TERMINAL KAMPUNG RAMBUTAN JAKARTA TIMUR

Pagi di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur

“Sudah sampai Terminal Kampung Rambutan, Mbak”. Mas-mas yang duduk disebalah nyolek bahu kanan saya. Sedikit kaget, karena saat itu saya tidur disepanjang perjalanan. Rasanya baru tadi sore, orang tua mengantar saya sampai Terminal Banjarnegara.

Ngga terasa perjalanan selama sebelas jam telah terlampaui dan sudah sampai Terminal Kampung Rambutan, sebuah terminal bus yang berada di Jalan Lingkar Luar Selatan, kawasan Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Di sini adalah pangkalan Bus yang melayani rute Bandung, Tasikmalaya, Garut, Cikampek dan kota Lainya.

Perjalanan dari Banjarnegara-Jakarta menggunakan jasa transportasi Bus Sinar Jaya, saya isi dengan kegiatan tidur. Yeeah, tidur menjadi alternatif terbaik, karena siangnya baru bertarung dengan server kantor. Tadinya kayak mau begadang saja di Bus. Sudah minta tolong sama Tante buat nemenin. Yaaa…kali saja mengalami BeTe di Bis.

Saya ambil pemberangkatan pukul 17.00 WIB dari Banjarnegara. Berbekal satu tiket Bus Eksekutif Rp 90.000, perjalanan terasa nyaman banget. Sabtu, 8 Maret 2014, tepat pukul 04.00 WIB, saya sampai Terminal Kampung Rambutan. Sesampainya di terminal tersebut, saya langsung mengecek handphone. Ehm, sudah ada SMS dari Bapak yang menanyakan ini itu, memberi tahu tahu ini itu, dll. Membaca SMS dari Bapak kok, ya, berasa anak kecil. 😆

Turun dari Bus, saya menyeberang jalan, lalu menyapa Mbak ramah yang berjualan aneka minuman. “Masih pukul 04.00 WIB, Mbak. Duduk dulu di sini. Mushala masih dikunci. Begitulah oenjelasan dari Mbak ramah. Tanpa berpikir lama, saya duduk dekat Mba ramah dan memesan segelas teh anget.

TERMINAL KAMPUNG RAMBUTAN JAKARTA

Rame bingits di sini. . .

Tehnya manis apa gak, Mba?“. Tanya Mba ramah sebelum membuatkan minum untuk saya. Saya memilih teh manis untuk menghangatkan tubuh. Menikmati segelas jumbo teh anget, ditemani Mba Ramah dan para Bapak ojek.

Tadinya agak takut dengan para Ojek. Teman-teman tahu sendiri cerita tentang Ojek yang di terminal, kan? Banyak cerita yang beredar, bahwa para ojek yang ada di terminal suka kurang bersahabat gitu. Tapi, setelah bercakap dengan baik, para Ojek pun sopan, baik. Hal ini makin menguatkan saya, bahwa para jasa ojek atau transportasi lain di terminal bus gak semuanya menakutkan atau jahat.

Saat itu, para Bapak juga menawarkan jasanya untuk mengantarkan saya sampai Tebet (rumah teman). Tapi, saya ngga mau dong. Karena, saya sudah janjian sama Busway.

*******

Meninggalkan lapak Mba ramah sebentar untuk pergi ke Mushalla. Jarak dari tempat pemberhentian Bus ke Mushalla kurang lebiih 500 meter. Di depan Mushalla sangat ramai karena ada dua orang Bapak penjual nasi uduk. Kemudian, masuk Mushalla dengan menitipkan tas kepada penjaga penitipan barang. Shalat berjama’ah mulai pukul 04.30 WIB dan setelahnya, membayar uang penitipan barang seikhlasnya.

Setelah subuhan, saya kembali lagi menikmati teh anget yang sudah mulai dingin. Bercerita bersama Mba Ramah dan juga Bapak-bapak ojek. Tepat pukul 05.30 WIB, sya memutuskan untuk mencari Busway yang ada di sekitar Terminal Kampung Tambutan. Tepat di sebelah kanan Terminal, kurang lebih 700 meter dari tempat pemberhentian Bus, ada halte Busway.

Selamat tinggal Kampung Rambutan. Sampai berjumpa lagi di hari Senin pagi, ya! Saya akan singgah ke Terminal Kampung Rambutan (lagi) untuk kembali pulang ke Banjarnegara.

8 thoughts on “Pagi di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur

  1. Wiiii yg antusias hadir ke perhelatan SBI.
    Long years ago, aq prnh singgah di terminal KR ini, aseli bingung lho. Dr arah bandung kala itu.

    Bingung ngapa e, Mba. Hahahha ^_*

  2. Terminal oh terminal 🙂
    udah lama saya ga pernah kesana, cuma kalau dulu kesannya agak kurang enak karena banyak calo yg suka maksa2 kita naek bus yg mereka caloin

    Tipsnya tuh tinggal bilang “sudah ada yang jemput”. Hihihi ^_*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *