Fun Off-road Rimba Pagedongan

Bertempat tinggal di Banjarnegara, tapi belum pernah nyobain off-road. iNyong mBanget! Olahraga yang lebih membutuhkan modal keberanian dan nekat.

Mbak Idaaah…mau ikut apa nggaaa?“. Teriakan Lulu, salah satu mahasiswa yang sedang PPL di tempat saya bekerja, dari lantai dasar cukup lantang. Saya yang saat itu sedang beberes hendak pulang, segera mendekat ke arah jendela. Dia memberi beberapa kode, namun gagal saya pahami. Tak lama kemudian, ia menelephone yang intinya mengajak Offroad.

Masih mengenakan seragam kantor lengkap dengan sepatu kerja, saya berjalan cepat menuju tempat parkir. Imajinasi mulai liar saat mendengar deru mesin dua mobil Jeep. Satu Jeep besar (JB), begitu juga dengan cc-nya. Jeep yang hanya tersedia dua seat
di depan ini tidak berpintu. Sedangkan yang satunya, Jeep berukuran sedang (JS) dengan penampilan manis seperti mobil pada umumnya.

Kata Puteri Indonesia yang baru terpilih malam tadi, mengatakan: ikuti apa kata hatimu, agar tak pernah menjumpai kata menyesal. Saya pun yay dengan Mbak Puteri Indonesia dari Jawa Tengah. *apa hubungannya coba?* :mrgreen:

Tanpa ragu, saya naik JS bersama Lulu, Ambar dan Mbah Yon (Offroader tersepuh di Banjar) sebagai sopir. Jeep besar dikendalikan sepenuhnya oleh Pak Umam yang ditemani oleh Pak Muhajar. Mereka adalah teman saya, satu kantor.

OFFROAD BANJARNEGARA
Nancep!

Tempat yang menjadi tujuan offroad kami yaitu hutan karet milik @PerumPerhutani yang berlokasi di Desa Twelagiri, Pagedongan. Untuk mencapai ke sana, membutuhkan waktu tiga puluh menit dari tengah kota Banjarnegara.

Jalan utama menuju Pagedongan sudah beraspal. Hanya saja, jalan cukup sempit dan banyak tanjakan serta tikungan tajam. Pengemudi harus berhati-hati. Apalagi jika mengendarai Jeep.

Mbah Yon memberhentikan Jeepnya saat sudah sampai lokasi. Saat itu pula Jeep yang dikendarai Pak Umam mulai beraksi di tengah jalan yang hanya cukup untuk satu Jeep. Ya…Jeep besar itu tiba-tiba naik lereng, kemudian diam. Tidak turun lagi, seakan menancap.

Cukup was was saat akan naik Jeep untuk sekadar mengabadikan moment. Padahal Pak Umam sudah memberi tahu kalau Jeep telah dikunci, aman. Tapi kami tetap saja takut. Ngga kebayang kalau tiba-tiba Jeep mundur atau bergerak. :mrgreen: Ini bercanda banget.

OFFROAD PAGEDONGAN BANJARNEGARA
Nyobain medannya. . .

Usai nyobain duduk di dalam mobil yang di lereng, kami menuju ke kawasan hutan karet, kemudian turun dari mobil untuk melihat trek yang belum lama dibuat oleh tim offroad Banjarnegara.

Hyaa…hutan karetnya dirusak“. Saya hanya membatin. Dan tak lama kemudian Ambar mengucapkannya persis di hadapan Pak Umam.

Ada rasa sedih saat melihat jalur trek tersebut. Namun, pembuatan trek di hutan karet sudah mendapat izin dari pihak Perhutani. Jadi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, apalagi ditangisi. πŸ˜† Terlebih, kita semua tahu bahwa olahraga ekstrem yang bernama offroad sudah ada sejak zaman kapan saya tidak tahu persisnya. *tapi tetap sedih* *plin-pluuun*

Treknya biasa banget! Karena kami memang diajak melihat medan yang biasa digunakan untuk latihan dan pemanasan saja. Fun Offroad, bersenang-senang di zona Offroad dengan sedikit tegang, namun tetap menikmati suguhan hijaunya pepohonan hutan dan jalur trek yang begitu sempit.

MEDAN OFFROAD SUSUR RIMBA
Action offroad!

Mengendarai kendaraan di luar jalan raya beraspal: susur sungai, jalan tanah, lumpur, pasir, atau susur rimba yang masih dalam kondisi apa adanya. Itulah offroad. Dan medan berupa jalan tanah di hutan karet ini telah kami coba.

Treknya biasa banget! Itu hanya kesan awal saat melihat jalur trek. Namun, setelah melihat Pak Umam mulai beraksi (lagi), kami hanya bisa fokus melihat, diam, kemudian merinding. Medannya sudah mulai bercanda saat beliau melewati trek yang menanjak. Jalur trek memang cukup licin. Namun, katanya makin licin jalan, semakin mengasyikkan Offroadnya.

Lulu menjadi orang pertama yang nyobain Offroad di hutan karet Pagedongan. Dia teriak kencang saat Jeep (seperti) tidak kuat menanjak, melalui beberapa kelok yang cukup bikin deg-deg. Jeep seakan menabrak pepohonan yang berada di depannya.

OFFROAD SUSUR RIMBA
Mulai susur rimba. . .

Saya, Ambar dan Pak Muhajar pun turut menikmati jalur Offroad hutan karet Pagedongan. Secara bergantian, kami naik Jeep bersama Pak Umam. Sedangkan Mbah Yon dan Mas Ari memantau kami. Ya…ada tambahan personil yang menyusul kami, yaitu Mas Ari, Offroader, teman Pak Umam.

Kami mulai senang, sedikit tenang, bisa menikmati medan Offroad. Pingin lagi, nyobain lagi, kecanduan! Padahal yang nyetir udah keringatan saja. Membutuhkan banyak kekuatan untuk menaklukkan trek, Broh!

Saat Mas Ari mulai bercerita bahwa medan Offroad di Banjarnegara termasuk surganya para penikmat offroad, saya kaget. Hish…ngga gawul abeeess! :mrgreen: Meski cakupan surga itu sebatas untuk Jawa Tengah, tetap saja keren. Ya….medan yang paling hot untuk Offroad se Jawa Tengah bertempat di Banjarnegara. *kemudian bahagia*

Terlebih, di dalamnya terdapat medan Offroad yang bernama “sirotol mustaqim“. Kata Pak Umam, hanya orang tertentu yang mampu melewatinya. Diibaratkan demikian, sebab jalan yang dilalui hanya pas saja untuk ukuran satu Jeep. Disamping itu, tanjakan sepanjang 1.7 km dan kanan-kiri jalan adalah jurang yang kedalamannya mencapai sepuluh meter. *merinding* Penikmat Offroad benar-benar harus konsentrasi untuk menjalankan Jeepnya. Antara takjub, gemas, kagum, bangga dan pada akhirnya ingin mencoba sirotol mustaqim. *setor nyawa* :mrgreen:

OFFROAD HUTAN KARET
MomentΒ manis. . .

Saat nyobain medan trek kedua, yaitu samping kanan jalan, Jeep besar susah naik. Tidak kuat! Sampai akhirnya Jeep yang berukuran sedang memberikan bantuan, mengeluarkan winch yang berada di depan Jeep untuk menarik JB. Hyaa…Jeep besar saja susah naik, apalagi Jeep sedang? *hening*

JS menyerah dahulu karena jalur trek sangat licin. Kami memilih putar balik untuk have fun Offroad di trek bawah (lagi). Sedangkan Jeep besar terus berusaha untuk naik. Offroader yang bernama Pak Umam memang pantang menyerah. Sudah mengorbankan satu pohon, lho! :mrgreen:

Kami kembali susur trek bawah sampai merasa capek, lapar dan pada akhirnya makan malam santap nasi bungkus di tengah hutan saat hari sudah petang. Tidak ada pancaran cahaya sedikitpun, terkecuali pancaran dari wajah saya yang berseri-seri kelam. :mrgreen:

Olahraga Offroad memang luar biasa mengasyikkan. Menguji adrenalin, menyehatkan, membuat jiwa bahagia dan fresh. Saya yay banget dengan olahraga Offroad. Sejauh ini, saya belum pernah menjumpai para pengemudi mobil Jeep berlagak liar saat melaju di jalan beraspal. Ugal-ugalan di jalan raya, salip-salipan atau bahkan kebut-kebutan. Mereka hanya liar pada tempatnya. Tidak seperti kendaraan darat pada umumnya.

21 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *