Gedung Lembaga Kursus

Tabungan Anak, Kaya Akan Manfaat

Banyak hal yang akan menjadi milik bersama saat dua insan telah berjanji di depanNya untuk hidup bersama dalam sebuah ikatan yang bernama pernikahan. Menjadi hak milik bersama untuk kebersamaan. Begitu, kan, ya.

Hmmm…saya yang menikah dengan usia pernikahan baru seumur jagung belum bisa ngomong banyak tentang rumah tangga. Belum banyak pengalaman atas sebuah konsekuensi untuk menjalani kehidupan nyata.

Ya, bagi saya, kehidupan setelah menikah adalah kehidupan nyata. Bahkan, saya sering menyebutnya “kehidupan yang sesungguhnya“. Artinya, memutuskan untuk menikah, berarti siap masuk gerbang kehidupan nyata. Ada bermacam kebutuhan harian yang wajib dibeli untuk kelangsungan hidup, ada yang namanya mementingkan kondangan, ada istilah keperluan mendadak, dll. Tapi, bukan berarti hari-hari yang sudah dilalui sebelum menikah adalah kehidupan ngga nyata. :mrgreen:

Omong-omong tentang kebersamaan, saya jadi ingat saat pertama kali ayang suami memberi sejumlah uang hasil kerja kerasnya selama sebulan. Entah apa yang ada dalam pikiran saya saat itu, saya sempat mengatakan kepadanya; “Yaaang, uang saya adalah milik saya. Dan uang kamu adalah milik saya. Begitu, ya. Ngga boleh protes“. Dodolibret banget, kan? :mrgreen:

Tak lama kemudian, dia hanya mengangguk pasrah atas sebuah keputusan dari isterinya yang solehah ini. Ngga komentar sepatah katapun. 😀 Emmm…mungkin kalau ada orang lain yang mendengar perbincangan kami waktu itu, mereka akan memberi komentar. “Hiiih…Isteri macam apa itu. Menyiksa suami. Haaagz! Na’udzubillah, ya.

TABUNGAN ANAK

Jemari kami sama lentiknya. . .  😛

Sedari awal merencanakan pernikahan, kami sudah yakin insya allah bisa masuk gerbang kehidupan sesungguhnya. Banyak Bismillaah dengan segala macam rencana untuk kehidupan yang mempunyai rentang; jangka pendek, menengah dan panjang.

Rencana, bagi kami ia adalah penyemangat, penggerak dalam kehidupan. Kalau ngga ada rencana, mungkin kami ngga akan banyak bergerak. Lebih banyak leyeh-leyeh pada usia muda, tidur tanpa tahu waktu, pokoknya semua hal yang dijalani kurang bermanfaat.

Akhir-akhir ini, kami mulai serius merencanakan tabungan wajib untuk buah hati kelak. Usia kandungan saya memang masih muda. Menurut perhitungan Dokter baru lima minggu. Tapi, bukan berarti kami masih bisa santai. Ini justru membuat kami semangat, makin semangat untuk merealisasikan rencana yang sudah ada.

“Yang, gimana kalau uang hasil kerja kamu ditabung saja untuk calon debay. Pilih tabungan pendidikan atau sekaligus yang ada asuransinya. Ya…daripada uang kamu nganggur“. Ujar suami dengan idenya. What? Emang gue jutawan banget, ya. Sampai ada uang nganggur. 😛

TABUNGAN ANAK CERMATI

Aku juga pingin nabung! 😉

Sebelum laki-laki mempunyai sederet rencana untuk si calon buah hati, biasanya perempuan sudah terlebih dahulu mencari informasi ke sana ke mari, kira-kira apa saja yang perlu dipersiapkan untuk si kecil nanti. Tabungan anak untuk masa depannya, misalnya. Perempuan, kan, lebih detil dalam perencanaan. *menjunjung tinggi kaum hawa*

Karena memang fokus untuk anak, tabunganpun benar-benar harus dipertimbangkan dengan baik. Besarnya uang yang disetorkan dan jangka waktu menjadi bahan pertimbangan sebelum membuka tabungan. Sesuai dengan kemampuan ekonomi keluarga kecil.

Saat ini banyak Bank yang menawarkan tabungan Anak. Baik itu untuk jangka pendek, maupun jangka panjang sampai ia lulus kuliah nanti. Tabungan pendidikan, namanya.

Bagi saya, tabungan pendidikan adalah salah satu jenis tabungan yang akan membantu banget bagi para orangtua. Karena, setidaknya bisa meringankan pengeluaran saat anak mulai masuk sekolah nanti. Sedikit demi sedikit menyisihkan uang wajib untuk anak. Ini semacam angsuran untuk masa depan pendidikan anak.

Kita semua tahu, biaya pendidikan ngga pernah turun. Tiap tahun makin meningkat. Ada banyak inovasi, kemajuan pada tiap Sekolah yang memungkinkan untuk menarik uang lebih besar dari tahun sebelumnya.

Jika kamu calon orangtua yang sedang merencanakan tabungan untuk anak, ngga ada salahnya membuka website Cermati. Sebuah perusahaan start-up yang bergerak di bidang teknologi finansial. Produk-produk Cermati memungkinkan masyarakat Indonesia untuk membuat keputusan finansial yang paling tepat dan cermat untuk situasi finansial mereka.

Di sana ada banyak penawaran dari Bank, termasuk penjelasan detil tentang tabungan anak. Kamu juga bisa mengisi jangka waktu, besarnya saldo rata-rata dan memilih Bank sebagai pembanding melalui kalkulator Cermati.

Yuuk…berikan yang terbaik untuk masa depan anak! 😉

16 thoughts on “Tabungan Anak, Kaya Akan Manfaat

  1. Dulu saya ambil asuransi pendidikan yang ada di Bank Mandiri. Langsung debet otomatis dari tabungan tiap bulan. Gak ribet, memudahkan.

    Sayaaang anaak! 😀

  2. Wah udah mulai serba serbi anak nih postingannya heheee…. Anak2 senang diajari menabung. Nggak jaman lagi pake celengan

    Celengannya buat mainan saja, ya. 😀 😀

  3. memang harus dipersiapkan sedari dini ya mbak kalo tabungan anak itu.

    Kamu sudah mempersiapkan dong, Yu? Kan masih dini. 😀

  4. waaah, baru tau mbak idah udah hamil, selamaat yaaa 🙂
    perencanaannya bagus ini soal tabungan anak harus mulai dipikirin
    *nikah aja belom, nggi* hehehe

    Kapan nikah, Nggi? 😀

  5. Wah.. lagi hamilmuda rupanya.Selamat jadi calon Ibu ya Idah..semoga selalu sehat ya..

    Alhamdulillaah, Bund. Makasih, ya. 😀

  6. Info: Telah hadir Tabungan Merdeka dari Sinarmas MSIG – Bridge Indonesia. Tabungan member get member. Bisa untuk tabungan pendidikan. Kelebihannya bisa mendapatkan komisi dengan mengajak teman menabung. Satu ajakan komisi langsung cair. Perkembangan dana bisa dipantau secara real time di website EPolicy Sinarmas MSIG.

    Sinarmas belum sampai Banjarnegara, lho. 😀

  7. Aku juga udah kepikiran mau buka tabungan khusus anak jeng, mudah2an tahun depan terlaksana…tahun ini masih rencana, hahaha

    Aamiin, Mbak. 😀

  8. Memang sudah seharusnya sejak dini para orangtua sudah mempersiapkan dana berupa tabungan untuk pendidikan anaknya kelak… Saat ini beragam jenis tabungan anak diperkenalkan oleh pihak bank… semuanya memberikan fitur-fitur menarik dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan kita…

    Ada banyak bonus juga katanya, ya. 😀

  9. Itu mata anaknya kayak boneka!! #salahfokus

    Saya sudah 3 tahun ini aktif ikutan tabungan berjangka, ambil waktunya yang rada lama biar kerasa, hahaha.. Lumayan membantu juga apalagi untuk saya yang demennya nyedot uang terus tiba-tiba abis..Hihihi..

    Btw, saya (blm menikah) juga sering bilang ke calon, “Uang kamu uangku, uangku ya uangku” hahahaha…

    Investasi ya, Mbak? 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *