward kepada badan dan otak.

Ini sepatu, bukan kaus kaki. Apalagi kaus tangan! ???????????? @latiff_harya @ahsanfile

A photo posted by Idah Ceris (@idahceris) on



 

Ada yang menyebutnya jodoh. Tak sedikit pula yang mengatakan hanya kebetulan. Kalau saya lebih suka dengan “semesta turut mendukung dan mengamini”. Saat masuk Gerai Adidas, saya melihat skele toes dengan gagahnya bersandar di punggung box sepatu. Ada juga yang duduk manis di atas wadahnya. So sweet banget, boo et obii. *duo krucilnya Mbak Indah* πŸ˜†

Saya belum pernah menyentuh skele toes. Apalagi mencoba untuk memakainya. Pertama kali melihat skele toes tuh di toko online. Itu pun masih was was. Apakah kira-kira kaki saya bisa berdamai dengan skele toes? Mengingat belun pernah memakainya. πŸ˜† Sepupu saya, Mikaus, merasa geli dan seperti jijay banget pas melihat sepatu air. Terlebih, ketika saya mulai mencobanya. Dia nyungir-nyungir, mengangkat bahu seperti merinding, gitu. Hahaha

Pertama kali mencoba skele toes, langsung saja merasa nyaman. Telapak napak banget, seperti ngga menggunakan sepatu. Secara, sepuluh jari sudah menempati tempatnya masing-masing. Ngga ada yang namanya takut lecet karena jemari berdampingan yang biasanya saling mengadu.

Ya Tuhan…berasa langsung cocok dan ingin deal saja! Saya sudah membayangkan yang enak-enak. Ngga perlu lepas-pakai- lepas- saat sedang di kawasan air terjun. Tetap bisa jalan santai di atas pasir meski matahari begitu terik. Nyaman banget saat berlarian di bibir pantai untuk mengejar Mamas Nicholas Saputra. Ngga ada yang namanya kaki telanjang, takut digelitiki ubur-ubur atau dihinggapi lebah laut. *emang ada lebah laut, ya?* Hahaha

Pokoknya, Skele Toes akan menjadi teman baik saat sedang bermain dengan air. Pokonya akan lebih nyaman dan tampak cantik saat di Pantai. Haaaaah…pokoknya saya harus menabung dulu untuk membeli Skele Toes untuk jelajah Pantai tahun ini. πŸ˜›

12 thoughts on “Skele Toes Untuk Jelajah Pantai

  1. yakkk ini barefoot running shoes bisa dipake buat lelarian enak banget berasa ngga pake sepatu alias nyeker πŸ˜€

    Benar banget, Kakk. πŸ˜€

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *