SEAFOOD-PANTAI-JETIS-CILACAP

Bersenang Kenyang di Pantai Jetis, Cilacap

Jangankan extend, menjadi tujuan wisata saja sepertinya tidak masuk dalam benak wisatawan. Meski ada banyak destinasi wisata seperti pantai, kuliner, bangunan bersejarah, dan pariwisata lainnya yang bagiku sangat menarik untuk dikunjungi, Cilacap tetap sepi wisatawan.” Mas Pras mengungkapkan keprihatinannya atas minimnya antusias wisatawan untuk berkunjung ke Kotanya.

Antara kaget dan penasaran, kenapa Cilacap bisa sepi wisatawan sementara tujuan wisata di sana menurutku banyak banget dan sangat beragam. Terlebih kulinernya, di sana terkenal dengan kuliner seafoodnya yang murah meriah karena banyak laut di sana. Apalagi jika belinya langsung di TPI (Tempat Pelelangan Ikan) yang ada di beberapa pantai, dijamin tidak ada kata mahal. Eh, tapi ini katanya, sih. Karena aku juga belum pernah kulineran di TPI sana. 😆

Untuk sedikit menghilangkan rasa penasaran akan apa yang telah diceritakan Mas Pras, akhir bulan Juni, aku dan tante sepakat untuk mengunjungi Kabupaten yang jarak tempuhnya tidak begitu jauh dari tempat tinggal kami, kira-kira 60km dari Banjarnegara atau 2 jam. Karena kami tidak ada rencana menginap, tempat wisata yang kami kunjungi pun tidak terlalu jauh dari kota. Bisa dibilang piknik ke Cilacap kali ini sebagai uji coba, merasakan atmosfer Cilacap yang tipis-tipis dulu. 😛

kuliner di pantai jetis (1)

Tujuan kami ke Cilacap hanya ingin ke pantai yang paling dekat dan paling mudah diakses, kemudian menikmati seafood on the spot sampai beneran kenyang. Pilihan destinasi wisata tersebut jatuh pada Pantai Jetis yang beralamat di Desa Jetis, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap.

Motoran ke Cilacap. Let’s go!

Jauh dari rencana yang seharusnya berangkat pukul 07.00 WIB, kami baru bisa berangkat pukul 09.00 WIB dengan mengendarai sepeda motor. 😆 Ini pertama kali aku naik motor ke Cilacap. Sebagai penikmat transportasi umum, sebenarnya aku ingin sekali naik bus atau kereta api menuju Cilacap. Namun, bus menuju Cilacap ini katanya sangat terbatas. Tidak setiap jam ada. Pun dengan Kereta Api dari Purwokerto menuju Cilacap. Ya…meski perjalanan menggunakan Kereta Api hanya 1 jam, tapi setidaknya bisa untuk melepas kangen naik kereta. 😀

Aku kira saat perjalanan menuju Cilacap bakal ada sesi istirahat di rest area karena capek berkendara, eeeh…belum merasa lelah kok tahu-tahu sudah mulai terlihat tambak udang. Alhamdulillaah merasa dekat ke Cilacap hanya berbekal petunjuk online yaitu google maps. Hahaha. Meski sudah tersedia petunjuk jalan, didukung dengan kondisi jalan raya yang bagus tetap saja kurang percaya diri. Mohon dimaklumi kalau tidak paham dengsn rute jalan, ya. 😛

Inginnya kami lewat jalan raya utama, tapi aplikasi dari google maps ini membawa kami melewati jalan alternatif. Tidak masalah, sih, karena pada akhirnya kami sampai juga di tempat tujuan. 😀

Sampai di TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Pantai Jetis, Cilacap.

Eh, ternyata Pantai Jetis ini dikelola oleh Desa Wisata Karangbanar. Aku tahu informasi ini dari karcis parkir yang di dalamnya mencantumkan pengelola obyek wisata dan juga tempat parkir. Ingin rasanya ngobrol-ngobrol dengan pemuda yang menjaga tempat parkiran, namun karena tidak ada keberanian untuk menyapa mereka, aku memilih untuk menuju TPI. Ya, setelah membayar retribusi parkir senilai Rp 5 ribu, mereka mengizinkan wisatawan mengendarai sepeda motor sampai kompleks TPI, bahkan keliling pesisir pantai.

Sesampainya depan TPI, rasa ingin segera menikmati olahan seafood makin tinggi. Tanpa pikir lama dan saking nafsunya, aku keliling pasar untuk membeli udang dan cumi-cumi. Dari kejauhan, lobster dan cumi nampak menggairahkan sekali. Aku langsung menyampaikan niat ke tante kalau aku mau beli 1 kilo untuk dimasak nanti. Bringassssss! 😆 😛 😛

Duh…kenapa udangnya pucat kayak aku, ya?” Aku membatin sambil melirik kiri-kanan kios di mana semuanya menawarkan udang, cumi, dan ikan laut. Karena merasa kurang gereget, aku pindah lapak dengan harapan dapat menemukan yang segar-segar kayak Kecemutku kalau habis mandi. Hasilnya? Sama saja, semua nampak layu tidak menggairahkan. Hahaha.

Mbak, para Nelayan tidak lama lagi mendarat. Belinya di TPI sana saja, lebih segar dan murah.” Seorang laki-laki yang sedang membeli udang bersama isterinya menunjukan tempat pesta seafood alisa TPI yang lokasinya bersebelahan dengan pasar ikan. Yaa….aku kira kami tidak boleh masuk TPI yang lokasinya tidak begitu luas, makanya menyusuri pasar untuk jajan seafood. 

Masakan seafood Bu Masiyah

kuliner dipantai jetis (1)

Menunggu para nelayan lumayan lama, ada 20 menit mungkin, akhirnya kami mendapat udang dan cumi segar! Satu per satu para nelayan membawa hasil tangkapannya. Dan di depan pintu masuk TPI, sudah antre para pelanggan, dong. Ketimbang menunggu lagi, kami masuk lewat pintu samping dan langsung memesan udang dan cumi berukuran sedang untuk dimasak. 😀 Btw, harga udang ukuran sedang di sini yaitu Rp 20 ribu per kilo. Sementara di tempatku biasanya Rp 35 ribu. Hanya selisih Rp 15 ribu. 😆

FYI, di Pantai Jetis ada beberapa warung yang membuka jasa memasak. Salah satunya yaitu warung Bu Masiyah. Warung yang cukup luas dan nyaman ini menawarkan beragam menu masakan seafood. Di sini, antara pedagang dan pemilik warung saling kontak. Pedagang ikan laut menawarkan beberapa warung yang buka pada hari itu dan melayani jasa memasak, kemudian wisatawan berhak memilih.

Kami memilih warung Bu Masiyah ini karena lokasinya paling dekat dengan TPI. Selain itu, warung ini sedang sepi pengunjung. Artinya, kami bisa lebih cepat makan siang! Hahaha. Ya, sudah saatnya makan siang dan perut sudah tidak bisa dikompromi.

Udang saus pedas, cumi goreng dan tumis kangkung menjadi menu makan siang kami. Rencana mau beli udang dan cumi satu kilo untuk dimasak, realisasinya beli setengah kilo saja sudah kenyang banget dan cuminya cuma seperempat kilo. Kenyang makan seafood di pantai rasanya beda banget dengan kenyang makan seafood di resto. Ini betul-betul nikmat kenyang yang tak terkira. Belum lagi ditambah view pantai dengan birunya laut dan langit yang cerah, senang-senang kenyang.

Cita rasa masakan seafood Bu Masiyah tergolong enak. Harumnya jahe di saus udang begitu terasa. Harga jasa memasaknya juga tidak mahal, hanya Rp 15 ribu per menu. Harga jasa memasak tentunya disesuaikan dengan banyaknya olahan. Harga jasa memasak satu kilo udang tentu berbeda dengan dua kilo udang, dong. 😉

PANTAI JETIS

FYI (lagi)aku ke Pantai Jetis pas hari Minggu, hari libur kerja. Namun tempat ini sama sekali sepi wisatawan. Warung-warung yang berada di kompleks pantai juga hampir semua tutup. Sepertinya hanya kompleks warung Bu Masiyah dan sekitarnya yang buka. Itupun hanya beberapa. Aku penasaran, dong, kenapa pantai ini bisa sepi banget padahal hari Minggu.

Usai makan siang, kami menuju pangkalan perahu Maliando Putra. Di sini wisatawan bisa sewa perahu dengan membayar Rp 50 ribu untuk satu perahu. Jika ingin lebih murah, wisatawan harus menunggu penumpang lain. Namun tidak dapat dipastikan juga akan ada penumpang lagi atau tidak. Menurut Pak Mul, salah satu sopir perahu motor, Pantai Jetis memang tergolong sepi. Pantai akan ramai jika musim libur sekolah dan lebaran, itu pun ramainya standard. Duh…ini beneran kunjungan wisatawan ke Cilacap begitu minim? Ini kenapa coba? Masih mencari tahu, tapi tentu bukan karena aksesibilitas karena banyak pilihan transportasi menuju Cilacap, dari pesawat sampai kereta api. Jadi, transpotasi bukan kendala utama, apalagi untuk moda kereta api ini banyak pilihan stasiun tujuan di Cilacap. Stasiun Sidareja, misalnya.

pantai jetis cilacap (2)

Jadi, tinggal menyiapkan waktu untuk kembali ke Cilacap dan mencoba menginap beberapa hari di sana. Traveling sambil cari tahu, kenapa Cilacap dengan ratusan destinasi wisata, wisawatan tetap sepi. Sabar ya, Mas Pras. Nanti akan indah pada waktunya. Sabar duluuuu. 😀

5 thoughts on “Bersenang Kenyang di Pantai Jetis, Cilacap

  1. Ada yang mau masak udang 1 kilo buat dimakan berdua. Hmmm, pdhl setengah kilo aja udah engap. ?
    Naik keretanya ke kota yang lebih jauh aja lah, mari kita awali piknik tahun depan dengan piknik naik kereta!

  2. Untung niat masak udang 1kg buat berduanya nggak aku acc. Padahal setengah kg aja nggak habis. ?
    Mari kita awali piknik tahun depan dengan naik kereta api! *ngeeenggg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *