HARI IBU SEMUA HARI

IBU, Cinta Tanpa Akhir Dalam Kenangan

IBU, Cinta Tanpa Akhir Dalam Kenangan. Asiik, hari ini saya bahagia banget. Bisa bertemu dengan si ganteng Evan Sanders. #ups. Gak ding, bohong banget. Hari ini saya bahagia, karena masih diberi kesehatan dan bisa memberi senyum, serta memeluk erat IBU.

Tau dong, ya. Tanggal 22 Desember telah ditetapkan sebagai hari IBU. Hari spesial bagi seorang perempuan yang telah melahirkan anak-anaknya dengan penuh perjuangan, membesarkan dan membimbingnya dengan penuh kasih sayang. Hari spesial bagi seorang isteri yang penuh ikhlas menjalani kewajibannya sebagai isteri. Melayani dan mendampingi suami, dalam keadaan apapun! Hari sepesial bagi perempuan tangguh!

Kebahagian bertambah ketika saya bisa menulis tentang kenanganΒ  terdahsyat bersama IBU. Ini seperti membuka kembali memori yang berisi catatan dan atau rekaman kenangan bersama IBU dari masa ke masa. Nah, karena saya belum bisa membuat puisi, apalagi mengungkapkan sebuah perasaan sayang kepada IBU melalui tulisan, jadi saya akan membuka kembali isi disket saja. Sembari bernostalgia. . . πŸ˜†

Memori saya ambil dari kenangan masa kecil sampai tumbuh menjadi bunga anggrek yang manis. Hahaha. Tahun ini dimulai dari kenangan masa kecil, dan nanti setiap hari IBU akan ada lanjutan kenangan sepanjang jalan. 😳

Ketika Wajah IBU Seperti James Sullivani. Jaman masih imut dulu, umur 6 Tahun-an, saya sering ikut teman-teman ke nGili Wangan. Adalah kali besar dengan arus yang lumayan deras pula. Ba’da Dzuhur, kami langsung cap cus ke nGili Wangan untuk mengadakan kompetisi adus-adusan. Adus-adusan is swimming.

Bukan kompetisi, sih, cuma iseng-isengan saja. Setelah glutakan ke kebun orang nuturi salak, duku dan atau manggis, kami langsung swimming. Dulu tuh kalau main, cowok dan cewek bareng-bareng. Tapi, seingat saya gak pernah mikir ke hal negatif. Ngalir gitu aja mainya. Gak kayak sekarang, ya. πŸ˜›

Ini untuk kesekian kalinya saya swimming, dan kesekian kalinya juga saya kehilangan barang berharga emas. Entah lepas sendiri atau keserobot teman terus lepas. Sudah diperingati beberapa kali sama IBU untuk tidak adus-adusan lagi. Tapi, saya bandel dan tetap pingin merasa GAUL. Hahaha. Eh, lha koq sorenya kami digrudug orang tua, termasuk IBU saya ikut menyambangi ke kali.

Wowowowo, saat itu kami yang masih asik cibak-cibuk terpaksa harus mentas, karena melihat orang tua kami datang membawa kayu yang lumayan gede. Itu pertama kalinya saya melihat ekspresi kemarahan IBU. Sangking takutnya melihat wajah IBU yang seperti MONSTER bersenjata. Saya dan Yanti lari ke arah Sigong, kawasan kebun Duku. Sedangkan teman yang lain entah lari kemana. Baju masih dalam genggaman, kami lari sekencang mungkin sangking takutnya, tanpa menghiraukan para IBU. Sampai blusukan di kebun orang. πŸ˜†

Dan yeay! Kami menang. Ngumpet di kebun orang! Saya melihat IBU jalan ngos-ngosan gitu, bersama IBUnya Yanti. Tapi, kami gak nersuara. Takut kena tabok. Hihihihi

Kalau dipikir-pikir, adus-adusan ini ada manfaatnya juga, lho. Antara lain; IBU gak perlu mengeluarkan biaya untuk les renang, kan? Lha adus-adusan aja udah lancar koq. Semua gaya bisa saya kuasai. Hahahaha. Tapi ada mudorotnya juga. Misalnya; kalau tidur saya jadi sering ngelindur gitu, malah kadang sampai demam. Dan parahnya, saya jadi malas-malasan tidak mau mengerjakan PR. Hahaha. Maka dari itu, IBU gak suka kalau saya adus-adusan di kali.

Seingat saya, ini moment terdahsyat bersama IBU pas jaman SD. Sumprit, baru moment ini yang nyantol dimemori. Padahal, saya yakin masih banyak moment yang lebih dahsayat dan manis ketimbang moment ini. Tapi saya gak ingat e. πŸ˜†

HARI IBU

Eniwey, Tuhan. . .lindungilah IBU saya. Berilah ia kesehatan, kesabaran dan kekuatan. Berilah ia kebahagiaan dunia, juga di akhirat. Aamiin. . . SELAMAT HARI IBU. IBU, Cinta Tanpa Akhir Dalam Kenangan.

9 thoughts on “IBU, Cinta Tanpa Akhir Dalam Kenangan

  1. Gak nang Magelang gak nang kono podo wae jebule. Lanang wadon dolan dadi siji, senenge ciblon nang kali. #mbiyen
    Nah lho, opo wi dah sik ilang kenter banyu kali ? sik mesti dudu dangkal to ?
    Tapi gur sak dermo tresnone Sibu marang anak’e, sibu gelem marani sliramu nang kali. Nah, momen iki sing marai 22 Desember banget sakjane….

    Magelang kaline ndi si? Sing nggo ciblon? πŸ˜€ ^_*

  2. kasih ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa. Rela memberi tak harap kembali. Sungguh luar biasa pengorbanan ibu untuk kita. Terimakasih banyak ibu atas jasa-jasa mu. Selamat hari ibu buat semuanya πŸ™‚

    Selamat hari ibu buatmu, Kak Ririn! πŸ™‚ ^_*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *