Mengunjungi Destinasi Wisata Hit di Pekalongan

Berwisata ke suatu daerah biasanya yang dicari adalah destinasi wisata yang menarik dan terkenal di kota tersebut. Yaa…meski bisa dibilang mainstream atau biasa banget, tetap saja banyak dicari dan dikunjungi. Apalagi kalau destinasi wisata tersebut termasuk wisata hit atau bahkan menjadi ikon, pasti masuk dalam daftar kunjungan. Seperti halnya saat saya, teman-teman Blogger dan juga Media mengunjungi Kota Pekalongan beberapa waktu lalu dalam rangka Famtrip Jateng On The Spot 2019.

Kota Pekalongan adalah salah satu kota di pesisir pantai utara Provinsi Jawa Tengah. Kota yang terletak di jalur Pantura ini berbatasan dengan laut jawa di sebelah utara, Kabupaten Batang di sebelah timur, Kabupaten Pekalongan di sebelah selatan dan barat. Jarak dari Ibu kota provinsi Jawa Tengah, Semarang kira-kira 100 km dengan waktu tempuh kurang lebih 3 jam melalui jalan tol Trans Jawa.

Hari pertama acara Famtrip Jateng On The Spot 2019, kami mengunjungi Kota Pekalongan untuk menjelajahi tiga obyek wisata hit di sana, yaitu Museum Batik Pekalongan, Kedai Limun Oriental, dan Pasar Grosir Batik Sentono. Destinasi wisata tersebut bisa dibilang Pekalongan banget. Apalagi jika kita tahu bahwa Pekalongan dijuluki sebagai Kota Batik. Kemudian ada Limun, minuman ringan legendaris yang juga pernah hit pada zamannya.

Nah, karena tahu Pekalongan menjadi tujuan pertama famtrip, saya dan Ella izin kepada penyelenggara untuk langsung menuju kota tersebut. Emmh…daripada harus ke meeting point dahulu yaitu di Semarang, tuh, perjalanan akan lebih lama. Ya, kami dari Banjarnegara lebih dekat dengan Pekalongan ketimbang ke Semarang. Naik kereta dari Stasiun Purwokerto menuju Stasiun Pekalongan hanya membutuhkan waktu 3 jam saja. Lumayan hemat waktu lah. Pun dengan harga tiket kereta api yang tidak sampai 100 ribu, tambah lumayan. 😆 Dan ternyata, tidak hanya kami yang menunggu di Pekalongan, ada juga teman-teman Blogger dari Jakarta dan Pemalang. Alasan mereka pun kira-kira sama dengan saya, menghemat segalanya. 😛

Museum Batik Pekalongan

Ada banyak cara di mana kamu dapat melihat koleksi batik nusantara. Namun, hanya di Museum Batik Pekalongan kamu dapat melihat koleksi lengkap batik tersebut dengan jelas dan detail. Di sana juga ada beberapa koleksi batik yang bisa kamu sentuh untuk sekadar mengobati rasa penasaran.

Emmh..kira-kira batik tulis ini terbuat dari jenis kain apa, ya? Atau penasaran dengan detail batik karena saking banyaknya corak warna yang tertuang di dalamnya. Tapi ingat, tangan kamu musti steril, ya. Supaya kain batik tetap bersih, terjaga. 😉

Kain yang digunakan untuk membatik itu rupa-rupa. Antara lain, ada kain paris, kain doby, kain sutra, kaos katun, dll. Mulai dari sini, kamu akan tahu kualitas batik sebelum masuk pada jenis dan motif batik itu sendiri. Nah, untuk tahu perihal macam-macam kain batik, kamu harus masuk ruang pamer Museum Batik Pekalongan.

RUANG PAMER 1 MUSEUM BATIK PEKALONGAN

Ada tiga ruang pamer di museum ini, yaitu Ruang Pamer I yang bernama Ruang Perjalanan Batik. Ruang ini memamerkan alat dan bahan-bahan yang digunakan untuk membatik. Apa-apa saja yang dibutuhkan atau berkaitan dengan membatik ada di sini. Tidak hanya itu, ruangan ini tiap tahun update tema pameran batik. Jika sebelumnya ruang pamer I mengusung tema “Bhinneka Tunggal Ika“, akhir tahun tahun ini berganti tema menjadi “Satu Dasawarsa Batik Indonesia“. Koleksi batik di ruang pamer ini pun telah diupdate, mulai dari batik Nusantara sampai Mancanegara.

Kemudian di Ruang Pamer II yaitu Ruang Batik Nusantara. Koleksi batik nusantara semua dipamerkan di sini. Mulai dari Bengkulu, Papua, Kalimantan, pokoknya batik dari Sabang sampai Merauke. Ada kebanggan tersendiri ketika melihat koleksi batik di sini karena memang unik motifnya, punya motif yang kuat tiap daerah. Sementara di Ruang Pamer III yaitu Ruang Batik Pekalongan. Ruang ini memamerkan ragam motif Batik yang berkembang di Pekalongan sebagai sentara utama gaya Batik Pesisiran seperti batik Lunglungan atau Batik Terang Bulan.

FAMTRIP PEKALONGAN

Selain melihat koleksi batik di ruang pamer, kamu juga bisa belajar membatik karena di Museum ini disediakan Ruang Workshop untuk para wisatawan. Untuk belajar membatik, kamu cukup membayar mulai dari Rp 20 ribu-65 ribu sesuai ukuran. Oiya, Museum Batik Pekalongan telah mendapat sertifikat Best Practices dari UNESCO pada tahun 2009. Penghargaan ini diberikan atas upaya pelestarian budaya batik yang telah dilakukan melalui pelatihan untuk pelajar. Museum ini memang sering mengadakan batik goes to school, gitu. Jadi, pantas lah ya mendapat sertifikat tersebut. 🙂

Nah, jika kamu ke Museum Batik ada baiknya minta ditemani guide, ya. Gratis, kok. Kamu cukup membayar tiket masuk saja senilai Rp 5.000 per orang. Museum Batik Pekalongan berlokasi di Jl. Jatayu No.3 Panjang Wetan, Kec. Pekalongan Utara, Kota Pekalongan. Buka : Setiap Hari 08.00 – 15.00 WIB

Limun Oriental Cap Nyonya Silhuet

Limun merupakan minuman ringan berkarbonasi yang pernah hit pada zamannya. Sebagai generasi 90-an yang hidup di pedesaan, saya mengenal minuman ini sebagai minuman paling segar, nikmat, dan murah meriah. Minuman yang dulu dijual di warung-warung desa dan sekolah-sekolah. Namun kini, minuman Limun sudah jarang ditemui. Kabar baiknya, nih, di Pekalongan masih terdapat pabrik rumahan yang masih aktif memproduksi Limun Oriental dengan label Cap Nyonya Silhuet.

Pabrik yang berada di bagian belakang rumah ini beroperasi sejak tahun 1920. Uniknya, bagian depan rumah ini juga dimanfaatkan sebagai kedai yang menjajakan Limun, snack, dan makanan berat seperti Ayam Geprek. Pemilik kedai yaitu Koh Bernardi yang merupakan generasi kelima terus berusaha mempertahankan produk Limun Oriental dan sekarang masih eksis bahkan telah berhasil mengekspor ke beberapa kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang, dll.

FYI, terdapat 8 varian rasa Limun Oriental Cap Nyonya Silhuet yaitu rasa Mangga, Nanas, Jeruk, Lemon, Kopi, Sarsaparilla, Sirsak dan Frambos. Untuk dapat meneguk Limun di kedai ini, kamu cukup membayar Rp 7.500 per botol untuk semua rasa. Kalau misal ingin dibawa pulang menjadi Rp 10.000 per botol. Satu dus isi 6 botol.

Kedai Limun Oriental berlokasi di Jl. Rajawali Utara No.15, Panjang Wetan, Kota Pekalongan. Kedai dibuka mulai jam 08.00-17.30 WIB.

Pasar Grosir Batik Sentono

Setelah berwisata di Museum Batik Pekalongan, mencoba kuliner legendaris Limun, kini saatnya berwisata belanja untuk mencari oleh-oleh. Ya, terasa makin lengkap berkunjung ke Pekalongan jika kamu juga singgah ke Pasar Grosir Batik Sentono. Sudah sampai Kota Batik, pulang membawa oleh-oleh batik, tuh, lebih puas, kan. Apalagi harga di Pasar ini adalah harga grosir, tergolong murah meriah.

Ada ratusan toko batik yang bisa kamu singgahi. Tapi please, tidak usah semua didatangi karena akan membuat kaki kamu kram. 😆 Sebelum pergi ke sini, ada baiknya kamu merencanakan akan membeli apa saja untuk oleh-oleh. Kenapa? Soalnya kalau sudah melihat koleksi batik di pasar ini bisa kalap. 😆 Tapi tenang, jangan takut kehabisan uang di pasar sentono karena di depan pasar tersedia mesin ATM. Asalkan saldo uang di ATM buanyak, aman. 😆

Oiya, meski harga sudah grosir, kamu wajib melakukan tawar menawar di pasar batik ini, ya. Soalnya sudah murah sekalipun masih bisa ditawar. 😆 Pasar Grosir Batik Sentono berlokasi di Jl. Dr. Sutomo No. 1-2, Karangmalang, Pekalongan. Pasar ini buka mulai pukul 08.00-17.00 WIB.

Jadi, kalau kamu sudah sampai Pekalongan, lalu tidak punya banyak waktu untuk eksplorasi wisata di sana, sempatkan untuk mengunjungi minimal 3 destinasi wisata di atas, ya. 😉

Notes:

Jateng On The Spot 2019 adalah sebuah program wisata pengenalan pariwisata Jawa Tengah Tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Provinsi Jawa Tengah. Program ini bertujuan untuk mengenalkan potensi pariwisata yang berada di Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah. Untuk sesi kali ini berlangsung selama 3 hari 2 malam (13-15 Desember 2019) dan saya mengeksplorasi Kota Pekalongan, Tegal dan Brebes, bersama 11 Blogger dan 5 media.

2 thoughts on “Mengunjungi Destinasi Wisata Hit di Pekalongan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *