Tentang Om dan Tante

Daripada bengong, mending ngomongon Om dan Tante. :mrgreen: Saya mau memperkenalkan Om dan Tante saya kepada sahabat yang baik hatinya. Ndongeng ah. . .

Pernah saya perkenalkan Om dan Tande di blog sebelah, tapi koq tiba-tiba ingin nulis tentang mereka lagi di sini. Penting gak sih ngomongin Om dan Tante? Ngapai saya tulis kalau tidak penting, ya. Hahahaha. Om Gylang dan Tante Neli.

Jika ada yang tanya tentang hubungan keluarga (darah), mereka sama sekali tidak ada garis searah dengan saya. Maksud saya, kami tinggal pada rahim yang berbeda. Namun, karena saya mengenal mereka melalui jalan yang benar :mrgreen:, jadi pantaslah saya ingin menjadikan mereka sebagai saudara yang baik. Sampai akhirnya waktu mengantarkan saya pada kenyamanan. Nyaman bersahabat dengan mereka, merasa “ingin memiliki” saudara seperti mereka. Saat ini saya memanggil mereka Om dan Tante. Sebenarnya panggilan Om dan Tante adalah panggilan anak saya “kelak” kepada mereka, ya. Hahahaha

Saya sangat bahagia bisa mengenal mereka. Sepasang insan yang sering membuat hari saya lebih indah. Setelah lama mengenal mereka, saya pun paham kalau mereka mempunyai banyak kesamaan. Kesamaan bukan secara fisik sih, tapi lebih kepada karakter.

Om orangnya tidak suka bertele-lete-tele, begitu juga dengan Tante. Tante tidak suka banyak omong, simpel, begitu juga dengan Om. Om orangnya sangat perhatian, tegas, (kepada orang yang ia sayangi) begitu juga dengan Tante. Masih banyak karakter mereka yang sama dan itu lah yang membuat mereka berdua merasa nyaman. Iya, mereka yang nyaman. Saya cukup menerawang saja. Hahaha. Sifat keras kepala pun nempel di dua insan ini. Namun, sifat kerasnya mudah luntur kalau sudah ada es krim.Β  πŸ˜‰

Saya paling suka kalau akhir pekan, karena mereka pasti berkunjung ke rumah. Dan pastinya mereka membawa makanan berat, cemilan, hati, paru-paru, usus bahkan sering sekali memberi kulit. Kulit ayam maksudnya, sate kulit.

Di samping keberadaan mereka yang sudah dekat banget di hati ini *nunjuk mata* si Om juga sering ikut menulis di sini lho. Sudah pada tahu, kan? Seluruh artikel dikategori Belajar Kesehatan, semua tulisan Om Gylang. Tapi entah mengapa, jika Om menulis di sini, koq yang komen masih mengira itu tulisan saya, ya? Padahal sudah jelas kalau saya tidak berkutat pada kesehatan. Dan seluruh artikel yang ditulis Om, di akhir artikel pasti ada stempelnya Om.

Parahnya lagi, ya, ada yang mengira, saya beralih jurusan atau sedang kuliah lagi dan mengambil prodi kesehatan. πŸ˜† Si Om sekarang masih kuliah di salah satu Universitas Negeri di Samarinda. Om ambil jurusan Kedokteran. Saya hanya bisa mendoakan, semoga cita-cita Om untuk menjadi Dokter terwujud. Aamiin. ..

Nah, kalau Tante Neli sih jarang nulis di Blog. Tante sukanya nulis di Laptop, kemudian disimpan di hati, dirasakan sendiri dan tidur lelap. Sebenarnya Tante sih suka sekali berbagi, tapi belum dengan tulisan. Jarang banget tulisannya dibagikan di Blog. Alasannya sih lebih ke privasi, yang tahu cukup diri Tante saja. Eh, tapi Tante update juga si di Blog, tulisan untuk Om. Sekarang Tante masih sibuk dengan kuliahnya. πŸ˜‰ Iya, Tante Neli masih kuliah juga, di Jogja.

Harusnya, hari Minggu kemarin, saya menemani Tante ke Samarinda. Tidak ada acara khusus sih, cuma Om meminta Tante untuk datang ke sana.

β€œBudey, besok minggu ikut aku ke Samarinda ya”. suara Tante terdengar kurang jelas, mungkin karena Tante baru bangun tidur. Tante menelphone saya pagi-pagi buta, sebelum adzan subuh”.

Saya pun masih lier dan menjawab asal saja β€œIya, Tante. Tiket”

β€œIya, tiket sudah siap, semuanya sudah disiapkan sama Om. Kita tinggal berangkat saja, Dey”. Jawab Tante sambil menguap.

Ketika Tante mengkonfirmasi keberangkatan, ternyata kondisi saya masih kurang sehat. Jadi, saya tidak bisa ikut Tante ke Samarinda. Harusnya sekarang saya sudah di sana, mengganggu Om dan Tante. Minggu pagi, Tante datang ke rumah, meski saya tidak bisa ikut. Tante pamit dan saya hanya bisa mengantar sampai depan rumah. Saya pun melambaikan tangan, sambil berdoa untuk keselamatan Tante di sana. Senangnya, Tante nanti bisa ketemu Bunda dan pasti dimasakkan Rendang. πŸ˜‰

Om dan Tante, mereka benar-benar sangat berarti dalam hidup saya. Program tercepat untuk membahagiakan mereka adalah dengan memberikan mereka ponakan. Hahahaha. . .#nikah saja belum. πŸ˜› Pingin membuat puisi atau semacam kata spesial untuk mereka, tapi tetap saja saya tidak bisa merangkai kata. Berbeda dengan Om dan Tante, yang selalu bisa membuat kata-kata romantis, indah, menggoda, dan penuh dengan makna.

Finally, saya akhiri tulisan Tentang Om dan Tante. Doakan Om dan Tante saya cepat selesai kuliah ya, supaya mereka cepat menikah. Jadi, saya bisa cepat punya ponakan. πŸ˜€ Maaf, ini sekedar curhatan saja. Siapa tahu, setelah saya nulis ini, Om atau Tante, nanti mampir ke rumah, terus membawakan saya Sayur Pare, Udang Asam Manis, Sate Kulit, Jus Jambu dan Melon. Nyammmiiiiiiiiiiiii. . .

Kalian punya saudara sebaik Om dan Tante saya, kan?

12 Comments

  1. Aamin,semoga kuliahnya cepat selesai dan cepat menikha, begitu juga dengan Idah πŸ™‚

    aamiin. . Terima Kasih doanya. πŸ™‚

  2. Ayooo ndang cepet kelar kuliah, terus ning nang neng gooong alias married πŸ™‚ salam hangat dari Kudus ya mbak Idah ^_^

    Aamiin. . Terima Kasih doanya. :)Salam hangat dari tempat tidur, Mba. πŸ˜›

  3. Ooooo..jebulnya..habis kelar kuliah ya kerja dolooo..buat modal
    Semoga langgeng πŸ™‚

    Hahaha. . Pasti dong Bu Budi. πŸ˜› Aamiin. . Terima Kasih doanya, ya. πŸ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *