BERSEPEDA BERSAMA

Gowes Asyik Di Akhir Pekan

Sepulang kerja, seringkali saya melihat kekompakan para kaum Adam dalam mengayuh sepeda gunung. Bersepeda santai, mereka melewati jembatan yang baru beberapa bulan dibuka. Jembatan yang cukup sempit dan belum diberi penerangan, adalah jembatan yang menghubungkan antara Jalan Raya Madukara dengan Jalan Raya menuju Terminal Kota Banjarnegara.

Sesekali, kami berpapasan di jembatan tersebut. Ada rasa ingin menghentikan sepeda motor yang sedang saya kendarai, kemudian menyapanya. Ya, saya ingin menyapanya. Sebab, saya tidak asing dengan wajah mereka. Sepertinya mereka adalah teman-teman sekaligus senior saya.

Sekedar ingin memastikan, saya menghubungi salah satu dari mereka. Yaitu Om Ed Juragan Onthel. Niat banget, ya. Hahaha Hya…daripada penasaran, mending bertanya, kan?

Dan ternyata benar. Mereka yang sering saya jumpai pada sore hari di jembatan baru adalah teman-teman saya. Ya, teman-teman saya itu beraneka warna. Ada yang masih imut, ada pula yang sering mengaku masih cute. :mrgreen:

GOWES ASYIK-ASYIK

Begitu asyik!

Entah basa-basi atau apa, Om Ed yang saat itu sedang chatting dengan saya, mengajak saya untuk bergabung, gowes bersama komunitas mereka. Ini keren banget, ada komunitas segala ya Om! Hahaha

Nama komunitasnya yaitu Onthel. Sebentuk komunitas yang beranggotakan Bapak-Bapak yang kebetulan bekerja di tempat yang sama. Hya…bagaimana saya bisa ikut, ya. Saya belum pernah saya menjumpai perempuan yang ikut gowes bersama mereka. Agak kurang percaya diri, kalau nantinya saya dibilang paling cantik. Hahaha :mrgreen:

Pernah saya mendapat kiriman beberapa foto yang saya upload di postingan ini. Saya melihat ada yang unik dari Onthel-an. Bahwa mereka mempunyai agenda spesial per dua minggu, yaitu gowes asyik di akhir pekan. Mereka bersepeda menuju rumah salah satu teman yang sekiranya jauh dari kota pada akhir pekan minggu ke dua.

Seperti yang baru-baru ini mereka lakukan, adalah menyambangi temannya yang berdomisili di Mandiraja. Adalah salah satu kecamatan di Banjarnegara dengan jarak kurang lebih 22 km dari kota. Dalam perjalanan gowesnya, mereka lebih memilih β€œjalan alam” supaya gowes makin makin sempurna.

Jalan alam, melewati tepi hutan dan juga kali. Apakah mereka tidak takut jika ditengah jalan yang sunyi, tetiba sepeda rewel? Hmm…tidak ada rasa takut. Sebab, Pak Joko, salah satu personil Onthel membawa peralatan lengkap untuk menangani sepeda yang rewel.

ISTIRAHAT GOWES

Saatnya leyeh-leyeh! πŸ˜€

Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, tuan rumah pun menyambut mereka dengan penuh bahagia. Kemudian, mempersilakan untuk makan-makan! Wajib bagi mereka setelah sampai di tempat tujuan untuk menikmati hidangan yang sudah disediakan, nyeruput kopi, ngemil opak, maknyus katanya. πŸ˜†

Kebersamaan dalan gowes asyik di akhir pekan semacam ini memberi warna tersendiri. Mendapat kesehatan, silaturrahim dapat, dan menyantap makanan terasa lebih nikmat.

21 thoughts on “Gowes Asyik Di Akhir Pekan

  1. Asyik ya punya komunitas onthel seperti ini. Betsepeda menuju kerja selain mengurangi polusi udara, sehat juga bagi tubuh. Belum lagi ikatan persahabatan dan solidaritas di dalamnya. Seru bangat deh!

    Andai tempat kerja saya dekat. πŸ™‚

  2. wah,baru nih suasanya,lebih fresh,pas pagi2 hehe…sama mbk,q dulu kl habis nggowes asik pas masih kuliah dan kerja di malang,pulang dr gowes mampirnya di warung dekat kos2annya miss Rochma hehhe..laper soalnya hahaha

    Sampai kampus sumhuuk ya, Kak. πŸ˜€

  3. kaka?
    kenapa orang banjarnegara kulitnya item2 yak?

    kayaknya ide bagus tuh, gowes ke rumah orang yang rumahe jauh.

    thanks

    Sudah dari sononya, Om. πŸ˜€

  4. bagian makan-makannya kayaknya buat saya yang paling nikmat πŸ˜€

    Karena hampir genjot, lelah sih ya. πŸ˜€

  5. Jembatan gantungnya serem. Kalau aku nggak berani naikin sepedanya. Dituntun aja ^^

    Beraninya naik sepeda yang di monas, ya. . . πŸ˜€

  6. Komunitas yang menyehatkan…idah mau gabung sama saya..emak gowes anter anak sekolah? qiqiqi, aku tiap hari gowes….

    Sekolahnnya jauh gak, Mba?

  7. Saya berhenti bersepeda Mak… gara-gara pusing liat jalanan yang sangat rame…jadinya nganggur deh sepeda. Lebih parah lagi, kangen acara kumpul-kumpulnya…..

    Sepedanya dijual di toko online saja, Mba. Nanti tak beli. πŸ˜€

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *