ALAT TRANSPORTASI UMUM

MyCOD, Layanan Spesial Buat Kamu yang Doyan Belanja Online

Duuuh…1 juta ini uang semua, lho. Mau ditransfer ke online shop buat bayar barang yang sudah aku pesan. Tapi kok aku deg-degan, yaa! Ragu. Takut barang ngga sampai, gitu.”

Kamu pernah galau, ragu, takut, melepas uang dalam jumlah banyak untuk membeli barang yang sudah lama kita incar di toko online? Sekalipun toko onlinenya besar. Jika pernah, saatnya kamu menggunakan MyCOD biar pala Frozen ngga pusing!

Jangan ngaku kekinian, kalau masih takut kena tipu saat belanja online, ya. Sebab, sekarang sudah ada MyCOD, salah satu layanan dari aplikasi MyJNE sebagai perantara pembayaran yang membantu banget dalam bertransaksi antara pembeli dengan toko online.

Sebelum aku ajak menyelami fitur MyCOD, Teman-teman harus kenalan dulu dengan MyJNE. Biar bisa jadi temann dekat, gitu. Aku yakin, dari ratusan masyarakat di Desaku, hanya aku yang tahu tentang MyJNE. *sombong, kan?* :mrgreen:

Yuuk…kenalan dulu sama MyJNE?

Sesuai dengan nama aplikasinya, yaitu MyJNE. Adalah aplikasi berbasis android yang menghubungkan nomor telepon kamu dengan seluruh kiriman yang kamu kirim melalui JNE. Aplikasi mobile yang dibuat oleh PT. Tiki JNE (Jalur Nigraha Ekakurir) ini belum lama diluncurkan. Pantas lah kalau belum banyak yang tahu tentangnya.

Di dalam aplikasi ini terdapat empat menu, di mana semuanya akan mempermudah para pemilik online shop (yang selanjutanya aku sebut penjual) dan juga si pembeli. Empat menu yang -menurutku- hampir semua bermanfaat yaitu Home, JNE Neraby, MyCOD, dan MyCOD Wallet.

:mrgreen: Hati-hati…ntar kamu makin doyan belanja online kalau sudah kenal dengan MyCOD! :mrgreen:

 

Njajal Menu MyJNE!

Njajal Menu MyJNE!

Gimana? Sudah ada gambaran tentang layanan MyJNE, kan? Pasti belum! Kan aku belum ngasih tahu menu Home itu apa, di dalamnya ada fitur apa saja, bisa ngapain di situ, dll dll. Tapi…semua menu akan aku tulis di blog berbeda, ya. Soalnya, di sini aku cuma mau ngomongin MyCOD saja. Just MyCOD! Yang lain? Cek aja sendiri! *ngga konsisten* 😆

Kamu HARUS tahu dulu tentang MyCOD!

Masyarakat Indonesia yang punya hobi belanja online pasti udah ngga asing dengan istilah COD. Istilah yang aku kenal sebelum aplikasi MyJNE launching yaitu Cash On Delivery. Tapi, COD milik MyJNE ini punya arti berbeda, yaitu Cash On Digital. Duuuh…MyJNE, kenapa harus ngambil istilah yang sama, sih? Bikin confuse Puteri Jasmine, nih. 😛 Kenapa ngga MyCOT saja? Cash On Together! Wkwkwk

Fakta yang kerap terjadi pada lingkup belanja online

Saat ini, ngga sedikit orang yang masih takut bertransaksi online karena minimnya kepercayaan. Transaksi yang aku maksud yaitu belanja online dengan cara mentransfer uang terlebih dahulu ke penjual, kemudian setelah uang diterima oleh penjual, baru lah barang dikirim ke pembeli. Yaa…kalau barang yang kita pesan dikirim, ya. Semisal sudah menunggu 14 tahun belum dikirim juga, haruskah protes kepada Rangga? 😆

Menabung sekian lama untuk mendapatkan Mirrorless. Mencari, membandingkan harga antar toko online, kemudian membelinya. Dan ngga menyangka barang tak kunjunga datang yang berarti berujung pada penipuan. Ngeri ngga, sih? Kalau aku, sih, merinding. Juta-an rupiah melayang, euy!

MyCOD, Perantara pembayaran via JNE. . .

MyCOD, Perantara pembayaran via JNE. . .

Nah, untuk menanggulangi rasa was was, ragu, takut kena tipu, JNE sebagai jasa kurir atau pengiriman barang yang cekatan menciptakan layanan MyCOD dalam aplikasi MyJNE. Sebuah layanan yang memberi jaminan Insya Allah AMAN buat kamu yang doyan belanja online.

“Serius ada aplikasi sehebat itu?”

Ooo..jelas ada, dong. Kapan aku ngga serius. Mainlah ke Banjarnegara, nanti aku traktir Es Dawet. 😆

Aku mengatakan MyCOD aplikasi yang aman dan hebat tentunya dengan alasan. Nih, dua alasan utamanya;

1. Uang yang kita punya akan terus dihold oleh MyCOD sebelum barang yang kita pesan sampai di tangan kita sebagai Pembeli. Aman, kan?

2. JNE sebagai perusahaan jasa pengiriman dan logistik menjadi yang pertama memberi layanan yang memudahkan transaksi antara pembeli dan penjual melalui layanan MyCOD. Hebat, tooooo?

Gimana? Sudah paham manfaat MyCOD, kan? Kalau belum, silakan baca lagi dari atas! Soalnya, aku akan ngajak kamu menggunakan MyCOD. Salah satu layanan dari MyJNE *repeat again* yang bisa bikin kamu MAKIN KETAGIHAN BELANJA ONLINE karena cara bayarnya gampaaaaaang banget!

Saatnya menggunakan MyCOD, belanja online lebih aman!

Seperti halnya Cinta yang butuh kepastian dari Rangga :P, sebelum menggunakan MyCOD, kamu harus memastikan 5 hal penting sebagai berikut:

  1. Pastikan Online shop yang akan diajak MyCOD-an (istilah kekinian), harus sudah punya akun MyCOD juga. Ini syarat mutlak dan ngga bisa ditawar. 😀 Berarti, si penjual harus punya akun di MyJNE supaya gawl, kekinian, bisa COD-an dengan pembeli. Jika mereka belum menggunakan aplikasi ini, ya ajak mereka untuk memanfaatkan teknologi! Kalau perlu, paksa saja biar ramai. Biar gaduh. 😆

FYI, buat akun MyCOD-nya pada menu MyCOD Wallet, ya. Pendaftaran hanya dilakukan jika kita akan MyCOD-an. Jika hanya mau cek tarif, atau trackking ngga perlu melakukan sign up. Siapkan satu nomor telephone yang akan dipakai untuk transaksi. Karena, kemanapun kamu belanja, hanyanakan pakai nomor telephone itu itu saja!

  • Pastikan kamu punya handphone Android, ya. Karena, untuk sementara aplikasi MyJNE baru bisa berjalan di OS Android.
  • Pastikan aplikasi MyJNE sudah terinstall di Android. Karena, layanan MyCOD ada di dalam aplikasi tersebut.
  • Pastikan paket data di smartphone hidup. Tanpa paket data, aplikasi ngga akan berjalan, Kawan! 😛 Karena aplikasi ini adalah aplikasi online, bukan offline.
  • Pastikan kamu sudah melakukan Top Up atau mengisi saldo MyCOD. Isi lah sebanyak-banyaknya kalau kamu memang doyan belanja online. Jangan takut uang kamu akan hilang, ya. MyCOD menjamin keamanan uang kamu, kok. Uang yang berada di sini bisa untuk belanja ke online shop manapun. Makanya, aku saranin isi ulang sebanyak-banyaknyabkalau kamu memang doyan belanjanonline. Jika sewaktu-waktu butuh uang pun, kamu bisa mengambilnya, lho. Begitu asyik, bukan?
Lakukan Top Up dulu, ya!

Lakukan Top Up dulu…

Nah, setelah kepastian di atas terpenuhi, kamu bisa datang ke KUA mulai COD-an, deh! Berikut cara mudah untuk mulai menggunakan MyCOD:

  • Masuk aplikasi MyJNE dan pilih layanan MyCOD. *wajib* *ngga bisa ditawar*
  • Sesampainya di MyCOD, terdapat dua fitur yang berada di atas menu, yaitu My Shop dan My Order. Nah, kenapa pihak online shop harus punya MyCOD juga? Sebab, ini syarat mutlak! 😆

Maksudku, jika penjual sudah punya MyCOD, maka mereka bisa membuat order untuk pembeli. Sebelum mulai transaksi, saat mau order barang, biasanya pembeli melakukan percakapan dengan penjual untuk memilih produk yang akan dibeli. Entah melalui Whats App, BBM, Telegram atau media chat lainnya. Saat itu juga, jika penjual sudah punya MyCOD, kamu bisa meminta mereka untuk membuatkan order jangan lupa berikan nomor telephone kamu yang sudah didaftarkan melalui MyCOD Wallet.

MyShop, fitur untuk penjual. Penjual membuat order melalui fitur My Shop yang ada pada menu MyCOD. Berbekal nomor telephone pembeli, penjual bisa membuat order barang belanjaan pembeli, kemudian melayangkan tagihan kepada pembeli melalui MyCOD. Iya, setelah order berhasil dibuat, secara otomatis sistim akan mengirim tagihan kepada pembeli yang nantinya akan muncul di MyOrder punya akun pembeli.

MyShop dan MyOrder My JNE

Kamu sebagai Online Shop atau Pembeli?

Selain tagihan muncul di MyJNE, pembeli juga akan mendapat notifikasi melalui Email dan SMS! Nah..kalau udah dapat notifikasi, lakukan pembayaran atau PAY sesegera mungkin sebelum token expired.

Lho, ternyata bisa expired, ya? Bisa doooong! *pernah mengalami* Memangnya hanya sari roti saja yang cepat banget expirenya. 😆 Nah, kalau pembeli sudah membayar, maka penjual akan mendapat notifikasi bahwa si Pembeli sudah melakukan pembayaran atau bahasa MyJNE yaitu PAID ORDER!

Sebagai penjual yang cekatan, harus segera (juga) mengirim barang pesanan si pembeli. Supaya ngga kena komplain pembeli. Proses terakhir sebagai penjual yaitu memasukkan nomor resi atau barcode pada aplikasi untuk memudahkan si Pembeli memantau proses pengiriman barang.

Setelah barang sudah diterima oleh pembeli, penjual baru bisa mengambil uang di MyCOD melalui menu MyCOD Wallet pilih Cash Out! (CO)Eh, penjual bisa banget nabung di MyCOD, lho. Maksudku, penjual ngga harus CO saat itu juga. CO bisa dilakukan kapan saja. Menunggu sampai uang di MyCOD bisa buat bantalan, misalnya. 😆

Lalu, gimana cara membayarnya?
  • Cara membayarnya, ya, melalui MyCOD, dong. Masak lewat M-Banking atau transfer antar bank, sih. Ngga efektif dan efisien! Kena biaya transfer pula. Hahaha Kalau pakai MyCOD, kan, ngga ada biaya transfer. 😉 Mayaan, kaaaaan….

Sebelum melakukan pembayaran, pastikan MyCOD kamu sudah ada saldonya, ya. Saldo MyCOD bisa diisi melalui menu MyCOD Wallet, pilih fitur Top Up!

Pada fitur tersebut, ada keterangan detil bagaimana cara melakukan Top Up. Kebangeten banget kalau anak gawl ngga bisa nge-Top Up MyCOD. Soalnya, selain sistimnya sekarang udah lancar ngeTop Up, keterangan yang ada di menu tersebut amat gamblang, jelas.

Lacak pengiriman pakai aplikasi MyJNE. . .

Lacak pengiriman pakai aplikasi MyJNE. . .

Sebagai contoh, aku berada di posisi sebagai penjual, ya. Pilih menu MyShop dan ini lah beberapa kolom yang harus aku isi pada layanan ini, yaitu:

  • Order Name: Aku isi dengan Baju. Nama orderan secara umum.
  • Insert Buyer’s Phone Number: Aku isi dengan nomor handphone pembeli yang telah didaftarkan lewat menu MyCOD Wallet. Setelah nomor diketik, jangan lupa sentuh ikon centang berwarna biru yang ada di sebelah kanan, ya. Harus disentuh! Kenapa harus? Biar nanti muncul alamat email, nama user, beserta alamat secara otomatis. Isi juga pada bagian propinsi dan kota.
  • Add Item: Di sini bisa diisi lebih dari 1 jenis barang yang sudah dipesan semisal kamu belanja lebih dari 1 item barang di toko online yang sama. Baju, Celana, Bedak, misalnya.
  • Shipment fee: Kolom ini diisi dengan biaya ongkos kirim.
  • Other fee: Ini optional. Bisa diisi, bisa juga ngga. Ketik 0 jika memang ngga ada biaya tambahan dan berlaku sebaliknya. Sesuai kesepakatan dengan pembeli. Biaya tambahan di sini adalah biaya di luar biaya pengiriman barang.
  • Grand total: Nanti sistim akan menjumlah secara otomatis mulai dari sejumlah uang yang ada pada kolom Add Item, Shipment fee dan Other fee.
  • Create Order: Tombol ini wajib disentuh. Tan menyentuh tombol ini, usaha kamu buat MyCOD-an ngga akan berhasil.

Udaaaah…gitu dowang kalau mau pakai MyCOD sebagai perantara pembayaran. 😆 Ngga terasa aku ngocehnya puaanjang buaaangeeet. *lap keringat dulu* Padahal, untuk sekali pakai fitur MyCOD, tuh, cuma butuh waktu dikit banget, ngga nyampe lima menit. Tapii…namanya teori memang selalu nampak ribet. Makanya, praktik langsung saja, ya. Baca cara di atas pelan-pelan, ngga sampai lima menit, kamu pasti udah berhasil MyCOD-an! :mrgreen:

Hasil creat orderan via MyCOD. . .

Hasil creat orderan via MyCOD. . .

Oya, perlu kamu ingat, bahwa uang yang sudah kita Top Up di MyCOD Wallet, tuh, JNE ngga bisa ngambil, lho. Mereka hanya sebagai perantara pembayaran saja. Sebagai wadah untuk menyimpan uang. Jadi, kamu jangan takut kalau JNE bakal ngambil uang kita yang berjuta-juta di MyCOD. 😛

Btw, ada beberapa menu di aplikasi MyJNE yang nggemesyin; seperti MyJNE Nearby, di mana aku belum bisa menggunakannya. Hanya muncul gambar satu orang dowang, yang mana itu adalah posisi kita saat itu juga. Aku belum menjumpai titik-titik atau posisi counter JNE terdekat dari rumah. Udah aku gulir, sampai lokasi di mana JNE berada, tetap saja ngga ada mas-mas ganteng pakai topi. 😀

Lalu, pada menu MyCOD. Ngga tau kenapa, saat mengisi kolom Propinsi dan Kabupaten ngga secara otomatis terisi? Padahal, user sudah mengisi alamat rumah secara lengkap! Beeuh…

Kemudian, bahasa yang digunakan oleh MyJNE belum sepenuhnya masyarakatable. Maksudnya, ngga semua orang yang pakai aplikasi MyJNE ini tahu akan istilah-istilah pengiriman, lho. Kalau bisa, sih, kedepannya tersedia minimal dua bahasa; Indonesia dan Inggris. Bahasa Indonesia yang paling penting, secara yang memakai aplikasi ini, kan, -mungkin-kebanyakan masyarakat Indonesia. 😆

Karena ini aplikasi masih baru banget, wajar lah. Aku yakin masih on the way proses menuju aplikasi yang sempurna dan makin user friendly.

Udah, sih, itu saja. Secara keseluruhan, aku bahagia ada jasa pengiriman yang melakukan revolusi, meningkatkan pelayanan, mengikuti perkembangan zaman dan mengerti kebutuhan pelanggannya. Peduli yang mutualisme. Apalagi tampilannya sederhana. Warna desain yang didominasi dengan merah menyala bikin aplikasi menjadi segat. Tengkyiiis buat JNE, ya. Kewreen…

Nah, kalau sudah ada aplikasi dalam satu genggaman, kenapa musti harus nengok ke website JNE? Diiiih duuh…makin doyan belanja online kalau proses transaksinya gampang gini! Dan yang paling penting, tuh, pakai aplikasi sama dengan ngirit kuota, lho. Kalau kamu ngga mau pakai aplikasi yang begitu memudahkan ini, kamu bakal ditinggal oleh teknologi yang tiap hari makin berkembang dan update.

Ditinggal Rangga 14 tahun, mah, ngga terasa, ya. Nah, ini, ditinggal oleh teknologi, Beeibs. Ngeeewriiii…ngga pingin jadi orang cupuuuu gaptek, kan…? 😆

Makanya, unduh aplikasi MyJNE di androidmu biar makin kece. Gunakan jasa JNE untuk pengiriman barang yang udah kamu beli di online shop. Tunggu kehadiran MyJNE for iOS, ya! 😉

20 thoughts on “MyCOD, Layanan Spesial Buat Kamu yang Doyan Belanja Online

  1. Aku juga ngga nemu gambar joni di JNE nearby ku. Ya mungkin masih dalam tahap pengembangan ya. Yang penting cek tarifnya udah bisa dipake dan bermanfaat banget.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *