Duuh…Ada Virus yang Menghampiri Ibu

Beberapa kali saya pernah menyinggung tentang keadaan Ibu yang sedang kurang sehat. Awal mula, sore hari Ibu SMS merasa sedikit pusing dan minta dikerok bagian leher belakang. Karena saat itu saya lembur, jadi tidak bisa pulang lebih awal. Ibu pun akhirnya kerokan sendiri. Ketika pulang, Ibu menunjukkan hasil kerokannya. Merah sekali, seperti masuk angin.

Pagi harinya saya perhatikan wajah Ibu koq ada yang aneh. Mulutnya rada ketarik ke kiri, mengo atau menceng. Saya konfirmasikan dengan beliau, tapi katanya tidak apa-apa, tidak sakit pula. Beliau juga memperjelas, mungkin karena tidurnya nyamping kiri terus. Tanpa pikir panjang, saya pun percaya saja.

Malam harinya, saya perhatikan lagi wajah Ibu. Lha koq ngomongnya seperti susah gitu. Ketika tertawa, mulut ketarik ke kiri dan matanya sering berkedip pelan. Dan itu tidak biasa. Aneh sekali rasanya. Akhirnya, Adik mengajak Ibu periksa ke Dokter Umum. Sampai di rumah praktek, Dokternya tidak ada. Tapi ada anaknya yang berprofesi sebagai Perawat. Adik pun minta tolong ke Mba Perawat. Adik belum mendapat konfirmasi atau hasil pemeriksaannya, tapi Mba Perawat menyuruh untuk segera membawa Ibu ke Dokter Spesialis. Mba Perawat hanya berkata, “bahaya ini, bahaya, bahaya”. Karena saat itu tensi Ibu 220/xxx.

Aapakh Ibu terkena efek samping dari kerokan, ya? Saat itu Ibu tidak tahu kalau darahnya sedang tinggi.

Waduh. . .ketika saya mendapat kabar seperti itu dari Adik saya panik dong, ya. Apalagi setahu saya di Banjarnegara hanya ada dua Dokter Spesialis yang buka praktek malam hari. Tanpa pikir panjang, saya dan adik pun ke Dokter Spesialis penyakit dalam. Iya, yang masih buka raktek malam itu hanya Dokter SpPD. Malam itu juga saya dan Adik mengambil tindakan untuk  memeriksakan Ibu ke Dokter SpPD. Dokter sSpesialis yang buka sampai malam adanya hanya Spesialis Penyakit Dalam. Berada di Jl. Tentara Pelajar.

Singkatnya, ketika diperiksa, Dokter Thomas, SpPD pun menjelaskan kalau Ibu tidak apa-apa, hanya tensinya tinggi. Ini yang harus segera ditangani. Tentang wajah dan mulut Ibu yang sedikit mengo juga katanya tidak apa-apa. Ini karena ada virus yang menghampiri dan masih bisa disembuhkan. Sayangnya Dokter tidak menjelaskan lebih detail tentang virus tersebut.

Saya dan Adik akhirnya bisa lega rasanya. Begitupun dengan Ibu. Apalagi ketika Bapak datang mendampingi kami, lebih tenang rasanya. Ibu diberi empat macam obat, dalam bentuk pil dan kapsul dan disuruh rawat jalan. Semoga virus yang baru saja saya tahu ini hanya mampir saja dan akan segera permisi untuk pamit.

7 thoughts on “Duuh…Ada Virus yang Menghampiri Ibu

  1. semoga lekas sembuh mbak idah ibunya

    disuruh lebih banyak berolahraga mbak, jalan kaki pagi hari, sebelum penyakit bertambah buruk

    Hihihihi, emang iya, Mas. Terima Kasih doanya, ya. ^_*

  2. gak minta penjelasan ya Idah, virus apa jadi kitanya tahu. Semoga ibu lekas sembuh ya

    Saat itu belum, Mba. Terima Kasih doanya. ^_*

  3. Tetap harus hati-hati dan sering periksa kalau tensi setinggi itu kan… Semoga ibunya lekas sembuh ya mbak.

    Iya, rwat jalan, Mba. Terima Kasih doanya, ya. ^_*

  4. Kok malah baru tau ada virus bikin mengo. Yang selama ini aku tau kalo mengo dan susah bicara itu gejala stroke
    Semoga kembali sehat dan dijauhkan dari segala macam penyakit…

    Ini bukan Stroke katanya, Mas. Aamiin. Terima Kasih ya, Mas. ^_*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *