PERPISAHAN KETUA PENGADILAN AGAMA

Seperti Enggan Berpisah

Seperti Enggan Berpisah antara para karyawan dengan Bapak Ketua Pengadilan Agama Banjarnegara. 10 Februari 2014, genap empat puluh hari saya menikmati suasana kerja baru. Pada bulan Februari, tidak hanya Bapak Ketua saja yang pamit, ada dua pegwai yang pamit dan satu pegawai yang purna.

Sebelum Bapak Ketua meninggalkan kantor, kami mengadakan acara Temu Pamit pada malam harinya. Bertemu Ketua baru, yaitu Bapak Drs. Tahrir. Dan yang pamit ada Bapak Drs. H. Damsyi, MH (Tugas baru Hakim Tinggi PTA. Padang), Bapak Drs. H. Moh. Somantri, SH (Tugas baru Hakim PT. Sumedang), Bapak Drs. Aziz Nur .E. (Tugas baru Pansek PA. Demak) dan yang terakhir adalah Bapak Mudlofir (Purna Bhakti).

Ya, meski Saya belum lama menikmati tempat kerja baru. Tapi, entah mengapa ikut merasa kehilangan mereka, terlebih ketika Bapak Ketua, Drs. H. Damsyi berpamitan untuk menjalani tugas baru sebagai Hakim Tinggi di Pengadilan Tinggi Agama Padang. Gimana gak kehilangan. Meski belum lama mengenal Beliau, tapi Saya merasa banyak sifat dan sikap beliau yang begitu mengesankan. Pemimpin yang rendah hati, ngemong, bertanggungjawab dan selalu berusaha merangkul para karyawannya, tanpa pilih-pilih.

Paling mengesankan dari Beliau yaitu, ketika Beliau memerintahkan suatu pekerjaan kepada para karyawan, pasti Beliau sudah terlebih dahulu mengerjakan pekerjaan tersebut. Jum’at bersih, misalnya. Tiap hari Jum’at, kantor masuk pukul 07.00 WIB. Jum’at pagi adalah jadwal untuk bersih-bersih lingkungan kantor. Sebelum karyawan datang tepat waktu, Bapak Ketua PASTIย sudah terlebih dahulu bersih-bersih disekitar halaman dan atau taman kantor. Beliau selalu datang lebih cepat daripada para karyawannya. Gak bermaksud ngalem, Beliau memang sosok Pimpinan yang bisa dijadikan contoh atau teladan yang baik bagi karyawannya. Nada bicara beliau memang tinggi (bawaan), tapi bertutur katanya sopan banget.

Merasa masih ingin bersama dengan beliau, seperti enggan berpisah, para karyawan pun minta foto bersama (lagi) pada pagi hari setelah apel pagi. Betapa sedihnya, dan merasa tidak ingin ditinggal oleh Beliau. Kami menunggu sampai keberangkatan Bapak Ketua ke PTA Semarang, untuk mengurus pekerjaan di kantor baru. Setelah dari PTA Semarang, Beliau langsung melanjutkan perjalanan, lalu menjalankan amanah dan tugas barunya. Emm, jadi ingat kata-kata Beliau ketika acara temu pamit.

Jika kalian kangen padaku, silakan lihat taman
Jika kalian kangen padaku, silakan lihat kolam ikan
Jika kalian kangen padaku, silakan SMS atau Telephone
Jika bukan karena tugas
Saya enggan meninggalkan Banjarnegara

KELUARGA BESAR PENGADILAN AGAMA BANJARNEGARA

Foto lagi. . .ย  ๐Ÿ™‚

Banyak kebaikan-kebaikan Beliau yang sudah terpatri. Merasa masih membutuhkan kehadirannya, ide-ide yang brilian darinya dan seperti enggan berpisah. Selamat menjalankan tugas di tempat baru, Bapak Damsyi, Bapak Tahrir, Bapak Somantri dan Bapak Aziz. Semoga diberi kemudahan, kelancaran dan selalu menginspirasi.

8 thoughts on “Seperti Enggan Berpisah

  1. kalo udah dapat pemimpin yang bisa jadi panutan, trus beliau harus pergi … rasanya emang berat banget yah.

    smoga dapat pengganti yang gak kalah hebat juga dari beliau

    Aamiin, Mba De. ^_*

  2. Dari kata kata sebelum beliau Pamit, nampak tersa benar jika Ia pun tak ingin meninggalkan. Keren kata katanya..
    Salam kenal Mbak. ..

    Halo, Mas Ibnu!. Salam kenal kembali, ya!. ^_*

  3. Pemimpin yg bagus ya, memberi contoh ke bawahannya. Gak cuma nyuruh nyuruh doang..
    Semoga pemimpin yg baru juga gak kalah bagusnya yaa..

    Aamiin. Thanks, Mas Ndop. ^_*

  4. Pimpinan yang pamomong selalu dikenang ya mbak.
    Selamat beradaptasi terus di kantor baru mbak, lolos 40 hari yang menyenangkan.
    salam

    Alhamdulillaah lolos, Bu Prih. ๐Ÿ™‚ ^_*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *