Stay Calm Meski Berada di Lingkungan Orang yang Sakit

“Bahagia dan susah. Kadang, mereka diciptakan untuk selalu berdekatan, berdampingan. Supaya kita tetap ingat kepada Sang Pencipta.” Tante mencoba menguatkan, saat Om sedang merasa terpuruk kala itu. Aku yang saat itu berada di samping mereka, turut mengambil hikmahnya.

Kenyataannya, tiap manusia pernah mengalami masa bahagia dan susah. Pun denganku. Susah dan bahagia pernah kualami secara bersamaan. Tepatnya saat usia Jasmine menuju delapan bulan dalam kandungan, dan setelah lahir.

Namanya perempuan sedang hamil, ya. Pasti merasa bahagia karena tak lama lagi akan menjadi seorang Ibu. Tapi saat itu juga, aku merasa susah. Bisa dibilang, kondisi mentalku cukup buruk. Ini karena penyakit hipertensi menghampiri Ibuku kala itu.

Sedang hamil besar, Ibuku, calon Embah dari bakal anakku, dirawat beberapa hari di RSUD. Gimana rasanya, coba? Nyaris tidak bersemangat hidup. Sedahsyat itukah? Iya, karena perempuan yang telah melahirkanku itu begitu istimewa bagiku. Meski tidak bisa full, aku berusaha menemani Ibu sampai waktunya istirahat malam, kira-kira jam 19.00 WIB. Cukup mengobati rasa rindu.

rumah-sakit-2

Kejadian sama kembali terulang saat Jasmine udah lahir, dan lagi-lagi saat usianya menjelang delapan bulan. Ternyata keadaanku jauh lebih buruk dari sebelumnya. Aku yang dulu masih bisa menemani, merawat Ibu, kali ini aku tidak bisa berada di sampingnya sewaktu-waktu. Bukan tanpa alasan tentunya. Di rumah ada Jasmine yang membutuhkan kehadiranku tiap hari. Ada suami, keluarga, yang tiap hari butuh makanan, dan segala hal untuk keperluan sehari-hari. Beruntung, Bapak, adik, beserta suami bisa menjaga Ibu secara bergilir.

Aku bersyukur karena Tuhan memberiku kesehatan terus menerus meski volume pekerjaan kantor dan rumah terus bertambah. Tapi di sisi lain, aku merasa susah karena daya tahan tubuh suami sempat drop. Mungkin karena kelelahan.

Sebenarnya sistem imun suamiku, tuh, terbilang kuat. Tapi, karena selama tujuh hari full ikut jagain Ibu, disuruh pakai masker selama di RS tidak mau, makan dan tidur tidak teratur, akhirnya dia pun ikut tumbang. Fufufu

stimuno

Sebelum jatuh sakit, tiap habis sarapan, dia aktif konsumsi Stimuno Forte. Menurutnya, ini termasuk salah satu cara menjaga kesehatan tubuh. Semisal sampai lupa, dia bisa minum Stimuno lempengan yang tak pernah absen nongkrong di dompetnya. Mengkonsumsinya pun bisa kapan saja, asal sudah makan. Tapi, saat mulai tidak sehat, suamk konsumsi Stimuno Forte tiga kali sehari untuk membantu mempercepat proses penyembuhan.

Kenapa Stimuno Forte?

Pertama, karena satu-satunya imunomodulator yang memperoleh sertifikasi Fitofarmaka, sebentuk standar tertinggi yang diberikan oleh BPOM untuk produk herbal yang sudah memenuhi standar proses dan kualitas sesuai dengan masyarat dari BPOM. Informasi ini kudapat di http://www.serbaherba.com/daya-tahan.

Kedua, karena bentuknya kapsul. Baik aku maupun suami, lebih memilih suplemen dalam bentuk kapsul karena mudah ditelan. Tidak terasa pahit.

stimuno-herbal-2

Ketiga, karena herbal. Terbuat dari ekstrak tanaman meniran (Phyllanthus niruri) yang sudah teruji klinis dan aman digunakan secara rutin dalam jangka panjang, jika dikonsunsi sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

Keempat, karena bekerja langsung memperbaiki sistem imun dengan memperbanyak produksi produksi antibodi.

Omong-omong, Stimuno Forte ini bisa dikonsumsi untuk anak mulai usia 12 tahun dengan dosis yang dianjurkan 3×1 kapsul. Stimuno Forte belum bisa diminum oleh wanita hamil dan menyusui. Stimuno belum mengeluarkan produknya yang aman bagi wanita hamil dan menyusui.

stimuno-forte

Dengan bekal empat alasan di atas, suami udah yakin minum Stimuno setiap hari untuk memperkuat dan memperbaiki daya tahan tubuhnya. Jadi, tetap stay calm meski berada di lingkungan orang yang sakit, ya. Udah ada Stimuno Forte, lho.

14 Comments

  1. Alhamdulillah, mindset seperti ini memang harus lebih di tingkatkan lagi di Indonesia. Kebanyakan kaum-kaum muda seperti saya ini tidak peduli akan kesehatan. Makan sembarangan yang penting enak, tidak suka minum herbal, dll. Makasih banyak review produk stimunonya mbaa… saya siap meminumnya hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *