LANDMARK BANJARNEGARA 1

Seporsi Spaghetti Lada Hitam Ini Bikin Rindu

“Ini helm dibawa masuk, tak?” Tanya Citra kepadaku saat hendak masuk Kedai Woeloeng atau yang lebih kerap disebut dengan KW. Seorang lelaki yang bertugas menjaga keamanan tempat parkir nampak sibuk dengan sepeda motor lain yang datang silih berganti. Dengan prinsip lebih baik mencari aman, Citra dan Umu membawa masuk helm mereka. Maklum, helm rada mahal, gitu. Kalau punyaku, mah, diletakkan di trotoar saja ngga ada yang doyan. 😛

Khusus untuk Karyawan! Heran dan kaget saat membaca tulisan yang tertempel pada tempat helm. Degh! Para Permaisuri pun mulai bingung mau menempatkan helm dimana. Alternatif paling aman, terus dibawa sampai tujuan, yang tak lain adalah meja nomor 08. Satu-satunya meja yang tersisa dengan ukuran double menjadi pilihan kami untuk temu kangen dengan Spaghetti. #eh

Jujur banget! Bahwa ini adalah kali pertama temanku yang paling kalem, polos, nyobain Spaghetti. Aku, sih, ngga percaya. Sebab, pada dasarnya, tuh, dia hobi memasak. And, do you know, Temans? Menurutku, hasil masakannya tuh selalu enak! Tapi, entah demi apa, dia mengaku kalau belum pernah mencicipi Spaghetti.

Untuk meyakinkan bahwa Spaghetti memang layak untuk dinikmati, dia pun bertanya sekaligus meminta pertimbangan kepada kami. Ini seperti mau memilih pasangan saja, ya. Serius banget sampai meminta pertimbangan pula. 😀

SPAGHETTI LADA HITAM

Yummiiii…

“Seperti apa, sih, rasa Spaghetti?” Raut wajahnya terlihat penasaran banget. Meski sudah ada satu foto yang disajikan dalam menu Pasta, beserta uraian isi dari seporsi Spaghetti, ia tetap meminta saran ke kami. Namanya merekomendasikan, paling ngga si rekomender *bahasa apalah* harus sudah pernah mencicipi, meski hanya sekali, ya.

Karena aku suka menu Spaghetti Lada Hitam a la KW, yaudah aku bilang saja kalau yang paling enak adalah Spaghetti tersebut. Temanku yang suka Spaghetti menyarankan untuk memilih cita rasa Oriental. Tapi, yang mau memesan Spaghetti sedang ingin makan masakan yang sedikit pedas. 😉

Setelah semua yang kami pesan datang, ternyata Spaghetti ini mampu mencuri perhatian! Paling pertama yang disantap adalah Spaghetti. Sementara Sirloin, Cumi, apalagi menu standard Sup, ngga dipandang sama sekali. 😆

1 SPAGETI BOLOGNESE

Santap rame-rame…

Empat tangan sibuk memegang sendok dan garpu milik masing-masing. Sementara si empunya masih serius mengaduk Spaghetti sampai bumbu lada merata, dua orang di depannya sudah mulai “merampok” Spaghetti. Sedangkan seorang perempuan manis yang duduk disebelahnya, ikut sibuk mencicipi kuahnya. Padahal, proses meratakan bumbu masih berlangsung. 😀 *semacam ngga sabar*

Selain aku lagi pingin Spaghetti *ngga ngidam lho* aku, kok, merindukan moment seperti ini, ya. Semua tangan bergerak. Awal mula hanya mencicipi Spaghetti, tapi ngga tahunya mencicipi sampai turut menghabiskan. 😀 Nyenengin banget melihat mereka doyan makan. Pertanda sehat!

Tahu, ngga, Temans. Saat itu, aku cukup confuse, antara harus memesan Spaghetti lagi atau ngga. Soalnya, aku khawatir si empunya Spaghetti ngga kenyang, karena pesanannya telah kami keroyok. 😀

26 thoughts on “Seporsi Spaghetti Lada Hitam Ini Bikin Rindu

  1. Dulu saya ngidam spaghetti tapi ga keturutan. Kebetulan 2x ke warung langganan pas kosong. Beberapa hari kemudian melahirkan 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *