Si Undur-Undur Laut

Si Kecil Undur-Undur Laut saya nikmati di Pantai Karang Bolong. Saya mendapat banyak manfaat ketika bertamasya atau hanya sekedar singgah di suatu daerah. Menambah pengalaman, sudah pasti iya. Menambah saudara, iya banget. Intinya, menambah segala hal yang bernilai postitif.

Manfaat penting lainnya yaitu bisa mencicipi kuliner atau penganan khas daerah. Seperti saat dolan ke Pantai Karang Bolong. Saya berjalan didepan lapak seorang Simbah yang menjual cemilan di lorong Goa Karang Bolong.

Mba, jajane niki. Ditumbasi, Mba. Kagem penglaris. Sapa seorang Simbah dengan ramahnya sampai pegang-pegang pundak saya.

Niki nopo nggih, Mbah? Kados yuyu alit, nggih?”. Saya mendekati lapak beliau, sambil mengamati cemilan yang ada dimeja kecil

 Lho Mba’e mboten ngertos nggih? Niki Undur-Undur, kewan laut. Saestu echo sanget”. Simbah ramah mulai merayu nih. Hahaha

Aaah. . .tapi penjelasan dari Simbah terlalu singkat. Melihat penampakannya, sih, sepertinya gurih. Apalagi sate undur-undurnya. Yesi. . .undur-undur ini dibuat peyek dan juga sate. Bukan sate di bakar, sih. Hanya penyajiannya ditusuk mirip sate.

Sate Undur-Undur setunggale pinten, Mbah?”. Saya serius bertanya, karena saya berminat untuk menikmatinya. Meski masih agak geli,sih. Hahaha

Rp 1.500, Mba. Peyek’e Rp 5.000 per bungkus. Ngersa’ake pinten bungkus, Mba?Simbah ramah langsung mengambil keresek hitam yang lumayan gede. Dikira saya pemborong? Hahaha

Waah. . .saestu nopo, Mbah? Isi namung gansal niki, lho. Simbah ampun ngapusi. Menawi ngapusi mangke dosa, Mbah”. Saya tidak mencoba menawar, hanya meyakinkan Simbahnya saja. Hahaha

Laah Mba’e. Nggih sampun, nyukani Rp 2.500 mawon kagen peyek’e nggihSimbahnya mulai senyum-senyum malu. Tapi, saya mengabaikan senyum itu. Hiiih

UNDUR-UNDUR LAUT

Kremes sate undur-undur. . .

Akhirnya deal harga saja sate plus peyek undur-undur. Sambil duduk di pinggiran Goa, saya nyeplus sate undur-undur bersama Adik. Sedangkan teman-teman yang lain memilih untuk foto-foto, karena tidak mau mencoba undur-undur.

Rasa dari undur-undur ini cukup gurih. Apalagi rempeyek undur-undurnya. Gak kalah gurihnya dengan rempeyek udang. Emm. . .saya lupa menghabiskan berapa biji sate undur-undur laut. Yang jelas saya cukup kenyang makan sate undur-undur, rempeyek peyek dan lepet.

Karena hewan baru tahu ada hewan laut bernama undur-undur, saya pun mencoba mencari informasi tentang hewan laut yang penuh dengan tanda tanya. Dan, ternyata Undur-Undur tuh kaya akan gizi. Informasi tersebut saya dapat dari website NUB.

Membaca kandungan gizinya, rasanya amazing banget. Setidaknya saya merasa beruntung sudah menikmati undur-undur di Goa Karang Bolong. Cemilan ini bukan khas kebumen lho, ya. Tapi, biasanya hanya bisa ditemui di pantai yang berpasir hitam.

PEYEK UNDUR-UNDUR

Peyek undur-undur. . .

Menikmati kuliner atau penganan yang tidak ada di daerah sendiri tuh selalu saja menarik. Malah, terkadang bikin kangen. Seperti menikmati Undur-Undur laut di Pantai Karang Bolong ini. Meski bukan penganan khas, tapi saya ingin kembali menikmatinya.

19 thoughts on “Si Undur-Undur Laut

  1. Digawe cemilan bengi bengi koyoke enak ya Dah.. Biyuh dirimu jagoan ngenyang yaaa.. nek coro aku langsung tak bayari.. huahhahaha…

    Kamu kan sugih, Mas. 😆

  2. Sepertinya saya harus coba makanan ini. Tapi eh tapi di sini tidak ada yang jual -_- Insya Allah suatu saat nanti. Dari fotonya terbayang kelezatannya *kek iklan?* 😛

    Kalau ke Pantai, Kakaa. 😆

  3. Kayaknya di daerah saya dinamai kuyutuk Mbak. Hihihi… mirip sekali dan enak banget 😀

    Yuyu cilik ya, Mas. 😆

  4. Kalau sate kambing atau sate ayam – itu mah kesukaan … ini sate Undur-undur … bagaimana rasanya… gurih gak mbak..?…
    Mb Idah, mampir ya

    Blog baru ya, Mas? 😆

  5. Kalau di Parangtritis itu ada peyek jingking juga. Tapi peyek2 undur2 & jingking paling enak dimakan ditempat. Kalau dibawa pulang kok mlempem & amis ya?

    Belum penah nyoba yang dibawa pulang e, Mba.

  6. Aku nggak suka undur-undur Dah. baunya amis gitu ya. Mana geli ngebayanginnya juga ^^

    Syukurnya saya enggak mencium bau amis. Eanaknya langsung disantap, jangan dibayangin, Mba. 😆

  7. aiiihhh undur-undur hewan laut mbaakk?
    enak ya???
    aku belum pernah nyoba.
    mak idah niy suka kuliner juga ya, aku suka baca artikel2 kulinernyaaa

    Coba ke Pantai Parang Tritis deh, Mba. Suka bingiits. Mau ngajak kuliner? 😆

  8. ooh ada ya undur2 laut, dulu waktu aku sd suka sekali lihat undur2 di sekolah

    itu tembukur kalik, Mba. 😆

  9. undur2 ini yg hewan laut ya?
    kirain undur2 yg jalannya mundur, yg biasa aku mainin waktu kecil dan hidup di tanah berpasir.
    makanya bingung kok sekecil itu bisa disate

    Itu tembukur, Mba. 😆

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *