wedang ronde ronde

Wedang Ronde 58 Khas Demak Bikin Candu

Bagi saya, bersepeda tiap pagi sudah menjadi candu. Jalan jajan tiap weekend hampir menjadi candu. Begitu juga dengan Wedang Ronde 58 milik Kang Badar. Suatu hal yang menjadi kegemaran. Itulah candu menurut KBBI.

Satu maksud dengan hobi, ya. Hanya saja, candu lebih sering melekat pada suatu hal yang bisa dikatakan negatif, buruk. Candu pada narkoba, misalnya. Ketagihan. Padahal, ia akan lebih manis kalau melekat pada suatu masakan, makanan, minuman, camilan atau kegiatan positif. Seperti yang sudah saya tulis pada awal paragaf.

Jalan jajan sore hari lebih asyik singgah ke taman kota kemudian pulangnya lewat Jl. Letjend. Karjono, Parakancanggah, Banjarnegara. Di sepanjang jalan tersebut, ada banyak jajan yang ditawarkan oleh para pegadang kaki lima. Mulai dari Cat Rice alias nasi kucing, Martabak Telor, Molen, Martabak Manis, Lamongan, Buah, sampai pada jajan kesukaan saya yaitu Wedang Ronde 58.

Ada beberapa sumber yang menuliskan, bahwa Ronde adalah minuman tradisional yang berasal dari Jawa Tengah, Indonesia. Jika merujuk pada Wikipedia, menerangkan bahwa Ronde adalah makanan tradisional China dengan nama asli TangyuΓ‘n. Bisa jadi, dahulu orang Jawa menjadi orang pertama yang membuat Ronde di Indonesia. πŸ˜†

wedang ronde

Ngangenin 58nya. . .

Beli Ronde, Dah. Udah mulai gelar tikar, tuh. Ibu peka banget ketika melihat Kang Badar yang ditemani puterinya mulai menata lapaknya; menyapu halaman Toko Baju Zachra, menggelar selembar karpet biru pada anak tangga, menata satu meja panjang dan juga toples, mangkuk, yang ada di gerobak. Meski tempatnya alakadarnya, tapi bersih dan nyaman.

Wedang Ronde 58 standby mulai pukul 16.00-22.00 WIB di depan Toko Zachra, tak lain adalah toko milik Kang Badar yang berada di deretan ruko baru Jl. Letjend Karjono, Banjarnegara.

Wedang Ronde 58 khas Demak yang bisa dinikmati di Banjarnegara ini belum lama berdiri. Kurang lebih baru delapan. Awal mulanya, Kang Badar hanya membuka toko baju saja. Namun, karena di depan toko masih ada sedikit ruang, keluarga pun menyarankannya untuk membuka usaha wedang ronde. Sembari menanti calon pembeli baju. Keluarga, beberapa saudara Kang Badar sudah terlebih dahulu sukses dengan berjualan wedang ronde 58.

Meski masih tergolong usaha rintisan, namun wedang ronde ini sudah cukup banyak pelanggannya. Banyak orang yang singgah untuk menikmati ronde 58 yang memang khas rondenya. Tak sedikit pula yang memilih membungkus wedang ronde untuk dinikmati di rumah bersama keluarga. Termasuk kami.

wedang ronde demak

rondenya yang banyak, ya…

Wedang Ronde 58 berbeda dengan ronde pada umumnya yang pernah saya nikmati di Banjarnegara. Air atau wedangnya lebih segar meski ada sedikit campuran susu krimer F*O***. Dalam satu porsinya, tersaji dua bulatan ronde hijau muda, kolang-kaling, agar-agar, emping dan taburan kacang tanah yang sudah digoreng.

Penyajiannya proporsional dan memuaskan. Pertama; wedang yang tak hanya rasa jahe. Perpaduan jahe dan krimer membuat wedang terasa pedas hangat jahe, segar dan manis. Kedua; ronde yang terbuat dari tepung ketan nyaris sempurna. Kenyal asin. Satu porsi yang seharusnya hanya isi dua ronde, terkadang saya meminta empat, dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. :mrgreen:

Selanjutnya yaitu kacang gorengnya terbelah dua, besar dan tetap renyah meski sudah menjadi satu dengan wedang. Suka banget! Keempat; agar-agarnya pun renyah. πŸ˜† Maksudnya, agar-agar tidak lembek. Krenyes. Kelima; kolang-kalingnya diiris kecil, mateng, manis dan segar. Mungkin satu kolang-kaling menjadi empat irisan.

Wedang Ronde Enak di Banjarnegara

yang bikin candu, nih…

Sebagai pelengkap, ada tambahan dua emping untuk menyempurnakan sajian wedang ronde 58. Dan yang terakhir yaitu harga. Dari pertama berjualan sampai saat ini, sampai BBM naik-turun-naik-turun, harga masih Rp 5.000 per porsi. Kalau nambah si bulat ronde, berarti nambah Rp 500 per biji. πŸ˜† Sangat terjangkau untuk seporsi Wedang Ronde 58 khas Demak dengan penyajian yang memuaskan pelanggan. Kolaborasi itulah yang menjadi candu.

FYI, selain di Demak dan Banjarnegara, kini Wedang Ronde 58 bisa dinikmati di Kota Semarang dan Bogor. Ronde 58 milik Kang Badar melayani pesanan juga. Untuk yasinan atau acara lainnya.

Lidah saya cocok banget sama Wedang Ronde 58 khas Demak. Kalau teman-teman punya wedang ronde favorit, kan? Bagi cerita, dong!

12 thoughts on “Wedang Ronde 58 Khas Demak Bikin Candu

  1. Isinya banyak ya mak. Pernah liat di tipi tuh, isinya cm ronde doank, nggak ada kolang kaling cs gitu. Harganya jg nyaman di kantong. Yg begini nih, kesukaan saiyooo. Tfs ya mak

    Kurang ramai, dong. Hihiih

  2. Rondee…., aku seneeng mba, angeet.
    kalau di desaku di jawatengah sana tak banyak variasinya, malah enak.
    Di Bogor, ada juga, enaak, apalagi dinikmati musim hujan begini

    HoOh, sama berarti, ya. Penyuka Ronde. πŸ˜€

  3. Salam kenal ..Buat temen-temen yang suka wedang ronde 58 khas demak sekarang sudah ada di Tangerang Selatan Daerah Alam Sutra Graha Raya .., jangan khawatir ini cabang banjarnegara lhoo…di tempat kang badar….dan ramdhan kemarin ronde 58 Khas Demak sudah diundang di indiosiar lhoo di acara fistival ramadhan…..ayooo cobaiiin hangattt suweeeger lhoo .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *