Tak Ada Langkah Mundur

Senandung Cinta

Terik matahari tak mampu menghentikan laju motorku untuk sampai kerumah. Sesampainya dirumah, “Tadi pak pos kesini, ada surat dari Surabaya untukmu, Nduk.” Ibuku mengacungkan sebuah amplop kepadaku. Cepat aku ambil amplop itu dan buru2 masuk kamar, utk mengganti baju kerjaku yang sudah tak enak dipakai,gerah. Kulirik amplop itu, “Astaga, surat dari kapten bhirawa….” baru ingat […]

Continue reading