LEMBAH ASRI SERANG PURBALINGGA

Warna Warni Agrowisata Lembah Asri, Serang

Mobil semi terbuka berkapasitas 13 orang telah siap di depan LA Homestay, sebuah penginapan milik warga Desa Serang yang telah kami tempati semalam. Mobil ini lah yang mengantar aku bersama beberapa Blogger dari berbagai daerah menuju Agrowisata Lembah Asri, sebuah obyek wisata yang berlokasi di lereng timur Gunung Slamet. Tepatnya di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga.

Terlihat dari desainnya, mobil yang khusus digunakan untuk mengantar wisatawan keliling Lembah Asri nampak nyaman dan menyenangkan. Bagaimana tidak, wisatawan dapat menikmati suguhan pemandangan lansekap Gunung Slamet, beragam jenis sayuran yang tumbuh segar di ladang warga secara lepas karena mobilnya tanpa pembatas berupa kaca. Menyenangkan, bukan? Belum lagi udara segar, hawa sejuk khas pegunungan yang menyehatkan.

Cukup membayar Rp 3.000 per orang, wisatawan akan diantar ke beberapa obyek yang berdiri di atas tanah bengkok seluas 1.3 hektar tanpa harus jalan kaki. Mengirit tenaga, malas berjalan, entah apa alasannya, yang jelas Agrowisata yang dikelola oleh BUMDes Serang telah memaksimalkan fasilitas untuk wisatawan.

mobil_transportasi_ke_lembah_asri[1]

Lembah Asri Dulunya…

Sebelum resmi menjadi obyek wisata, tempat ini dulunya adalah rest area yang telah dilengkapi dengan warung-warung berjejer milik warga desa. Namun, dengan berkembangnya pengetahuan dan pengalaman masyarakat Serang, warga Serang sepakat mengemas rest area menjadi Agrowisata menarik yang kini lebih dikenal dengan nama LA (baca: EL E).

Ini menjadikan Desa Wisata Serang makin ramai. Ya, di Desa Serang terdapat Desa Wisata yang menawarkan banyak potensi di dalamnya. Salah satunya yaitu agrowisata petik buah strawberry. Kalian pasti tak asing, kan?

Perjalanan dari LA Homestay menuju Agrowisata LA tidak membutuhkan waktu lama. Kira-kira sepuluh menit, kami sampai di gerbang utama Agrowisata LA.

lansekap_lembah_asri[1]

Wisata kali ini terasa istimewa karena kami ditemani Bapak Sugito, Kepala Desa Serang, dimana beliau mudah membaur dengan anak muda, dan sangat bersahabat. Sepanjang perjalanan, Pak Gito berbagi cerita tentang perjuangannya merangkul masyarakat untuk turut memanfaatkan potensi alam yang dimiliki Desa Serang. Lingkungan yang mendukung, tanah subur, dan iklim yang sejuk, misalnya.

Sesampainya di LA, mobil langsung parkir di depan Pendopo, sebuah ruang terbuka serbaguna. Pendopo ini biasanya digunakan untuk kegiatan masyarakat, pentas seni, dan tempat lomba, baik yang diselenggarakan oleh Desa maupun Sekolah yang berada di kompleks Desa Serang. Dari titik ini, Pak Gito mengajak kami menyusuri Agrowisata Lembah Asri.

 Outbound di Lembah Asri

Area outbound nampak jelas dari pertama masuk kawasan LA. Ya, area ini berada di atas atau dekat pintu masuk LA.

Cukup banyak wahana yang ditawarkan. Untuk dapat outbound di sini, kalian bisa mengambil paket outbound yang telah disediakan. Omong-omong, paket ini terpisah karena LA belum membuat paket terusan. Kedepannya, mungkin pihak LA akan membuat paket wisata bila seluruh wahana sudah siap.

lembah_asri_serang[1]

outbond_lembah_asri_serang[1]

Sebelum ke obyek wisata yang masih dalam pengembangan, Teman-teman akan saya ajak ke Lorong Cinta yang menjadi salah satu spot menarik untuk berfoto.” Ujar Pak Gito sembari mengarahkan pandangan kami ke Lorong Cinta.

Anak muda zaman sekarang, menyebut Lorong Cinta ini sebagai obyek yang instagramable.” Tambahnya.

Spot Menarik untuk Berfoto di Lembah Asri

Seperti halnya wisata lain, agrowisata LA setidaknya mempunyai tiga spot menarik dan ikonik untuk narsis.

Pertama adalah Lorong Cinta. Lorong ini bukan lorong utuh melainkan semacam gapura yang terbuat dari besi, dan membentuk simbol LOVE. Yang menarik dari lorong ini yaitu adanya rangkaian bunga plastik warna warni yang tersusun rapih, dan membentuk simbol love. Makanya dinamai lorong cinta. Penggunaan bunga plastik ini hanya sementara, sembari menunggu bunga hidup yang telah ditanam “merangkai cinta” dengan sendirinya. 😉

lorong_cinta_lembah_asri_purbalingga[1]

Saking menariknya lorong ini, kami pun betah berfoto dengan berbagai pose secara bergantian. Luar biasa narsisnya. Blogger emang gitu, ya. Hahaha

Kedua yaitu replika strawberry raksasa. 😀 Kira-kira, kenapa buah strawberry dibangun sebesar raksasa dan menjadi ikon tempat wisata ini? Yaaaa…tak lain karena strawberry menjadi buah kebanggan Desa Serang.

strawberry_serang[2]

Pada waktu tertentu, buah merah menyala yang rasanya penuh kejutan ini menjadi salah satu penghasilan yang tergolong tinggi bagi masyarakat Desa Serang. Memang tidak semua masyarakat mempunyai kebun strawberry. Namun sebagian besar yang merawat kebun strawberry adalah masyarakat Serang. Jadi ya sama saja mendapat rezeki, ya.

warna_warni_lembah_asri_purbalingga[1]

Ketiga yaitu taman bunga yang lengkap dengan gazebo di sekelilingnya.

Melihat bunga warna warni seperti di atas, siapa yang kameranya rela dibiarkan istirahat di dalam saku atau tas? Duuh…sayang banget kalau kamera sampai diumpetin, ya. 😆 Di sini mau berfoto dari sudut mana saja akan mendapat hasil yang bagus. Kalau aku lebih suka dengan warna warni bunga yang melingkar. Segar banget.

Di sini kami berpencar seolah-olah sedang berlomba-lomba mendapat hasil foto terbaik. Hahaha. Lagi-lagi, jiwa narsis kembali muncul. Namanya Blogger, lihat taman yang lengkap dengan tatanan bunga warna-warni, pasti tidak bisa menahan hasrat untuk narsis. Terlebih aku yang saat itu mengajak Si Kecil. Please, jangan tanya berapa banyak jepretan yang dihasilkan. Hihihi

blogger_trip_lembah_asri[1]

Perjalanan dilanjut menuju beberapa obyek. Kami tidak menggunakan mobil menuju obyek karena ingin lebih santai, dan menikmati tiap obyek yang masih dalam tahap pembangunan. Obyek pertama yang sudah siap digunakan yaitu camping ground.

Segala perlengkapan, dan area untuk camping telah disediakan oleh LA. Pohon pinus yang nampak kokoh, serta kawasan yang bersih, dan asri, seakan mengajak kami untuk camping barang sehari. Uhh…sementara hanya bisa berandai-andai.

Selain camping ground, Agro Kids juga telah berjalan. Cukup banyak anak-anak sekolah yang berminat petik sayur sendiri. Nah, supaya bisa petik sayur dengan puas, dua bulan sebelumnya harus ada komunikasi dengan pihak LA agar ada kesiapan. Begitu juga dengan petik buah Stroberi. Telah disediakan lahan khusus.

Makin jauh kaki melangkah, makin banyak lahan yang masih dalam pengembangan. Taman Labirin, misalnya. Saat itu, pepohonan yang akan dijadikan Labirin sudah mulai tumbuh tinggi. Ada tiga petak yang siap dijadikan Taman Labirin. Kebayang serunya main di taman ini.

camping_ground[1]

Pak Gito mencukupkan perjalanan sampai di Labirin karena lahan setelahnya sudah milik warga. Menurutnya, lahan-lahan yang dekat dengan kawasan wisata LA ada kemungkinan akan dijadikan obyek wisata sembari menunggu ide-ide kreatif dari masyarakat, atau wisatawan itu sendiri. Pokdarwis Desa Serang, dan BUMDes terbuka menerima saran dan kritik.

Sayang banget, waktu untuk mengunjungi LA sangat terbatas. Karena, jam 10.00 WIB, kami sudah harus berkumpul di Lapangan Desa Kutabawa untuk menghadiri Undangan Kongres Gunung. Padahal, sebenarnya aku ingin mencoba outbound dan merasakan wahana High Rope, Flying Fox, dan Naik Kuda tunggang juga.

ikon_lembah_asri[1]

Hayuk…piknik ke Agrowisata Lembah Asri. Cukup membayar tiket masuk Rp 1.000 per orang, wisatawan dapat bersenang-senang sampai puas di sini. Selain itu, transportasi dari pusat Kota sudah tersedia sampai lokasi. Pun dengan akomodasinya. Ada banyak homestay di sekitar Desa Serang dengan harga terjangkau, nyaman, dan aman.

Soal makanan, kalian tidak usah khawatir karena di agrowisata ini telah tersedia beberapa warung yang menyediakan aneka makanan, minuman dan camilan khas desa setempat. ^_^

6 thoughts on “Warna Warni Agrowisata Lembah Asri, Serang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *