WONOSOBO ASRI copy

Bonus Plus-Plus Dari Bukit Sidengkeng #FamTripJateng

Usai berdiskusi dan sesi foto barsama di depan Pendopo Soeharto Whitlam, jalan-jalan gratis yang diselanggarakan oleh Dinbudpar Jawa Tengah berlanjut ke destinasi ke dua. Yaitu Batu Pandang Dieng. (sesuai rundown)

Apa yang teman-teman tahu tentang Batu Pandang yang ada di Dieng?

Dari dua juta orang yang membaca postingan ini, pasti punya jawaban berbeda dengan inti yang sama. Yaitu sebentuk batu yang digunakan untuk memandang. :mrgreen: Memandang apa atau siapa. Itu yang perlu diperjelas, ya.

Batu ratapan angin atau yang lebih dikenal sebagai Batu Pandang adalah sebentuk batu yang bisa dimanfaatkan oleh para wisatawan untuk menikmati gradasi cantik Telaga Warna yang berdampingan dengan Telaga Pengilon. Jika teman-teman berwisata ke Dieng, sempatkanlah singgah di Batu Pandang untuk menikmati suguhan dua telaga sekaligus dari atas batu yang cukup besar dan tinggi.

WANA WISATA PATAK 9 DIENG

Sesuai rencana awal, kami singgah di Batu Pandang. Tapi, ketika berwisata dengan ditemani Tour Guide yang sudah lebih mengenal destinasinya, biasanya akan memberi “sesuatu” yang berbeda. Mengajak para wisatawan menikmati sebuah objek dari lain sudut yang tak kalah asyik dari apa yang sudah dibayangkan. Dan itu yang kami rasakan saat Fam Trip ke destinasi ke dua.

Pak Aa, tour guide senior, mengajak kami untuk hiking ke Bukit Sidengkeng. Sebuah bukit yang berlokasi tidak jauh dari Batu Pandang, Dieng.

Melewati gapura bertuliskan “Wana Wisata Petak 9 Dieng”, kami mulai menyusuri jalan setapak yang mirip seperti trotoar yang cukup nyaman. Berbagai macam tumbuhan, bunga, tertanam di kaki bukit Sidengkeng. Saya mencoba mengamati beberapa pohon yang ada disekitar kanan-kiri jalan. Dan hanya dua bunga saja yang saya kenali, yaitu Bunga Terompet dan Mimosa ungu. *senggol Ibu Peri ah*

Sore itu sudah mulai mendung, berkabut. Jalan macam trotoar sudah terlewat dan saatnya mulai hiking. Teman-teman tampak ciamik banget mengendalikan emosi ketika naik ke puncak bukit. Pokoknya yang napasnya masih stabil, tidak ngos-ngosan lancar banget hikingnya. Kalau saya jalan pelan. Cukup licin, Temans.

TELAGA WARNA DARI BUKIT SIDENGKENG

Ceria maksimum ya!

Berjalan kurang lebih lima belas menit, puncak bukit sidengkeng sudah mulai terlihat. Bukit yang menyuguhkan pemandangan Telaga Warna dan Telaga Pengilon plus bonus background sebuah gunung.

Bukan Blogger jika melihat pemandangan indah tidak menghentikan langkahnya untuk sekadar mengabadikan moment. Ketika disamping kanan bukit mulai tampak pemandangan Telaga dengan warna hijaunya, kami mulai memainkan kamera. Kurang lebih 100 meter sebelum puncak bukit.

Suguhan telaga warna yang tampak lebih luas dari atas bukit, merupakan salah satu bonus hiking kami ke Bukit Sidengkeng, Dieng. Begitu pun dengan Telaga Pengilon yang berada tepat disebelahnya. Dua telaga yang memiliki daya tarik tersendiri. Telaga Warna dengan segala mitosnya, pusakanya dan warnanya yang selalu menawan. Serta Telaga Pengilon dengan air jernihnya dan masih dipercaya untuk dapat mengetahui isi hati seseorang. *ini mitos!* 😳

BUKING SIDENGKENG

Mulai berkabut! 😉

Tak hanya itu, tambahan bonus kami dapat ketika sudah sampai puncak bukit. Sebentuk Gunung yang ada di seberang sana tampak jelas. Awalnya, saya mengira Gunung Bisma. Tapi ternyata bukan! Menurut keterangan dari Pak Aa, gunung tersebut adalah Gunung Sindoro. Salah tebak tuh mengurangi prosentase ke-manis-an. :mrgreen:

Batu Pandant atau Bukit Sidengkeng? Silakan kunjungi kedua objek tersebut untuk melihat suguhan alam yang sama dari sudut pandang yang berbeda.

18 thoughts on “Bonus Plus-Plus Dari Bukit Sidengkeng #FamTripJateng

  1. Sayang banget ya waktu itu cuaca gak mendukung ato kita emang terlalu sore, lihat foto di tempat temen ajib bener tanpa kabut gitu 😀

    Terlalu sore, sih, menrutquwh. 😀

  2. Wew, itu berarti Telaga Warna Petak 9 Dieng, diengnya ada 9 ya? Dieng tuh apa? apa yang dimaksud 9 Petak?

    Dieng itu…emm…tempat bersemayamnya pada dewa. Pingin ketemu Dewa, ngga? Qiqiqiqi

  3. Dieng, anugerah alam Wonosobo-Banjarnegara yang luar biasa ya Mbak Idah.
    Bukit Sidengkeng pembelajaran alam yang butuh ketangguhan mencapainya (ibu mah sdh ngos2an duluan dan nyerah)…..
    Menunggu DCF ah…

Leave a Reply to ndop Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *