GUNUNG PRAU WONOSOBO

Cukup Mudah Menikmati Wisata Alam

Tinggal menghitung hari, insya allah aku akan menghadiri acara Blogger Camp dalam rangka memperingati Hari Blogger Nasional. Acara tersebut akan diselenggarakan serempak di empat kota. Yaitu Jakarta, Surabaya, Makassar dan Purwokerto.

Diantara Empat kota di atas yang paling dekat dengan tempat tinggalku, ya, Purwokerto! Tanpa ragu, kemarin aku mendaftarkan diri menjadi peserta Blogger Camp area Purwokerto. Area…. 😀 Bismillaah saja niat Camping sama Dede, ya. 😉

By the way, Teman-teman tahu apa yang aku rasa? Bahagiaaa banget! Ya…bagaimana ngga bahagia. Selain akan bertemu banyak Blogger dari belahan Jawa Tengah dan sekitarnya, event ini pas banget buatku yang sedang rindu Camping. Tepatnya, rindu suasana HUTAN. 😛

Ngga aneh, kan, kalau aku merindukan hutan? 😀 Ngga ada yang aneh dan ini wajar banget, karena aku memang lebih suka piknik ke hutan. Maksudnya, Bukit, Gunung, atau sekadar duduk manis di tengah hutan pinus. Seperti saat aku main ke rumah KaNaz, Pemalang.

REST AREA

Milik Perhutani Tegal. . .

Sebelum sampai Wana Wisata Guci, dimana lokasinya ngga jauh dari rumah KaNaz, di kanan jalan ada hutan yang nampak sejuk-sejuk gersang, gitu. Sejuk, karena hutan karet ini cukup luas dan bisa untuk bersantai. Gersang, sebab saat itu sedang musim kemarau.

Katanya, hutan ini sering dimanfaatkan untuk rest area para wisatawan yang baru atau akan ke Guci. Ngga hanya digunakan untuk beristirahat, hutan ini semacam hutan serbaguna. Untuk kemah, latihan silat, atau olahraga out door lain  yang membutuhkan lahan luas.

Selain untuk aktivitas, yang paling utama hutan ini menghasilkan cukup banyak karet. Banyak manfaat, bukan?

TEMPAT WISATA GUCI

KaNaz lagi ngobrol asyik. . .

Berutungnya, tiap orang yang ingin singgah di sini seperti ngga ada kewajiban untuk izin. Kepada Polisi Hutan sekalipun. Ya…bagaimana mau izin, ya. Meski sudah terjadwal, mereka ngga mesti standby di kawasan ini. Mereka lebih mengutamakan keliling hutan yang mana menjadi kewajibannya.

Aaah…andai ada pos tunggu, ya. Semacam pos satpam, gitu. Dikelola demi menjaga hutan; kelestariannya, kebersihannya. Tapi, apa ada yang mau? Mana ada waktu untuk menjaga pos, ya?

Menjaga hutan, menjaga alam, ngga hanya penting. Tapi penting banget. Terlebih, jika hutan sudah dimanfaatkan untuk kepentigan umum seperti hutan karet ini. Sebagian dari mereka baru bisa menggunakan, menikmati alam saja. Padahal, menikmatinya, tuh, sudah terlalu mainstream.

REST AREA GUCI

Jangan hanya menikmati, ya. . .

Hampir tiap pribadi mudah untuk menikmati alam, dengan atau tanpa ada wisatanya. Tapi, kalau menjaganya? Belum tentu semua orang punya niat untuk menjaga hutan.

Menikmati alam, kemudian meninggalkan banyak lembaran kertas, plastik, atau bahkan botol minuman. Itukah cara menikmatinya?

Jujur, bagiku menikmati alam terlalu mudah. Namun, turut menjaganya membutuhkan niat yang ngga baen-baen, yang serius. Aku berharap, semoga saat acara Blogger Camp nanti, banyak Blogger yang turut menjaga kebersihan tempat Camping. 😉

20 thoughts on “Cukup Mudah Menikmati Wisata Alam

  1. Ntar ditunggu cerita blogcampnya ya Mbak. Sepertinya bakal seru.
    Btw, jadi nostalgia. Pernah ke Guci Tegal waktu kecil, udh lama bgt…

  2. Sedih kalau di hutan banyak yang buang sampah sembarangan… *kayak suka maen ke hutan aja* Kayak pas di hutan di Bogor itu loh…

  3. Aku gak melu dah. Padahal bisa ikutan di surabaya. Maklum minggu kemarin aku ikutan acara di nganjuk, color run. Hahaha. Dadi awakku jik kesel hahaha..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *