ALAT TRANSPORTASI UMUM

Terlalu Yakin Pada Dua Huruf

Jreeng jreeng!!! Beberapa abad yang lalu, saat matahari sedang bergembira, saya bersama teman-teman melakukan perjalanan pulang dari negeri di atas awan. Karena saat itu saya berangkat naik kendaraan umum, pulangnya pun demikian. Saya didrop oleh seorang teman di pertigaan JL. Kyai Muntang, Wonosobo.

Telephone genggam yang saya sembunyikan di dalam tas terus berdering. Ketika saya lihat dilayar, ternyata telefon masuk itu dari Bapak. Telefon sengaja saya tolak. Sebab, dari kejauhan sudah tampak sebentuk Bus sedang melaju kencang.

Tangan kiri saya masih menggenggam handphone. Sedangkan tangan kanan memberi kode, aba-aba “stop” pada sebentuk BUS warna putih. Penuh semangat tangan saya memegang besi yang terpasang di samping pintu masuk Bus. Tenang banget bisa duduk dengan nyaman. Meluruskan kaki yang kesemutan akibat menekuk terlalu lama saat naik sepeda motor.

Setelah merasa nyaman di tempat duduk, saya kembali membuka handphone. Ternyata ada pesan masuk Bapak. Beliau hanya memastikan saja, saya sudah turun gunung atau belum. Sebab, sebelumnya saya minta tolong kepadanya untuk menjemput saya di pertigaan Singomerto.

BUS JURUSAN WONOSOBO-PREMBUN

P dan R. . .

Saya melihat Bapak kondektur mulai berjalan, menghampiri para penumpang. Dan orang pertama yang dimintai tarif adalah saya. Saya memberikan selembar uang berwarna ungu.

“Turun mana, Mba?”
. Tanya Bapak kondektur.

“Singomerto, Pak”. Saya menjawab tegas.

“Lho lho lho, ini Bus jurusan Wonosobo-Prembun lho, Mba. Bukan Purwokerto”. Bapak kondektur memberi senyuman termanisnya, beserta uang kembalian kepada saya.

Hah, Prembun? Ya…Prembun, nama desa, dan juga kecamatan di Kebumen, Jawa Tengah. Ini ngapain saya ke Kebumen, ya. Rumah saya kan di Banjarnegara. Hahaha Demi apa saya memilih Bus jurusan Wonosobo- Prembun. Seharusnya kan Wonosobo- Purwokerto .

Rasanya baru kali ini saya benar-benar kehilangan keseimbangan otak. #sokyes Ini akibat dari ketidak telitian, dan terlalu yakin dengan huruf depan, P dan R. Dua huruf yang juga mewakili nama kota “PURWOKERTO”. :mrgreen: Sumpah, antara malu, malu banget, dan ingin terus senyum sendiri. Sampai akhirnya saya turun di Terminal Sawangan, dalam keadaan masih senyum-senyum dewek emplek. Hahaha

By the way, apakah kamu pernah mengalami hal serupa dengan cerita saya di atas? πŸ˜†

23 thoughts on “Terlalu Yakin Pada Dua Huruf

  1. Nah loh, jadi kebablasan dong ? Tapi ga juga sih, orang tinggal naik angkutan lagi ya ? Tapi sebenarnya bukan kehilangan keseimbangan pada otak sih Mba, tapi ada yang lagi mengganggu pikiran nih,,,,,, hm,,,, apa ya,,,,,, ? ? ? twing, twing, twing, ,,,,,,

    Salam

    Belum, Pak. Saya turunnya masih di satu jalur kok. Diganggu tahu asin. πŸ˜€

  2. Hiyaaaa…itulah knp kalo naik angkot, saya selalu pake kacamata dulu. Biar keliatan tulisannya πŸ˜€
    Lain kali jangan ‘gupuh kabeh’ mbaknyaaaa :p

    Kacama enggak dipake terus ya, Tha? Hahaha Gupuh oooh. .

  3. Pernah pas awal-awal naik Trans Jogja (untung bukan bus antar kota) kan belum hapal rutenya. Dari Malioboro naik jalur 2A padahal mestinya 3A. Ya sudah deh, dinikmati saja muter-muter kota Jogja, hehehe.

    Itu kenapa bisa ngambil 3A? πŸ˜€

  4. hihihihi….seriiiiing … pernah naik angkot asal ijo aja di Bandung ini, padahal, ijo ini ada beberapa jurusan, dan yang ku tumpangi adalah arah sebaliknya. ketiduran di bis hingga klewat haltenya juga pernah

    Ternyata ada yang lebih paraah. Hahaha

  5. ane juga pernah jenk.
    naik sumber kencono mau ke Jogja.
    salah naik yang SK jurusan semarang.

    mungkin perlu dibenahi sistem pencegatan bis di Indonesia.
    kurang informatif,

    piss dunk jreng..

    Yaelah, ngapain nyalahin Indonesia, sih. πŸ˜€

  6. Hahhahaha iya ya. Ternyata salah naik jurusan rupanya mba e. Hmmm. Kalau menurut pendapat saya sih itu kurang konsentrasi saja. Ini pendapat saya sih. Soalnya saat mba sedang menunggu bis datang, HP berdering di dalam tas. Mis call dari Bapak ya. Itu yang membuat mba jadi terpecah konsentrasinya.

    Benar. Terkecoh ya, Om. πŸ˜€

  7. hahaha…adekq pernah mba, jadi dia dari wonosobo naik bis nah biasanya di terminal magelang kan turun ya ganti bis jurusan magelang-wonosobo, eee dia ketiduran di terminal magelang, walhasil katut sama bis bablas ke semarang. sampai semarang dia clingak-clinguk ini dimana…wahaha

    Maksudnya jurusan wonosobo-magelang kalik ya, Mba. Kan dari wonosobo tuh. Hihihi Kasihan.

  8. Hahaha… Aku sih blm pernah ya… Jgn sampe deh soalny klo di purwokerto aku bs nyasar kemana2 hahaaha… #komenngawur :p hihihi… Itu kyknya ga teliti karena fokusnya lagi terbagi antara hp dan bis ya? Hehehe..

    Coba ke Purwokerto deh, Mba. πŸ˜›

  9. Pernah, tp waktu naik angkot πŸ˜€
    sambil asik beli somay dan kebetulan waktu itu belum pnya kacamata, jadi siwer magrib2 nyetop angkot.

    asik makan somay diangkot, pas dongak kedepan kok angkotnya belok ya? harusnya lurus hahaha

    akhirnya ya turun tanpa mbayar πŸ˜€

    Kok endingnya enggak asyik sih, Mel. Masak enggak bayar? πŸ˜€

  10. Ya ampuunnn Mbak Idah, bisa salah jurusan begitu.
    Untung masih di Jateng ya, belum masuk ke Jatim. Kan repot juga tuh dibuatnya πŸ™‚

    Hahaha, jauh banget, Bu. πŸ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *