MENUNGGU TERAPI

Virus Itu Bernama Bell’s Palsy

Pernah saya tulis tentang virus yang menghampiri Ibu. Sepulangnya dari Dokter SpPD, saya langsung menceritakan keadaan Ibu kepada Om secara detail.

Om langsung menanggapi dengan cepat. “Meski sudah periksa ke SpPD, dan obatnya masih, Ada baiknya memeriksakan Ibu ke Dokter Saraf. Kemungkinan ada salah satu saraf yang tidak berfungsi pada Ibu, jadi mulutnya sepeti ketarik”. Seperti itulah saran dari Om.

Sore hari, kami kembali memeriksakan Ibu Dokter Saraf. Dokter Eko, SpS. Di rumah prakteknya, kami bisa berkomunikasi lebih intens dengan Dokternya. Dokter memberi tahu tentang penyakit Ibu secara detail. Sakit yang ibu derita ini adalah sakitnya disebabkan oleh virus yang menyerang tengkorak bagian luar. Dan ini bukan gejala stroke. Karena, jika stroke itu virusnya menyerang di  tengkorak bagian dalam. Kurang lebih seperti itu penjelasan dari Dokter. Akhirnya kami lega. Karena sebelumnya Bapak sempat mengira, kalau Ibu terkena gejala stroke, karena darahnya tinggi.

Dokter Eko juga menjelaskan lebih detail tentang penyakit Ibu. Terkena penyakit Bell’s Palsy namanya. Bell’s Palsy adalah nama penyakit yang menyerang saraf wajah sehingga mengakibatkan kelumpuhan otot pada salah satu sisi wajah. Ini yang menyebabkan Ibu susah menggerakkan sebagian otot wajah, sepeti meniup dan menutup mata. Meniup masih bisa, namun udara yang keluar sangat sedikit. Menutup mata juga masih bisa, tapi mata kanan tidak bisa tertutup sempurna. Masih terbuka sedikit. Dan ini sedikit menyusahkan Ibu ketika berwudhu, karena ada air yang masuk ke mata. Pedas rasanya.

Dokter Eko juga menambah penjelasan tentang saraf wajah. Bahwa dalam wajah kita tuh ada 12 macam saraf, nah Bell’s Palsy ini merupakan saraf ke tujuh. Beliau juga menambahkan, mengo-nya mulut Ibu masih bisa disembuhkan. Hanya saja membutuhkan kesabaran dalam proses penyembuhan, mengkonsumsi obat dan terapi.

Bapak bertanya pada Dokter “Dok, ini sudah terlambat belum?”. Dokternya pun menjawab dan menjelaskan. “Bahwa penyakit saraf itu datangnya mendadak, hitungannya per jam, bukan lagi hari”. Begitu mengerikan tentang saraf ini, ya. Kalau penyakit selain saraf ‘kan biasanya hitungannya hari. Sudah berapa hari sakitnya? Gitu kan, ya.

Dari beberapa referensi yang saya baca, penyebab Bell’s Palsy berupa virus herpes yang membuat saraf menjadi bengkak akibat infeksi. Metode pengobatan berupa obat-obatan jenis steroid, dapat mengurangi pembengkakan. Sementara ini, Ibu masih rawat jalan. Rutin periksa, satu minggu sekali ke Dokter Eko dan melaksanakan terapi per dua hari. Alhamdulillaah, kemarin saya lihat mulut Ibu sudah hampir normal lagi.

Ibu disarankan harus banyak belajar senyum semangat, menggeser mulut ke kanan-kiri, mecucu, belajar AIUEO intinya. Belajar merem, angkat alis dan nyureng. Selain itu, Ibu juga saya pijat pelan-pelan disekitar wajah menggunakan handuk kecil yang dibasahi air hangat. Sesuai saran dari Dokter.  Semoga minggu ini adalah terapi terakhir untuk Ibu. Aamiin. . .

Apakah sahabat pernah dengar tentang Bell’s Palsy?

13 thoughts on “Virus Itu Bernama Bell’s Palsy

  1. aku pernah baca penyakit ini akibat dari angin atau ac yang terus menerus ya idah.di blognya siapa gitu pernah dibahas nih teman kantornya kena bells palsy akibat naik motor kena aingin tidak memakai helm

    Iya, karena sering kena angin. Kedinginan, Mba. 🙂 ^_*

  2. belum pernah dengar, tapi pernah ada teman yang mirip dgn itu, cuman bibir sbalah kiri g bisa di gerakkan.
    semoga lekas sembuh….
    😀

    Kalau Bells Palsy masih bisa digerakkan, Om. Makasih doanya, ya. . . ^_*

  3. Pernah, Idah…temen kuliah saya dulu, terkena bell’s palsy ini. Wajahnya agak tertarik ke samping dan matanya menjadi tidak simetris karena gangguan syaraf tersebut.

    Selain itu, ada juga kan bintang sinetron kita yang terkena penyalit ini dan bisa kembali pulih tanpa kurang suatu apapun?
    Intinya memang berobat rutin dan menjalani terapi yang dianjurkan. Mudah-mudahan ibu telaten menjalani pengobatannya dan cepat sembuh ya, Idah…doa saya dari jauh 🙂

    Ibu saua juga terapi rutin, Mba. Aamiin. .. terima kasih ya, Mba. ^_*

  4. baru denger seorang teman kena virus ini juga.
    Sedih banget sih karena beliau masih muda, badan tinggi besar dan kelihatan selama ini sehat-sehat aja.
    semoga ibu diberikan kesembuhan yang sempurna ya

    Ibu saya awalnya juga sehat, Mba. Aamiin. .. Terima Kasih ya, Mba. ^_*

  5. Baru denger ‘Bells Palsy’.. Hmmm.. Syafakillah buat Ibunya ya Mbak’.. Keep sabar buat Mba Idah n’ keluarga.. ^_^

    Tetaaap sabar koq. terima kasih atas doanya, ya. ^_*

  6. Bell’s Palsy ini sekarang lagi rame dibicarakan…apakah karena kondisi alam yang sudah tidak ramah sehingga menyebabkan banyak orang terkena Bell’s Palsy…,semoga ibunya bisa sehat kembali dan senantiasa dalam lindungan ALLAH….,
    btw-aku juga lagi buat GA, dicari 32 orang blogger yg suka nulis dan corat coret untuk jadi pemenang buat dapatkan gift unik dari Makassar, Tana Toraja dan Martapura Kalimantan Selatan…..salam 🙂

    Saya koq kurang paham ya, Pak. Aamiin, makasih doanya. Inysa Allah meramaikan acaranya, Pak. ^_*

  7. yg sabar ya…kmrn ibuku sempet kena gejala stroke ringan….bahkan kata dokter krn kebanteren mikr saraf ibu ada yg kena juga….

    Memikirkan kamu ya, MBa. 😀 ^_*

  8. Bell’s Palsy adalah gangguan saraf fasialis (nerve cranial VII) yang di tepi, paling sering disebabkan oleh peradangan karena infeksi. Secara statistik disebabkan oleh Herpes Simplek. Tanda dan gejalanya adalah wajah nampak lumpuh sebelah. Berbeda dengan Stroke, kalau pada stroke didapatkan hemiparese (lumpuh pada badan dan ekstremitas/lengan & tungkai sebelah) serta wajah, sedangkan Bell’s palsy hanya Fasial (wajah). Pengobatan menggunakan kortikosteroid, antivirus, dan neuroprotektan.

    Lengkap penjelasannya. Makasiih. ^_*

  9. Aku pernah mengalami bell’s palsy lebih dari 3 bulan, Alhamdulilah sudah 99.9% sembuh. Umur ku 27 th. Dengan berat badan yang tidak terlalu over weight. Peristiwa itu terjadi tepatnya tgl 30 Juli 2013, seperti biasanya aku berangkat kekantor. Memang, kira-kira 1 minggu sebelum wajah ku mencong, aku merasakan sakit yang tidak terkira dikepala ku, tepat disebelah kanan dibelakang telinga, sebuah titik yang mambuat kepala sakit tidak terkira, tapi aku biarkan saja, toh besok-besok sakitnya juga hilang. aku bukan tipe orang yang mau sedikit-sedikit minum obat. 30 Juli siang hari tepatnya, aku merasakan ada yang aneh pada wajahku, terasa agak sedikit mencong, aku berkaca, tapi ku lihat masih normal-normal saja. Setelah sampai dirumah, mau buka puasa, terasa lagi mulutku aneh, karena cuka pempek yang baru saja aku hirup keluar dengan sendirinya dari mulutku, Aku langsung panik, dan segera bertanya pada adik-adik dan orang tuaku tentang apa yang ku alami. Ternyata benar, wajahku mencong, sedih sekali rasanya, apalagi aku ini masih lajang. Mana ada pria yang mau dengan wanita bermuka mencong. Tgl 31 Juli , aku ditemani papa langsung menuju kedokter umum praktek. Dokter menyarankan, untuk segera datang ke Dokter spesialis saraf, biar langsung difisioterapi. Dengan wajah yang mencong, aku pun bergegas ke sana. Tapi percuma, sudah 2x konsultasi dengan biaya pengobatan yang tidak murah, bell’s palsy ku tak kunjung sembuh. Temen-teman ku menyarankan agar wajahku di urut, sdh 2 kali diurut ternyata sembuhpun tak datang. Akhirnya aku berobat alternatif, yang tempatnya lumayan sangat jauh dari tempat tinggal ku, Baru 1 minggu pengobatan, alhamdulilah ada perubahan. Aku sudah bisa menaikkan alis walaupun hanya sedikit. Sekarang wajahku telah normal kembali.

  10. eehh iyah jadi ingat, kemarin baca postingan Uci juga gini. katanya kena Bells Palsy sebelum lahiran kemarin.

    semoga Ibunya cepat sembuh yaah, salam utk Ibu.:)

    Sebelum lahiran? Haah? Kasiian bangeet. Aamiin. .makasih doanya ya, Mba. Salamnya nanati saya smapikan. :mrgreen: ^_*

Leave a Reply to solusi rumah tangga Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *