Meet Up With Owner Getoek Goreng

Lembaran kertas putih yang penuh goresan tinta di dalamnya telah selesai disatukan. Penghuni kertas: huruf, angka beserta operasi hitung, yang ada di dalam kertas terlihat tenang, tanpa berbisik suatu apa. Lain halnya dengan seorang yang telah mengikat kertas-kertas tersebut supaya tidak lari, menjauh. Kurang percaya diri. Masih ragu dengan laporan yang telah dibuat. Mungkin inilah ungkapan yang bisa mewakili rasa.

Empat belas hari waktu yang dibutuhkan untuk menyusunnya. Mengecek data pemakaian barang tiap bulan, selama satu semester. Diteliti lebih detail menggunakan aplikasi. Sampai akhirnya, (06/07/14) lembaran kertas telah disetujui oleh yang berwenang untuk siap diantar menuju Purwokerto.

Sudah menjadi kebiasaan para Blogger*mungkin saya dowang*, jika ada kegiatan ke luar kota akan melakukan konfirmasi dengan teman Blogger yang ada di korta tersebut. Tak lain untuk melakukan meet up atau kopdar. Tidak peduli walau singgahnya hanya sebentar. *mungkin ini hanya saya*

Dari perjumpaan tersebut, ada yang menyebutnya meet up diam-diam atau kopdar curi-curi waktu. Apapun istilahnya, asal silaturrahim dengan teman Blogger tidak mengganggu kegiatan, sah-sah saja. Seperti yang saya lakukan ini. Hahaha

(07/07/14), Saya mengantar dokumen ke Purwokerto. Saya ingat, kalau di sana ada dua teman Blogger yang saya kenal. Yaitu Emaknya Jiwo dan Mba Ketty. Sambil menyelam mendapat ikan satu ton, saya mengabari mereka. Ya, meski saat itu masih bulan puasa. Tapi, saya optimis kalau mereka mempunyai kekuatan untuk berjalan, bertemu dengan saya. #lebhay

20140707_115730

Sejak subuh saya sudah mengabari Ibu Ketty. Tapi, ternyata pesan tertunda. Dan saya putuskan untuk tidak mengabari emaknya Jiwo. Sebab, saya tahu kalau semalam dia baru main ular tangga, mainan kesayangannya. Jadi, sudah dipastikan bangunnya siang.

Tak sedikitpun sinar terlihat. Mendung. Berjalan kurang lebih sepuluh kilo meter, pemilik Getoek Goreng membalas pesan saya. Ya, Ibu Ketty adalah pemilik Getoek Goreng.

Getuk Goreng adalah penganan khas Sokaraja yang manis dan gurih, dibuat dari singkong dan dibumbui gula kelapa. Itu Getuk Goreng asli, ya. Kalau yang saya temui, adalah pemilik Getoek Goreng versi Blog. Maksudnya, url blognya menggunakan nama Getoek Goreng.

Disela-sela menunggu hasil review laporan, Ibu Ketty datang menemui saya. Naik motor, sendirian. Surprise! Saya tidak menyangka kalau beliau bisa datang. Sebab, saat itu Mba Ketty sedang membuat takjil untuk masjid. Hampir pupus sebenarnya. Hahaha

Pertemuan pertama dengan pemilik Getoek Goreng begitu manis. Di depan Gedung KPKNL, tepatnya di belakang mesin berwarna oranye milik Bapak Tambah Angin, kami duduk dengan nyaman.

Kami, yang dikira Bapak Satpam adalah saudara yang sudah lama tidak berjumpa, ternyata bisa juga menikmati obrolan. Berbicara tentang Blogging, Kontes, Blog berdomain, semua oke. Tidak ada habisnya. Obrolan yang agak membingungkan hanya tentang pilpres 2014. Hihihi

Jika membaca tulisannya, atau sekedar melihat fotonya di Blog, ia tampak pendiam. Namun kenyataannya berbalik. Mba Ketty ternyata bukan seorang yang sedikit berbicara. Dia ramah, pintar, bahasanya lembut dan beliau juga bersahabat.

Menikmati tiap kata yang diucapnya memberi wawasan baru bagi saya. Adzan dzuhur berkumandang, sebuah isyarat dariNya. Jadi, kami harus mengakhiri obrolan pada hari itu, dengan meletakkan sebentuk harapan. Harapan untuk bisa bersilaturrahim lagi dilain waktu.

Terima kasih sudah meluangkan waktu dan tenaga untuk kopdar ya, Mba Ketty. Terima kasih juga oleh-oleh yang ada di tas kresek belang-belang. Semuanya yummi, Mba. ^-*

23 Comments

  1. makasih juga atas kupasannya ttg saya..terlalu berlebihan rasanya 🙂
    oya, ttg pilpres, jebule Mbak Idah bingung to? hehehe harap maklum jika saya terlalu ambisius membahasnya 😀

    Part mananya yang berlebihan, Mba? Enggak bingung, sih. Hanya enggak paham banget. Hahaha

  2. Enaknya jadi blogger memang begitu ya dik Idah. Koncoku saiki yo ning ndi ndi enek. Suroboyo, jogja, jakarta, mediun, semarang, makasar, dll.
    Selain teman blogger, juga ada teman facebook. Aku soalnya berusaha akrab sama semua orang hahahaha…

    Kalau teman Facebook saya enggak, Mas Ndop. 😛

  3. Mau dunk rasain getoek Goreng asli 😀 selama ini cuma tahu getuk pisang 🙁

    salam sama teman kopdarnya…

    Enak kayaknya kalau pisang ya, Mba. 😀 Ke Blognya saja deh, Mba. 😀

  4. Wahhhh … exellend ,,, topp banget, sekali merangkuh dayung 2-3 pulau tercapai. Tugas kantor beress, kopdar sukses dapat oleh2 gratiss … mantapp … Salam kopdar ya 😛

    Hahaha. . .

  5. getoek goreng? huhuuu..aku ngiler…
    senangnya bisa ketemu mbak Ketty ya.Salam kenal dari aku. Pengen ketemu diam-diam juga ah, tapi sama siapa ya? aku jarang kemana-mana.. ;D

    Masak dan Njahit terus, sih. :D.

  6. enak juga ya punya temen blogger, bisa silaturahiim sambil kopdar, diskusi kecil. Renyah… ^^

    Apalagi kalau ada cemilannya. Tambah renyah. 😀

  7. wah ngomong2 tentang getuk goreng lezaattt mbak buat nyemil 😉
    asik ya mbak menjalankan tugas nyambi curi2 waktu buat kopdaran hihihi
    bukan hal yang salah, yg penting tugas kelar kan bs refreshing termasuk bersantai pas kopdaran.

    Makasih sudah mendukung saya ya, Mba In. 😀

  8. Banyak temen, banyak rejeki. Ngobrol sama blogger memang nyenengin, bahkan saat pertama kali ketemu pun. Itu salah satu pengalamanku kemaren di Blogger Nusantara.

    Pengalaman manis, ya. 😀

  9. waaaah aku mah suka gak pedean kak orangnya kalau mau ajak orang kopdar, mana lagi temn bloggernya belum banyak *malah curhat*
    ehss, kaka kalau ke Bogor kabar2iin yah ka, kita kopdar yaaa 😀

    Kita berteman kan, Ran? 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *