Selamat pagi, Ibu. Selamat ulang tahun“. Saya mencium tangan Ibu, kemudian mencium kedua pipi beliau yang empuk dan menul-menul.

Telat hooo, udah siang gini baru bangun. Kadonya mana?“. Suara Bundanya Hose terdengar keras sekali, memecahkan suasana melow.

Pagi tadi saya bangun siang, karena baru telephonan sama KittiLan samapai pagi. Alhasil, saya bangun pukul 06.00 WIB. Itu saja karena Hose dan Amil masuk kamar, kemudian menarik selimut saya. Kalau tidak ada tarik selimut, mungkin bisa lebih siang. hehehe

Pada bulan September ada dua perempuan tersayang yang merayakan hari jadinya atau ulang tanggal lahir. Tanggal 1 September adalah tanggal lahir Ibu saya, kemudian 11 September adalah tanggal lahir Tante Neli. Memang tidak ada kado spesial, namun setidaknya saya bisa mendoakan mereka di hari spesialnya.

Selamat ulang tahun Ibu. Semoga selalu diberi kesehatan yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk selalu mengingatNya, beribadah, menjadi Ibu yang paling tangguh dan selalu menjadi inspirasi saya. Barokah umur dan rejeki yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk beribadah dan berbagi dengan sesama.

Maafkan Idah, sekarang belum bisa memberi kado indah yang berarti untuk Ibu. Tapi Idah janji akan terus ingat kewajiban Anak terhadap Orang Tua.  I Love you Mom. . .